The Lion of Judah

The Lion of Judah

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

MUSIK ROCK TIDAK SELALU JAHAT

AWAL TERBENTUK

            Berawal dari pertemanan mereka di bangku SMU, Vicky dan Paulus sangat dekat dalam pertemanan dan musik. Semenjak mereka menginjak remaja, mereka kerap kali menggali tentang pengetahuan dan perkembangan musik bersama. Pada Medio 2002, mereka memutuskan untuk membuat sebuah band beraliran Christian Rock, Vicky mengajak temannya Helmi untuk mengisi di posisi Drum dan Paulus mengajak temannya Onda untuk menjadi lead Vocal dan Rhyhtm di band. Karena banyak terinfluence dengan Siverchair, Nirvana dan Pearl Jam yang saat itu sedang hip, mereka mencampur musik 90an dengan literatur musik rohani yang syarat dengan lirik-lirik kristiani dan mereka sepakat menamakan bandnya dengan nama The Lion Of Judah (TLOJ).

TOLERANSI MEMBUAT MEREKA SOLID

                Perang agama sering menjadi syndrome akhir-akhir ini di seluruh dunia, banyak negara-negara yang fanatik terhadap kepercayaan yang mereka peluk menjadi salah satu penyebab utama peperangan tersebut. Apalagi masing-masing mempunyai alasan untuk menyerang satu sama. Tetapi justru TLOJ berpendapat perbedaan agama adalah warna-warni kehidupan yang ada di sekitar kita setiap saat, karena mereka merasa bahwa kepercayaan adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan untuk pribadi masing-masing bukan golongan-golongan tertentu, seperti di dalam band mereka, Helmi yang beragama non kristen mampu menempatkan dirinya sebagai partner yang baik walaupun band yang ia bangun bersama bergenre Christian Rock, “ Ini hanya soal musik, saya sangat senang bisa bekerja sama dalam musik dengan mereka dan saya sangat menghargai mereka walaupun mereka dan band ini bermotivasi membangun keimanan kristen“ tegas Helmi pada majalah PRAISE.
             Hal itu yang membuat band yang berbasecamp di Cempaka Putih Jakarta ini, semakin solid. Meraka sedang merintis dengan banyak tampil di event-event musik yang bertemakan rohani ataupun sekuler. Karena mereka tidak pernah mempermasalahkan dimana meletakkan sesuatu yang mereka sebarkan, “Kami memainkan musik rock, karena banyak anak-anak muda jaman sekarang yang menyukai musik rock,. Jika kita ingin menjaring jiwa-jiwa yang hilang untuk mengenal sosok Yesus lebih dekat lagi, terlebih dahulu kita harus memasuki dunia mereka dan merubahnya secara perlahan, karena itu tujuan band ini” komentar Paulus dengan lantang.

INGIN MENEMBUS INDUSTRI MUSIK

            Hampir selama sepuluh tahun terakhir, sejak memasuki tahun 2000, dunia musik di Indonesia berkembang pesat. Hal ini terlihat karena munculnya banyak band baru dari berbagai genre (jenis, tipe, atau kelompok musik atas dasar bentuknya)  yang meramaikan dunia musik Indonesia saat ini. Sementara itu, banyak pula para musisi baru yang merintis sebuah band, namun hingga kini belum bisa menapakkan keberadaannya di dunia musik tanah air. Pasalnya, untuk bisa menuju hal tersebut bukan hal yang mudah.
Butuh kerja keras, kreativitas, membina relasi, dan sebagainya. Begitu juga dengan The Lion Of Judah, mereka ingin menembus pasar dengan idealis mereka, itu adalah sebuah permasalahan yang cukup  serius, karena industri musik saat ini hanya mementingkan keuntungan untuk mereka, bukan melihat potensi dan karya seni yang ditawarkan band-band tanah air. TLOJ menanggapinya dengan tenang, “Kami percaya jika misi dan visi band ini untuk kemuliaan Tuhan, maka biarkan Tuhan juga yang membukakan jalan pada kami untuk menyebarkan kebenaranNya yang kami kemas dengan idealis kami”. Seperti di album mereka yang bertajuk Self Titled, mereka menciptakan musik yang sepintas terdengar di telinga kita seperti musik-musik dunia yang banyak di judge sebagai aliran sesat, padahal jika kita melihat isi dari lirik-lirik mereka, banyak puji-pujian untuk Tuhan Yesus, tetapi dikemas dengan  cara mereka sendiri, seperti di lagu ‘Sing Halelulya’, ‘Praise’ dan ‘Thanks God’. Maka dari itu kita patut belajar pada apa yang mereka (TLOJ) lakukan, dan Sebelum kita menjudge sebuah musik, baiknya kita harus mempelajari terlebih dahulu band itu seperti apa. Karena Tuhan Yesus pernah bersabda “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” (Matius 11 : 16). *(JR / Praise #21 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus