SEMINAR WORSHIP LEADER

Published On Juni, 27 2019 | By Wahyu Syahputra Rajagukguk

SEMINAR WORSHIP LEADER

"PROPHETIC MINISTRY"

15 Juni sd 6 Juli 2019

 

Jakarta Praise Online, 27 Juni 2019

 

LATAR BELAKANG DIADAKAN

      Seminar Worship Leader (WL) yang diadakan pada tanggal 15, 22, 29 Juni dan 6 Juli 2019 merupakan Salah satu kegiatan dari Kursus Musik Praktis (KMP) Mazmur Daud (MazDa).  KMP Mazmur Daud yang didirikan bulan Juni 2018 oleh Bp. Yusak Itong, M.Th. pertama kali hanya membuka kelas keyboard yang dilatih langsung oleh Bapak yang menjadi Dosen di STT REM ini. Pembentukan kelas keyboard ini adalah hasil dari diselenggarakannya KUPAS MUSIK (seminar) Pertama bulan Mei tahun yang lalu dengan jumlah siswa private 12 orang an. Kemudian pada bulan Mei 2019 dibuka kelas vokal yang dilatih oleh Ibu Lia Melinda. Dinamakan Kursus Musik Praktis, karena metode yang diajarkan hal-hal pratis sehingga diharapkan 3 sd 6 bulan siswa sudah dapat menyelesaikan 1 level dasar dan langsung praktek menyanyi dan main musik keyboard.  Karena adanya permintaan akan kebutuhan untuk memimpin Pujian dan Penyembahan, maka Seminar WL dibuka untuk peserta umum, diharapkan ada 20 peserta yang daftar. Tetapi peserta mencapai 60  orang dari 10 denominasi dan 10 tempat yang berbeda. Jika dijumlahkan dengan mahasiswa STT REM, maka ada 70 sd 80 peserta yang mengikuti Seminar WL ini.

TUJUAN DIADAKAN

Untuk mengadakan Seminar WL, Bp. Yusak Itong menggandengan Bp. Dave Michael S.Pd.K. sebagai pembicara, karena pengalaman Pak Dave selain menjadi pembicara juga sebagai Worship Leader. Tujuan Seminar WL ini mau mengembalikan apa yang hilang dalam persyaratan tim Musik yang dibentuk oleh raja Daud. Di dalam I Tawarikh 23 dapat dilihat bahwa Daud memberi syarat yang begitu ketat kepada tim musiknya. Dari 38.000 orang Lewi, hanya diambil 4.000 (±10%) orang yang menjadi tim musik. Dari 4000 orang ada 288 orang sebagai tim inti yang ahli seni (I Tawarikh 25:7). Artinya Daud membuat syarat :

  1. Orang yang mau masuk ke dalam tim pujian/penyembahan harus punya bakat musik (Skill). Jika tidak memiliki bakat/talenta dalam bidang tersebut, lebih baik melayani bidang yg lain seperti penerima tamu, kolektan, multimedia dan yang lainnya.
  2. Kekudusan (Santification) I Tawarikh 15:12-15 & II Tawarikh 5:11.
    Menjadi seorang Worship Leader haruslah kudus. Sebab seorang Worship Leader akan menjadi mediator/penghubung/saluran antara Tuhan dan umatNya. Saluran harus steril.
  3. Rendah Hati (Submission) I Tawarikh 25:2-7.
    Seorang Worship Leader juga harus rendah hati, mau ditegur, diarahkan dan diperintah oleh orang yang memiliki ototitas di atasnya.
  4. Kepekaan (Profetik).
    Istilah profetik, dipakai untuk menggambarkan karunia yang harus dimiliki seorang Worship Leader, supaya memiliki kepekaan terhadap suara Roh Kudus dalam melayani Tuhan. Karena tanpa kepekaan suara Roh Kudus di dalam pelayanan, para pelayan Tuhan yang hanya memakai bakatnya saja, akan menjadi seorang entertainer yang menjadikan mimbar sebagai pertunjukkan dan bukan untuk pelayanan. 


Salah satu peserta Seminar Worship LeaderPs. Dewi Dirgantoro yang juga seorang pengajar kelas Worship Leader di Jawa Tengah dan sudah berpengalaman melayani ±27 Tahun menyampaikan pendapatnya mengenai Seminar WL : “Sebagai manusia biasa, saya ingin menggali ilmu lebih dalam lagi supaya ketika saya mengajar di luar sana, ada input yang bisa saya bagikan. Saya sangat setuju dengan yang dikatakan pak Yusak, tentang perlunya  Pelayanan Profetik karena Worship Leader bukan hanya sekedar skill tapi benar-benar harus punya Profetik itu. Dan ketika saya sedang memimpin pujian saya bukan lagi show, tetapi saya sedang datang ke hadirat Tuhan. Sehingga, banyak orang yang terjamah, terberkati, dipulihkan, disembuhkan mujizat terjadi ketika kita menjadi seorang pemimpin pujian,” ujar Pastor JKI Gideon Karismatik, Cibubur, Jawa barat ini.

Tidak jauh berbeda dengan Pak Yosua Ongko  Yuwono salah satu anggota dalam komunitas yang  bernama The New Beginning (TNB) Worship.Menyampaikan pendapatnya mengenai Seminar Worship Leader  yang sangat membantu beliau menambah referensi untuk membimbing tim Praise &Worship di Gereja Palmerah. Beliau juga menambahkan bahwa untuk melakukan pujian penyembahan bukan hanya sekedar tampil di depan, performancedan akhirnya menjadi entertain (red. : pertunjukan menghibur) tetapi juga harus punya karunia profetik.


DIBUKA KELAS WORSHIP LEADER
Dari seminar ini diharapkan para Worship Leader (WL) mengerti cara menyusun lagu, tema, opening dan juga mengetahui karunia yang dimiliki serta cara menggunakannya. Setelah seminar ini, akan dibuka juga kelas Worship Leader yang terdiri dari 5-15 orang yang    merupakan kelas praktek. Kelas ini akan menjelaskan mulai dari persiapan menyusun lagu hingga `menampilan` dalam pelayanan Praise &    Worship.

     1. Pemilihan dan penyusunan lagu sesuai tema dan memperhatikan Kunci Nada.
     2. Berbagai alternatif  OPENING (pembukaan) ibadah.
     3. Kreativitas dalam TRANSISI lagu
     4. Kekayaan perbendaharaan kata dalam BERMAZMUR.
     5. Progresi Chord dalam bermazmur.
     6. Tehnik memimpin pujian dan penyembahan.

Kelas ini lebih menitikberatkan pada praktek dan pelatihan supaya peserta mendapatkan
hal-hal yang praktis di dalam pelayanan Praise & Worship.

KELAS PADAT INI DIBUKA UNTUK UMUM dg WAKTU yang TERBATAS juga ( 1 Bulan: 4 kali pertemuan) rencana diadakan hari SELASA malam Pk 19.00 sd 21.00 WIB.
Tempat : Kampus STT REM Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4G-K, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pembicara :
-  Bp. Yusak Itong S.M.Th (Pimpinan Yis Production, Majalah PRAISE, Pembicara,
   Musisi, Instruktur Musik, Dosen STT REM).
-  Dave Michael S.Pd.K. ( WL, Pembicara KKR, Dosen STT REM).
-  Lia Melinda (penyanyi solo, guru vokal dan paduan suara)

Contact Person : 081908116111 (Kezia) dan 0818740367 (Wahyu)

(Yos/Why/Yis)
 


COMMENT


.news-comments powered by Disqus