Shane Farrell

Shane Farrell

Published On Desember, 14 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Boboho Indonesia

Bakat Alami

       Wajahnya yang lucu menggemaskan mengingatkan kita pada Boboho, artis cilik asal Taiwan. Kemudian jika kita juga mendengar suaranya yang bagus, mungkin kita semakin tidak asing lagi dengan anak lelaki satu ini, Shane Farrell. Shane, begitu ia biasa dipanggil, memang sudah sering menyanyi mengisi acara di mal – mal Jakarta, seperti Mal Artha Gading (MAG), Mal World Trade Centre (WTC) Matahari, Sumarecon Mal Serpong dan masih banyak lagi.

      Menurut Ibu Cynthia, yang merupakan mama sekaligus manager Shane, kecintaan Shane akan musik sudah terlihat sejak shane baru berumur beberapa bulan. “Waktu shane nangis dia bisa diam begitu mendengar musik, terutama lagu-lagu instrumental dari Willy Soemantri, dan ketika berumur  satu tahun dia sudah mampu menyanyikan lagu I Love You, lagu soundtrack film Barnie ,” jelas sang mama. Melihat talenta menyanyi Shane, orangtuanya kemudian berniat memasukkan Shane ke sekolah musik di Willy Soemantri Music School (WSMS), Jakarta. Sayangnya, Shane yang hobi makan Pizza ini baru berumur tiga tahun, dan Willy Soemantri belum pernah menerima murid berumur tiga tahun saat itu. Oleh karena itu, penyuka lagu “Ku Tak Akan Menyerah” karya Jonathan Prawira ini harus dites terlebih dahulu. Shane harus menyanyikan lagu “S’mua Baik” yang diiringi Willy Soemantri sendiri.  

     Saat mendengar Shane menyanyi Willy Soemantri menemukan sesuatu dalam diri Shane. Menurut Willy Soemantri, Shane adalah anak yang ditungu-tunggu yang dikirim Roh Kudus untuknya. Sekian lama Willy Soemantri mencari anak yang mampu menyanyikan lagu “S’mua Baik” sebagai lagu pembuka untuk kasetnya yang baru namun tidak juga ia dapatkan sampai akhirnya ia bertemu dengan Shane. Sungguh, anugerah yang luar biasa bagi Shane karena terpilih.

Berani di Panggung

     Karena masih tergolong balita, Shane tentu belum bisa membaca lirik apalagi not lagu. Maka iapun memakai sistem hafalan dan ternyata Shane adalah anak yang mudah menghafal syair – syair lagu. “Tiga, empat kali dia mengingat bisa langsung hafal,” ujar Krishyan Lie, sang ayah.

     April 2005, Shane akhirnya bisa masuk dapur rekaman bersama Willy Soemantri di usianya yang baru tiga tahun. Debut perdananya adalah ikut menyanyi dalam album WS Kids Worship walau Shane baru tiga bulan menjadi murid di sekolah milik arranger musik rohani ternama itu. Bahkan lagu “S’mua Baik” yang dinyanyikan Shane saat umurnya baru tiga tahun itu, saat ini sudah dijadikan ringtone oleh semua provider yang ada.

     Shane yang sangat suka mendengarkan lagu-lagu dari penyanyi rohani ternama Jeffry S Tjandra ini kembali terlibat dalam album WS Kids Praise. Dan lagu “Ada Semut” ciptaan Willy Soemantri yang dinyanyikannya menjadi lagu favorit yang sangat digemari oleh anak-anak sekolah miggu.

      Saat ditanya apakah ia grogi ketika menyanyi di atas pangggung untuk pertama kalinya, Shane menjawab : “ Nggak !”. Shane menjelaskan bahwa ia senang jika bernyanyi di atas panggung. Bahkan ketika diajak ke mal untuk jalan-jalan, Shane yang penggemar film Mickey Mouse Clubhouse dan Doraemon ini, mengira ia akan menyanyi.

Pelayanan

     Murid sekolah minggu Gereja Bethel Indonesia Kristus Itu Ajaib BSD ini ternyata sudah aktif melayani di gereja khususnya di bidang tarik suara. Bahkan anak lelaki yang lahir di Jakarta, 20 November 2002 ini juga sering diundang menyanyi di gereja-gereja lain dan berbagai acara rohani. Salah satu pengalaman istimewanya ketika Oktober 2007 lalu, Shane menyanyi di acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pdt. A.H Mandey dan Pdt. Dr. Yakub Nahuway bersama dengan penyanyi rohani dan pendeta-pendeta terkenal seperti Welyar Kauntu, Vetry Kumaseh, Pdt. Fecky Angkouw dan beberapa artis lainnya di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Dia termasuk penyanyi yang paling kecil sampai-sampai nggak kelihatan diantara 35.000 pengunjung,” kenang sang ayah mengingat pengalaman Shane di KKR tersebut.

     Walau memiliki banyak pengalaman sebagai soloist maupun bernyanyi dengan penyanyi dewasa ternyata Shane, yang juga ikut terlibat menyanyi di album kompilasi “Kupercaya JanjiMu”, tetaplah seorang anak kecil yang lugu. Hal ini terbukti ketika padanya ditanyakan mana yang lebih ia suka, menyanyi di gereja atau di Doraemon (Shane sering menyanyi di acara-acara off air Doraemon seperti di Plaza Semanggi, Balai Kartini Jakarta, bahkan sampai ke Bandung Indah Plaza)? Maka pemenang lomba foto model ini menjawab polos, “Lebih enak nyanyi di Doraemon, abis hadiahnya banyak sih”. Jawaban jujur Shane tersebut tertentulah dapat dipahami mengingat ia masih anak-anak yang lebih tertarik dengan banyaknya mainan seperti yang ada di acara Doraemon tersebut.

Masih Kecil tapi Sibuk

     Walaupun baru berumur enam tahun, hari- hari Shane Farrell banyak diisi dengan berbagai kesibukan seperti les sempoa, keyboard, dan yang pasti les menyanyi. Anak penuh bakat yang juga ingin menjadi penyanyi sekuler ini ternyata memiliki talenta lain yaitu bisa memainkan piano. Bahkan Shane bukan saja memiliki bakat seni tetapi murid kelas satu Surya Bangsa School, Karawaci ini mengaku ia selalu mendapat nilai bagus hampir di seluruh mata pelajaran di sekolah.

     Meskipun Shane Farrell masih kecil tetapi ia bisa dijadikan contoh sebagai seseorang yang mengisi hidupnya dengan banyak hal yang berguna bahkan sejak usia dini. Terlebih lagi, ia tidak hanya memiliki wajah lucu mirip Boboho, bakat musik dan kepintaran tetapi juga memberikan talentanya tersebut untuk memuliakan Tuhan. (Yla/DV / Praise #3 / 2008)    
Sumber: www.majalahpraise.com

 


COMMENT


.news-comments powered by Disqus