The Tribes

The Tribes

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

ROCK BAGI YESUS

SUKU BANGSA

            Bagi setiap orang menanggapi panggilan Tuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara, sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan. Begitu pula dengan beberapa anak muda dari kota Kembang yang satu ini. Melalui aliran musik rock The Tribes mencoba memberkati setiap suku bangsa bangsa di dunia ini dengan musik, karena itulah mereka menamakan diri mereka ‘The Tribes’ yang berarti ‘Suku Bangsa’.

            Awalnya Mario Yanuardo (Bass), Ervine Arifandi (Guitar), Sammy Suhendra (Drum), dan Bernard (Guitar) rindu meneriakkan kembali kebisuan Injil yang menurut mereka tidak lagi bersuara lantang. Tepatnya bulan Mei 2008 The Tribes meluncurkan album perdana mereka bertitel ‘Out Loud’. Album yang mencerminkan semangat anak muda yang tak pernah diam untuk menyatakan Kerajaan Allah, seperti yang tersirat dalam lirik-lirik lagu mereka yang bertema keselamatan bagi semua orang dan semua suku bangsa tapi dengan aliran musik rock seperti yang bisa kita simak dalam lagu ‘Jesus Rock’, ‘Rock U Everyday’, “Salvation All Around’ dan lain-lain.

            Seiring dengan berjalannya waktu, The Tribes semakin meningkatkan kualitas musik mereka. Karena bagi mereka The Tribes bukan hanya sekedar nama tapi juga gambaran kehidupan kemajemukan suku-suku bangsa yang dipersatukan oleh darah Kristus. Dengan mengusung semangat persaudaraan dan nasionalisme untuk meniadakan batasan warna kulit dan bahasa. Mereka juga memantapkan langkahnya dengan menambah satu personil lagi yaitu Glenn Grimaldi Erwin pada posisi vocal.

JESUS FOR EVERYONE

            Dalam musik rock terdapat jiwa anak muda, itulah sebabnya mengapa The Tribes membawa aliran musik rock. Mereka memilih rock karena memang mencintai anak muda. Jiwa muda yang bertemu dengan Allah akan dapat menaklukan kemustahilan. Itulah sebabnya The Tribes rindu menjadi senjata Allah untuk membangkitkan anak muda di seluruh pelosok bumi.

            Sesuai dengan aliran musik mereka yang ngerock maka mereka pun memiliki motto mereka yaitu ‘teriak lebih keras, berdoa lebih keras, bernyanyi lebih keras, sound lebih keras’. Meskipun lagu mereka beraliran rock, tapi ternyata lagu mereka juga bisa dinyanyikan di ibadah gereja-gereja. “Lagu kita juga ada yang bisa dinyanyikan di gereja-gereja kok, misalnya lagu yang judulnya ‘Sukacita’. Malah saya pernah baca lirik lagu kita ditulis di status facebook seseorang,” ujar Ari Hermanto selaku manager The Tribes saat ditemui PRAISE beberapa waktu lalu di Bandung.

            Bulan Maret 2010 The Tribes kembali meluncurkan album kedua mereka. Tetap dengan gaya rock mereka, The Tribes berusaha membawa terang untuk menyingkapkan kegelapan. Mereka juga kerap melayani orang-orang yang kadang tidak tersentuh dan tersisihkan dari dunia ini. Karena mereka rindu semua orang mendengar tentang Yesus dan hidup bagi Yesus. Bagi mereka Yesus bukanlah milik satu suku bangsa atau satu agama. Yesus adalah milik setiap orang dan setiap suku bangsa, seperti prinsip mereka ‘Jesus is for everyone and everyone life for Jesus’

            Tidak hanya mengusung aliran rock. The Tribes juga rindu membawa pesan persaudaraan yang terpancar dalam lirik-lirik mereka, tapi juga dalam jiwa personilnya. Ternyata mereka mempunyai visi misi yang menjunjung nilai-nilai kemanusian. Misalnya membuat rumah harapan bagi mereka yang homeless, mempunyai studio musik sendiri, mempunyai sekolah musik sendiri bagi mereka yang kekurangan dan satu lagi yang membuat mereka sangat berjiwa sosial tinggi yaitu membuat rumah makan gratis (red: wah, kalau yang ini benar-benar terwujud enak nih bisa makan gratis, hehehe…)(min / Praise #11 / 2010)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus