Ya Tuhan Ku Percaya  (Ben Soriton)

Ya Tuhan Ku Percaya (Ben Soriton)

Published On Desember, 10 2012 | By David

            Lagu ‘Ya Tuhan Ku Percaya’ mungkin tidak terlalu akrab di telinga Saudara apalagi generasi muda sekarang. Tetapi jika Saudara adalah jemaat dari gereja Pantekosta, lagu ini sudah tidak asing lagi. Bahkan menjadi lagu favorit di kala menghadapi berbagai cobaan hidup. Lagu ini diciptakan oleh Pendeta Ben Soriton pada tahun 1984. Sebelumnya kita kenalan dulu dengan hidup dan filofosi Om Ben ya.

FILOSOFI BEN SORITON
             Pendeta Ben Soriton mulai menulis lagu rohani sejak tahun 1960-an. Semua lagu yang ditulisnya adalah berdasarkan Firman Tuhan dan pengalaman bersama dengan Tuhan. “Semua dari hati seperti dalam Efesus 5:19. Buatlah lagu dalam hatimu kepada Allah. Jadi dengan sendirinya Tuhan bekerja”, katanya. Kalau ada orang bertanya bagaimana caranya menulis lagu rohani, Pendeta Ben Soriton punya jawabannya. Beliau sudah menciptakan banyak lagu rohani sekitar tahun 60-80-an. Lagu-lagu yang beliau tulis yang hits di kalangan gereja adalah ‘Allah Yang Bela, ‘Dia Harus Makin Bertambah’, ‘Oh Betapa Indahnya’, ‘Ku Masuki GerbangNya’, ‘Seindah Pelangi’, dan masih banyak lagu-lagu yang diterjemahkan beliau yang sangat memberkati umat Tuhan.
             Menurut beliau, ketika seseorang ingin menulis lagu rohani maka ia harus mengerti sasaran pemujiannya agar tidak terjadi kekeliruan. Paling tidak, harus ada beberapa hal yang menurutnya penting jika ingin menulis lagu rohani, yaitu harus belajar bahasa, musik dan puisi. Baginya musik sama saja karena dalam Alkitab memang tidak dijelaskan mengenai musik gerejawi atau musik duniawi. Jadi musik gereja atau musik duniawi (sekuler) adalah sama, tergantung dari sasarannya saja, yaitu secara vertical (Tuhan) atau horizontal (sesama).
             Bertahun-tahun mengikut Tuhan, tidak dapat menjamin hubungan dengan Tuhan selalu baik-baik saja. Hal ini juga dialami oleh Bapak yang pernah menjadi gembala sidang salah satu gereja di Amerika selama 3 tahun. “Dari kecil saya Kristen. Tapi saya mengalami perjumpaan dengan Tuhan saat umur 12 tahun. Lalu saya belajar musik. Sejak bertobat, Tuhan taruh kerinduan untuk belajar musik dan menjadi pendeta di hati saya. Sejak bertobat, Tuhan taruhkan musik. Tapi bukan berarti hidup saya sempurna. Saya juga pernah hilang arah tapi tidak sampai nge-drug”, ulas pendeta yang pernah sekolah di salah satu STT di Batu Malang, Jawa Timur. Tapi dari semua yang terjadi dalam hidupnya, ia merasakan bahwa jamahan Tuhan begitu ajaib, sehingga setelah itu ia bertekad untuk lebih mengarah pada Tuhan. “Setengah tahun saya hilang arah. Tapi nggak pernah hidup edan. Dari kecil saya tidak punya cita-cita. Jamahan Tuhan saat saya berjumpa denganNya jangan terlalu dibesar-besarkan. Yang penting adalah bagaimana hidupnya setelah berjumpa dengan Tuhan, bagaimana menyatu akrab dengan Tuhan”, tuturnya saat ditemui tim PRAISE di rumahnya di kawasan Jakarta Barat beberapa tahun yang lalu. Baginya setiap lingkup kehidupan kita harus dijamah oleh musik pujian, seperti halnya yang ada dalam kitab Mazmur, dimana setiap peristiwa selalu diungkapkan dalam pujian.
             Untuk urusan musik secara tehnikal, beliau memang sangat mengerti. Dan itu semua ia dapatkan dari Tuhan. “Saya pernah les piano selama 7 bulan tapi cuma bisa main kunci C. Waktu itu tidak ada buku. Saya hanya berdoa, Tuhan kalau Engkau ajari saya main piano, saya akan pakai untuk melayani Tuhan. Kalau saya duduk di kursi piano seperti ada dua tangan yang mengarahkan dan mengajarkan saya. Dalam waktu 2 bulan saya bisa main 12 kunci. Terus berkembang. Tapi itu juga sesuai sama kemauan kita”, urai bapak yang pernah bekerja di Maranatha Record selama 10 tahun.

LAGU YANG MUNCUL DI SAAT PERGUMULAN
              Dari sekian lagu yang diciptakan dan yang sangat memberkati umat Tuhan adalah ‘Ya Tuhan Ku Percaya” yang kini sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris.
              Dalam lirik lagu ini digambarkan suatu keadaan hati dimana seseorang yang sedang mengalami pergumulan yang sangat berat, bahkan harus melewati lembah air mata. Tapi meskipun sedang ada dalam masalah, sikap kita haruslah tetap mempercayai Tuhan dan firmanNya. Karena Firman Tuhan memang Ya dan Amin. Dan ketika kita sudah mempercayai firmanNya, pasti Ia akan memberi kemenangan buat kita. Inilah maksud yang ingin disampaikan oleh Pendeta Ben Soriton kepada semua orang, yaitu dalam menghadapi hidup ini kita harus selalu percaya kepada Tuhan.

          “Lagu ini saya buat saat saya menghadapi kehidupan yang memang pada waktu itu berada di ambang kehancuran. Saat itu saya sedang menghadapi masalah keluarga dan pelayanan. Tapi Tuhan hiburkan saya melalui lagu ini”, katanya.      

            Melalui pergumulan hidup yang terasa berat itulah akhirnya Tuhan memberikan lagu-lagu selanjutnya kepada beliau. Karena memang setiap kesulitan hidup yang dialami setiap orang akan membawa orang tersebut untuk naik ke tingkat hidup yang lebih baik.
            Melalui lagu ini pula banyak orang yang diberkati dan merasa dikuatkan. Di Surabaya ada orang yang hampir bunuh diri, lalu dibawa ke gereja dan ketika mendengar lagu ini juga didoakan, akhirnya tidak jadi bunuh diri. Itu salah satu kesaksian orang yang memberitahukan hal itu kepadanya. Tapi ia memilih untuk tidak membesar-besarkan hal itu. “Biar Tuhan saja yang patut dimuliakan,” katanya merendah.
            Lagu ini kiranya bisa menjadi rhema pada kita semua yang selalu percaya kepadaNya untuk dapat melalui kesusahan hidup yang kadang memaksa kita untuk meneteskan air mata. Tetapi seperti janjiNya, bahwa lembaran terakhir dalam ‘skenario’ yang sedang diputar dalam hidup kita, selalu berakhir pada kemenangan. Ya, kemenangan sudah Dia jamin. Percayakah kita ? (Sumber : PRAISE #13). (Kisah selengkapnya dapat dibaca dalam buku ‘Story Behind The Song’ terbitan YIS production, lengkap dengan foto-fotonya)

 Lirik & Chord lagu ini dapat dilihat di SONG

 YA TUHAN KU PERCAYA

 Ya Tuhan kupercaya, aku percaya
Lewati lembah air mata, aku percaya
FirmanMu ya dan amin, aku percaya
Kem’nangan sudah Kau jamin, aku percaya

Sumber : www.majalahpraise.com

 


COMMENT


.news-comments powered by Disqus