True Worshippers Kids

True Worshippers Kids

Published On Desember, 17 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Excellent Sacrifice for God 

Konsep Persembahan yang Benar

     Mengajarkan kepada anak-anak sejak dini untuk belajar memberikan persembahan kepada Tuhan merupakan konsep mendasar yang mengawali terbentuknya kelompok True Worshipper Kids (TW KD) yang bernaung di bawah Gereja JPCC (Jakarta Praise Community Church).  Anak-anak diajarkan tentang apa itu artinya “Excellent Sacrifice” (Memberi Persembahan Terbaik). 

     Di Sekolah Minggu mereka diajarkan untuk menyisihkan uang yang mereka miliki untuk ditabung dalam celengan. Tetapi, Bella Hutagalung yang merupakan salah satu pencetus lahirnya TW KD memiliki keinginan untuk mengajarkan serta menanamkan konsep “excellent sacrifice” bukan hanya semata berupa uang atau materi saja, tetapi  mencakup hal yang lebih luas lagi seperti talenta yang mereka miliki.

     Kemudian bersama dengan suaminya Pongky Prasetyo dan Uli Hutagalung, ketiganya kemudian membuat album TW KD I pada tahun 2005. Bella dengan kemampuannya menulis lagu berkolaborasi dengan sang suami Pongky yang piawai mengaransemen lagu mewujudkan TW KD I. “Jadi semua yang terlibat meliputi anak-anak yang memiliki talenta. Baik yang bisa menyanyi dan lain sebagainya juga diikutsertakan. Dari pencipta lagu, arransement, mixing, semuanya kita lakukan dan persembahakan untuk ke gereja,”tukas Bella.

Anak-anak pun Bisa Memberi yang Terbaik

     “Tidak ada satu pun dari hasil penjualan kaset TW KD I itu yang kita ambil, melainkan semuanya kita berikan ke gereja. Puji Tuhan, proses penjualan TW KD I itu  berjalan terus. Sehingga uang itu masuk lagi ke gereja. Hasil penjualan kaset tersebut kemudian digunakan untuk mengembangkan Children Church di JPCC. Semuanya adalah dari anak-anak untuk anak-anak,” imbuh Bella di suatu siang di studio rekaman TW KD kepada PRAISE.

     Lewat semuanya itu bertujuan untuk menanamkan pengertian kepada anak-anak untuk melihat bahwa dengan apa yang telah mereka tabur, membuahkan hasil yang indah yakni berkembangnya JPCC Kids. Dimana konsepnya didasarkan pada pengajaran firman Tuhan mengenai memberikan persembahan kepada Tuhan.

     Tak berhenti hanya pada TW KD I, dua tahun berselang tepatnya tahun 2007 kembali diluncurkan album TW KD-2, dan menyusul kemudian TW KD 3 yang dirilis pada November 2010 lalu. Album  TW KD 3 sendiri meliputi 10-11 lagu yang hampir semuanya ditulis oleh Bella dan sebagian diambil dari sumber lain. Bella sendiri mengaku mengkhususkan diri menulis lagu untuk TW KD ini, dan inilah yang menjadi ciri khas dari Album TW KD dibanding dengan album rohani anak-anak lainnya.

     Musik adalah bahasa universal, hal inilah yang kemudian menggelitik keinginan Bella membentuk anak-anak untuk memiliki tasted bermusik yang baik. Sejalan dengan itu, prinsip-prinsip firman Tuhan juga ditanamkan dalam diri anak-anak. Untuk itu, dalam setiap syair lagu yang ada dalam album TW KD, tidak lepas dari firman Tuhan. “Seperti misalnya lagu yang diinspirasi dari Filipi 4:8 ‘semua yang benar, semua yang manis, pikirkan semua’  yang mana lagu ini hendak mengajarkan kepada anak-anak untuk berpikir positif dan yang baik. Melalui lagu-lagu yang sarat dengan firman Tuhan, sedikit banyak dapat membantu anak-anak untuk dapat mencintai firman Tuhan dan mengingat ayat-ayat firman Tuhan yang ada dalam Alkitab,”ungkapnya.

Pesan Perdamaian untuk Lewat Lagu

     Album TW KD ini sedianya akan terus berlanjut. “Dalam TW KD sendiri tidak memasang satu sosok sebagai bintangnya, karena suara anak memiliki batasan usia, dan mengalami pancaroba dan perubahan,”ujar Bella.

     Pemilihan personil TW KD menerapkan sistem estafet berdasarkan usia untuk setiap anak-anak. Batasan usia yang bisa masuk menjadi personil TW KD adalah anak-anak usia Sekolah Dasar.

     Tantangan yang dihadapi dalam mengorganisir anak-anak dalam TW KD ini, aku Bella adalah bagaimana berusaha untuk menjaga mood anak-anak yang seringkali berubah karena hal itu merupakan hal yang wajar,  mengingat usia mereka yang masih sangat muda. Untuk itu, dukungan dari orangtua masing-masing anak memiliki peranan yang sangat penting.

     Kedepannya, TW KD rencananya akan merambah ke ranah sekuler/umum dengan tetap mempertahankan TW KD yang ada saat ini untuk terus kontinyu mengeluarkan album. Impian lainnya yang juga terpikir dalam jangka waktu dekat ini adalah membuat drama musical.

     Kata-katanya yang sederhana dan mudah diingat, serta sarat pengajaran akan firman Tuhan dan kehidupan ini, menjadikan lagu-lagu dalam album TW KD disukai oleh anak-anak.

     Genre lagu dalam album TW KD sendiri lebih didominasi oleh musik pop, dengan sedikit variasi. Seperti misalnya salah satu lagu dalam album TW KD yang berjudul “Suara Anak Indonesia” yang dipakai sebagai salah lagu penutup dalam acara Natal Nasional 2010 lalu, memiliki pesan damailah negeriku, setiap suku dan agama, buanglah perbedaan, persaingan yang ada. Diharapkan hal ini dapat menjadi rhema bagi kehidupan bangsa Indonesia, khususnya bagi anak-anak generasi masa depan bangsa.

Maskot TW KD

     Ada yang menarik dari tampilan cover album TW KD 1-3, yang mana di setiap album TW KD 1-3 memiliki ciri khas yang unik pada cover albumnya terlukis 3 figur yakni  Kiki, Dodo, dan Lala yang menjadi maskot dari TW KD ini.

     Rupanya ada pesan yang ingin disampaikan lewat figur sosok boneka jenaka tersebut. Seperti si Kiki yang berkulit putih dan bermata sipit (mewakili etnis chinese) yang melambangan anak yang rajin belajar, sedangkan Dodo (berkulit hitam dan berambut keriting), melambangkan anak yang suka makan tetapi makan makanan yang begizi. Dan tokoh yang ke-3 adalah Lala melambangakan tipikal anak-anak yang periang dan pandai bergaul. Ketiganya memiliki karakter yang baik yang patut diteladani oleh anak-anak. Lewat ketiga maskot ini mau mengajarkan kepada anak-anak bahwa dari suku dan latar belakang yang berbeda, tidak menghalangi ketiganya untuk menjalin persahabatan.

     Dalam setiap seri album TW KD mempunyai pesan tersendiri. Seperti dalam album TW KD I secara khusus diperuntukkan untuk anak-anak usia di bawah lima tahun. Dimana di setiap syair lagunya kerap ditemukan pengulangan syair. Yang mana kecenderungan anak-anak usia di bawah 5 tahun suka dengan lagu yang diulang-ulang syairnya.”Inspirasinya diperoleh dari pencipta lagu anak-anak, A.T Mahmud,”tukas Bella. Sedangkan TW KD 2 dan ke-3 lebih umum.

     Pesan moral yang ada dalam album TW KD 2 adalah mengajarkan kepada anak-anak untuk dapat mengerti dan memahami makna keberadaan mereka di dunia ini. Untuk apa mereka terlahir ke dunia ini. Yang mana mereka terlahir ke dunia ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan mereka lahir ke dunia ini untuk menjadi bintangnya Tuhan. Agar anak-anak dapat menjadi anak-anak yang bersinar. Untuk mewujudkan hal itu, banyak hal yang harus dilakukan guna mencapainya. (Flo / Praise #17 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus