UNLIMITED WORSHIP WORKSHOP

UNLIMITED WORSHIP WORKSHOP

Published On Desember, 08 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Bandung, Oktober 2012

Penyembahan yang benar dibangun lewat persembahan kehidupan yang memiliki Integritas dan terpusat kepada Tuhan. Perkenanan Tuhan dapat dialami, jika terjadi Pembaharuan Hati dan Pikiran. Kalau Hati diubahkan, pikiran akan ditransformasi sehingga kehidupan akan mengalami peningkatan. Perubahan yang sesungguhnya harus dimulai dengan membangun apa yang ada di dalam hidup kita, “ Apa yang tampak di luar itu semuanya terpancar dari apa yang kita bangun di dalam.”

Bertempat di ICC PRAISE CENTRE, Bandung (26/10/2012), sekelompok anak Tuhan yang tergabung dalam sebuah wadah/movement atau juga bisa dikatakan sebuah komunitas yang dinamakan  UNLIMITED WORSHIP, untuk kesekian kalinya mengadakan ‘Praise & Worship Workshop and Worship Night’. UNLIMITED WORSHIP sendiri bermakna “Seorang yang menyembah Tuhan akan diubahkan dari pribadi yang terbatas menjadi pribadi yang tak terbatas. Menyembah artinya membawa keintiman dengan Tuhan, Worship is not a performance, sering kali kita mendengar kalimat ini. Worship all about a relationship. Apa yang kita bawa dengan Tuhan dan apa yang kita bangun dalam kehidupan kita dengan orang-orang di sekeliling kita,” ucap Franky Kuncoro. Acara yang diikuti oleh ratusan peserta ini diperlengkapi oleh pengajar dan pembicara yang memang sudah berpengalaman dan memiliki profesionalitas tinggi di bidangnya, seperti Franky Kuncoro (yang memulai Unlimited Worship Conference pada tahun 2007 bersama dengan Adon dan beberapa musisi rohani lainnya), Ronny Daud Simeon (Pastor, GBI Rock, Jakarta), Juan Mogi (Senior Pastor, GBI Gilgal, Jakarta), Alvi Radjagukguk (Small Group Pastor, Worship Leader di JPCC, Jakarta), Jusuf Winardi (Music Director, Guitarist di JPCC, Jakarta), Steve Tabalujan (Music Director, Song Writer, Keyboardist di JPCC, Jakarta), Sandika Djaja (Sound & Recording Engineer)

Unlimited Worship memiliki visi yang layak untuk ditiru oleh anak Tuhan yang memiliki Talenta di bidang musik untuk meningkatkan pelayanan musik di gereja masing-masing. Adapun visi mereka adalah memperlengkapi Generasi Penyembah ; Memperkuat Kegerakan Gereja Lokal, dengan memberikan dasar pengajaran, meliputi tentang ; WORSHIP (Fokus kepada membangun kehidupan yang hidup, Kudus, dan berkenan di hadapan Tuhan sebagai penyembahan yang sejati, dengan mengalami pembaruan dari dalam untuk menjadi dampak bagi dunia), LEADERSHIP (Membantu setiap pribadi untuk menemukan visi, memaksimalkan sumber daya, dan menggunakannya dalam proses pencapaian visi), MUSIC (Memperlengkapi penyembah dengan dasar pengetahuan musik, teknik yang luas dan pengalaman praktis yang mempersiapkan mereka untuk semua jenis musik kontemporer populer).

                Acara yang di format workshop ini terbagi dalam beberapa session, di isi oleh Ronny Daud Simeon di session pertama yang mengambil tema ‘PURITY’, ia mengulas tentang Hakekat sebuah ibadah yang diambil dari Roma 12 : 1. Dengan jelas ia menyampaikan statement, bahwa “Hakekat sebuah ibadah is not the celebration, Hakekat ibadah adalah sebuah ‘Covenant’ (red : Ikatan perjanjian). Bermula dari convenant baru ada keintiman, jangan coba-coba intim sama Tuhan tanpa Convenant.., mati kita, tidak ada gunanya,..”   Di ikuti session ke-2 dengan tema ‘I Love My Church’ oleh Alvi Rajagukguk sebagai pembicara yang sharing tentang suka dukanya melayani di gereja lokal dan loyalitasnya.

                 Workshop selanjutnya banyak bicara hal-hal teknis tentang sound sebagai penunjang ibadah oleh Jusuf Winardi. Di antara peserta yang kebanyakan dari kaum muda-mudi yang ingin terjun dan telah terlibat dalam pelayanan di gereja, juga turut hadir para musisi-musisi rohani yang sudah tidak asing di kalangan pecinta musik rohani Indonesia. Pada kesempatan kali ini tim ‘PRAISE’ tak ingin ketinggalan untuk menanyakan komentar mereka tentang diadakannya acara ‘Praise & Worship Workshop and Worship Night’ ini, berikut komentar mereka :

Lucky ‘SOBAT’ Barus: “Menurut saya ini bagus banget buat gereja, apalagi buat pemain musik, WL, ataupun Singer, karena menurut saya terkadang kita hanya konsen dengan musik tapi paradigma kita tuh masih salah, nah..di Unlimited Worship ini paradigma kita dibenerin lagi, bahwa penyembahan itu bukan hanya tentang musik dan skill tapi motivasi kita di balik itu apa?, dan ini merupakan terobosan baru buat pemain musik dan semua yang terlibat di dalamnya.”




Alvi rajagukguk: “Acara ini bagus dan perlu diadakan lagi, mengingat acara ini bagus buat gereja lokal, jadi memang perlu diadakan untuk memperlengkapi pemuji dan penyembah dan merupakan ajang saling kenal, jejaring dan belajar.”







Steve Tabalujan: “ Buat saya Ulimited Worship suatu movement baru yang memang diperuntukan banget untuk banyak pemuji-pemuji dan penyembah Tuhan untuk benar-benar equip, diperlengkapi, sehingga kita semua ini bisa lebih maju, karena terkadang cara pandang kita hanya untuk skup gereja sendiri hanya gitu-gitu aja, kita ga pengen agar lebih maju lagi, tapi dengan adanya Unlimited Worship and workshop ini, saya rasa bagus karena kita semua diajak untuk beri yang terbaik, excellent dan memotivasi kita untuk kerja lebih lagi.”

                Selamat untuk Tim Unlimited Worship atas suksesnya acara yang diadakan di Bandung dan kota-kota sebelumnya, biar lewat acara Unlimited Worship & Workshop ini lahir pemuji dan penyembah yang tiada terbatas, sehingga apa yang kita sampaikan lewat musik,pujian dan penyembahan layak bagi kemuliaanNya dan harum di hadapanNya. Perlu juga diketahui bahwa Unlimited Worship & workshop akan di adakan tahun depan (September 2013)  di Jakarta, yang diperkirakan berlangsung selama 3 hari. Ayo para WL, pemusik dan segala yang terlibat di dalamnya, jadikan dirimu dari sosok yang terbatas menjadi sosok pemuji dan penyembah yang ‘tak terbatas’, dengan menghadiri acara ini tahun depan, GBU. (DVD,VF)  


COMMENT


.news-comments powered by Disqus