United To Excel

United To Excel

Published On Desember, 10 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Menyanyi dapat Mengubah Hidup Seorang

Lahirnya UX

     UX Band yang merupakan singkatan dari “ united To Excel “ adalah sebuah nama band yang terdiri dari sekelompok anak muda yang mendedikasikan hidup mereka lewat kreatifitas musik. “ United To Excel” mempunyai arti bersatu untuk terus memberi yang excellent (terbaik) dari apa yang dimiliki. Group band yang personilnya sebagian besar dari Bandung ini, terbentuk tahun 1999 dengan 9 personil. Setahun kemudian meluncurkan album perdananya “ Generasi Terang “ (tahun 2000).

     Lahirnya UX memang dari relationship (pertemanan) di antara mereka.“ kebetulan kami terdiri dari banyak latar belakang gereja yang berbeda, tapi bersatu untuk melayani. Jadi bisa dibilang tidak sengaja” jelas Ronald, pemegang bass di UX

     UX sempat vakum dari rekaman selama ± 4 tahun, waktu terjadi pergantian personil. Walaupun demikian pelayanan UX tetap berjalan. Setelah ada musician tetap, tahun 2006 mulai kembali rekaman bahka membuat album LIVE. Apalagi Joseph S. Djafar sempat masuk (2006) sebagai tim UX pada waktu itu. Lagu “ hanya nama Yesus” menjadi tops songs di kalangan gereja.

     Kini anggota UX ada 7 orang : Nathanael Pramudita Winarto ( keyboard / piano), Ronald Steven (bass), Ellroi Derk Ngelyaratan (guitar), Yordan Kurniawan ( drum ), dengan vocalnya : Wawan Yap, Rhea Arella, Ferliex Rotinsulu. Yordan dan Ronald yang biasa menulis lagu yang dinyanyikan UX. Waktu ditanya dari mana mereka mendapat inspirasi, Ronald membagikan pengalamannya dalam membuat lagu : “ Setiap lagu pasti punya ceritanya, bisa waktu pribadi kami menghadapi pergumulan, atau inspirasi datang tiba tiba waktu kita ngobrol...atau bahkan waktu orang lain berbicara atau dari bahan khotbah orang lain. “ Memang ada beberapa lagu yang dibuat sama sama sesuai dengan thema yang sedang diusung. Namun demikian, arransemen musiknya yang beraliran pop, selalu digarap bareng bareng.

     Hampir semua group band Gospel merindukan agar menjadi berkat lewat musik. Namun UX mempunyai falsafah pelayanan yang berbeda, mereka tidak mau sekedar entertaintment di panggung, tetapi lebih kepada “ intertainment” di panggung karena merasa wktu di panggung bukan sedang show atau mengentertain orang saja tapi lebih percaya ada kuasa Roh Kudus yang bisa memberi dampak di dalam hidup bahkan mengubah hidup melalui musik.

Keunikan UX

     Mungkin di antara kita pernah mendengar album “Secret Place”, di antara yang hits adalah “ Oleh Kuasa darahMu”. Nah, itupun sebenarnya produk dari UX singer juga. Bahkan UX bukan hanya membuat album Praise and Worship,  pada tahun 2001 UX mengeluarkan album “Sacred Romance” yang berisikan Love songs for wedding. Wah, ini bukan hanya go public tetapi juga strategi pelayanan yang efektif karena rupanya album “ Love songs for wedding” pun bernuansa rohani.

     UX sudah mengeluarkan lebih dari 4 buah album dan juga beberapa album kompilasi. Uniknya UX yang kebanyakan personilnya masih single bukan hanya melayani d kalangan gereja gereja saja, tetapi juga bekunjung ke penjara penjara lokal, wedding service, bahkan di tahun 2004 mempelopori terbentuknya suatu komunitas The Channel, yang merupakan wadah kreatifitas melalui musik, media dan juga film dengan melibatkan berbagai denominasi gereja di Jakarta dan sekitarnya. Komunitas sebelumnya dinamakan UX Channel, sebenarnya sudah eksis sejak athun 2002 dan telah menjadi berkat di seluruh Indonesia dan bangsa bangsa.

     Hal ini memang sesuai dengan konsep pelayanan yang dipegang UX selama ini : Menurut kami…definisi melayani untuk zaman sekarang ( adalah ) menjadi berkat dimana Tuhan tempatkan, di gereja sendiri. Tapi tuntutannya sekarang lebih luas lagi melayani sebanyaknya banyaknya orang dengan kemampuan dan kehidupan kita yang berdampak dan memeberikan pengaruh” jelas UX kepada PRAISE.

     Semua personil UX past mensyukuri karena sejauh ini masih berkarya dan mewarnai blantika musik rohani Indonesia. “ Namun kalau boleh jujur kami terus berusaha menjadi yang terbaik dan excellent sesuia dengan nama kami he..he.” ujar mereka dengan rendah hati. Hal ini memang harus dibayar dengan latihan yang intensif apalagi kalau ada acara atau rekaman, bisa latihan seminggu 2 atau 3 kali, padahal domisili mereka lumayan berjauhan, ada yang di Jakarta, Karawaci dan Bandung.

Dari Pedalaman sampai ke Luar negeri

     UX memang sudah keliling Indonesia sejak tahun 2000. Kebanyakan ke daerah daerah dengan menawarkan konsep acara yang kreatif dan fun. Mereka tak sekedar menyodorkan konser musik, tetapi juga ada talk show, bikin film pendek dengan thema thema yamg up to date. Mulai tahun 2005 acara acara sejenis itu didakan di Jakarta.

     “Pendekatan yang dibutuhkan anak muda adalah sesuatu yang baru, yang segar, yang menarik. Ini berarti bukan dari musik saja yang fresh, tapi dari semua hal karena manusia intinya tidak menyukai sesuatu yang itu itu saja, perlu dinamika dan variasi... “, demikian pendapat UX untuk pelayanan kepada kaum Youth .

     Waktu ditanya pengalaman yang paling berkesan dalam pelayanan keliling ke beberapa Negara seperti ke Asia, Australia, Amerika dan Eropa, mereka menjawab : wah, semuanya berkesan…tidak hanya di luar tetapi di pedalaman atau daerah juga ok, Karena pasti kalau di luar negeri kita enaknya bisa sambil jalan jalan. Waktu ke Eropa pertama kali, beberapa lagu kami harus di ubah kedalam bahasa mereka yang bukan Inggris. Tapi buat kami hal itu seru dan menantang untuk belajar lebih dahulu walaupun sulit lho”.

     Kiranya Tuhan memakai UX sehingga membawa dampak positif  & tranformasi bagi bangsa Indonesia dan juga bangsa bangsa lain melalui musik karya mereka.  (PIS / Praise #4 / 2009)

Diskografi :
Tak ternilai
( 2000), Secret Place 1( 2001), Secret Place 2 (2002), Secret Place 3 ( 2003), Hymne for Him (2003), Open The Gates (2004), Sanctuary (2005), Live ( 2006 ), Journey- Instrumental (2006).

Album kompilasi :
Sacred Romance 1 – love songs for wedding(2001), sacred romance 2 (2003),

juga album solo : special Gift- Wawan Yap ( 2000), Miracle Wawan Yap (2002), Hope –Wawan Yap (2003), Semua Baik- Wawan Yap (2005), Semua Baik- Wawan Yap ( 2005), With All My Heart-Rhea  (2004).           


COMMENT


.news-comments powered by Disqus