Sobat Band

Sobat Band

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

HANYA SATU CINTA

AKRAB DENGAN TUHAN

            Berawal dari ketertarikan yang sama dalam hal musik dan juga karena hubungan pertemanan yang sudah lama terjalin, maka terbentuklah sebuah band yang kini sudah menelurkan dua album. Mereka menamakan diri mereka ‘Sobat’, sebuah nama yang terdengar akrab di telinga.

            Tepatnya bulan Januari 2007 silam grup ini resmi berdiri dan merilis album pertama yang bertitel nama mereka sendiri yaitu ‘Sobat’ dan album terbaru yang sudah dirilis beberapa bulan lalu yaitu ‘Hanya Satu Cinta’.

            Grup yang personilnya berasal dari GBI Tampak Siring, Jakarta Utara ini terdiri dari Denny Tanos (Vocal), Lucky Barus (Gitaris), Martinus Mandra (Gitaris), Jeffri Darmawan (Bassist) dan Mario Alfonso (Drummer).

            Menurut mereka, nama ‘Sobat’ dipilih karena kata itu terdengar akrab seperti keakraban mereka yang sudah terjalin sejak lama. Selain itu mereka juga ingin menciptakan kesan yang akrab dengan Tuhan. Maksudnya adalah mereka ingin meng-influence generasi muda sekarang ini untuk lebih akrab dengan Tuhan tanpa ada takut apapun. “Pemandangan orang tentang Tuhan itu kadang terlalu jauh, memang Tuhan layak disembah tapi Dia juga menyatakan diriNya sebagai sahabat kita yang bisa kita temui kapan saja dalam kehidupan sehari-hari seperti layaknya orang biasa yang bisa kita hubungi dengan santai,” ujar sang vokalis.

            Dengan mengusung warna musik pop rock, mereka ingin memberi sesuatu yang baru. Misalnya ketika ada orang-orang di sekitar mereka yang memberi apresiasi dengan membeli album mereka walaupun belum mengenal Tuhan. “Kita mau menjangkau yang belum kenal Tuhan dengan cara kita. Tuhan kan ga pernah batasin musik, yang terpenting kan nilai-nilai yang kita angkat.”

MENTARI

            Berangkat dari rasa persaudaraan inilah Sobat mencoba untuk selalu tampil maksimal dan tidak memilih-milih dalam melayani Tuhan. “Kalau ada yang undang kita kemana aja, ke daerah sekalipun, misalnya mereka cuma bisa kasih kita tiket pesawat atau mereka malah nggak memberi kita persembahan kasih, buat kita sih itu suatu perjalanan panjang, walaupun kita juga bertanya-tanya nih gimana ya? Sampai pada akhirnya kita tetap melayani Tuhan karena kita tetap fokus sama Tuhan. Itulah yang menjadi kunci kita masih bisa sampai sekarang ini,” tegas Jeffri, sang bassist. 

            Dalam album yang terbaru ini sebagian besar bernuansa rock dengan lirik-lirik universal yang bisa menyentuh setiap hati. Misalnya dalam lagu ‘Mentari’. Lagu yang memberi semangat dan inspirasi kepada orang-orang jika sudah merasa ‘letih’ dengan hidup ini. “Lagu itu bilang kita jangan pernah menyerah walaupun kita kehilangan sesuatu yang berharga. Pokoknya apapun yang terjadi dengan hidup ini kita jangan pernah berhenti berharap pada Tuhan. Selama mentari masih bersinar. Lagu ini terinspirasi dari kasus bunuh diri yang kemarin-kemarin banyak banget terjadi. Kita ingin dengan adanya lagu ini kita bisa jadi jawaban, makanya lagu ini bisa di download gratis di website kita,” ujar Lucky.

TETAP MAKSIMAL

            Sekalipun sudah memiliki motivasi yang tetap kepada Tuhan, tapi toh mereka tak selalu mengalami hal-hal yang menyenangkan dalam setiap pelayanan mereka. Misalnya ketika pada bulan Maret lalu mereka mengalami kecelakaan dalam perjalanan ke Semarang. Mobil yang mereka pakai menabrak pembatas jalan sampai terguling-guling. Hal ini menyebabkan drummer mereka harus dirawat di rumah sakit. “Waktu itu kita ada undangan pelayanan ibadah tengah minggu di Semarang. Kita pelayanan full praise and worship, tapi karena peristiwa itu kita jadi nggak bisa tampil semua. Tapi itu bukan berarti pelayanan kita batal. Kita tetap setia melayani. Di situ kita kesaksian mengenai apa yang kita alami. Pas tampil saya merasa banyak orang yang merasa hadirat Tuhan, ada yang nangis dan tersentuh karena dijamah Tuhan, bukan karena kita. Cara kita meninggikan Tuhan nggak selalu kita nyanyi,” urai Denny menceritakan peristiwa yang tak menyenangkan tapi dengan penuh semangat kepada PRAISE di sebuah pusat perbelanjaan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

            Dari peristiwa ini mengajarkan mereka lebih setia dalam mencintai Tuhan lebih lagi. “Cuma cinta Tuhan doang yang bisa meng-cover kita dan cuma Tuhan aja yang nggak bisa buat kita kecewa. Jadi kalau kita nggak ingin kecewa carilah cintaNya itu,” kata Lucky yang paling banyak membuat lagu. Hal itu memang terbukti dari lirik-lirik lagu mereka yang begitu puitis dengan ungkapan cinta terdalam kepada Tuhan dan sesama, tapi tentu saja dengan bahasa universal, misalnya dalam lagu ‘Hanya Satu Cinta’, Cerita Cinta’, ‘Jatuh Cinta’, dan ‘Tak Seindah’. Tetap dengan nada-nada yang rock. (min / Praise #12 / 2010)
Sumber: www.majalahpraise.com 

 


COMMENT


.news-comments powered by Disqus