Sekilas Mengenal Sejarah Si “Bayi Gitar” Ukelele

Sekilas Mengenal Sejarah Si “Bayi Gitar” Ukelele

Published On Desember, 13 2012 | By Kezia

Di kalangan penggemar musik keroncong, tentunya tak asing lagi dengan alat musik berbentuk gitar kecil yang dikenal dengan nama ukelele. Karena bentuknya yang mini, seringkali ukelele disebut dengan sebutan “bayi gitar.” Berikut sekilas sejarah mengenai asal-usul ukelele ini.
    Ukulele adalah alat musik petik sejenis gitar berukuran kecil, sekitar 20 inci, dan merupakan alat musik asli Hawai ditemukan sekitar tahun 1879. Sedangkan alat musik itu sendiri diperkirakan datangnya dari kepulauan Hawai kurang lebih pada abad ke 16.
Di Hawaii (1879)
    Konon Ukulele ditemukan di Hawaii tahun 1879, pada waktu itu suatu perjalanan imigran Portugis antara tahun 1878 dan 1913, dimana lebih dari 20.000 orang laki-laki, perempuan dan anak-anak bangsa Portugal melakukan penjelajahan berbahaya dari Madeira (Azores) melalui Afrika Selatan dan meninggalkan daratan Portugal menuju Pulau Hawaii untuk memulai hidup baru di Pulau tersebut. Salah seorang membawa gitar kecil yang disebut juga Braginho di Braga (Portugal) yang kemudian menjadi alat musik populer di Hawaii dengan ukuran yang lebih kecil, mudah dibawa dengan 4 senar saja, dan kemudian dalam perjalanannya disebut Ukulele.
    Ukelele disebut juga dengan nama “bayi gitar” karena ukurannya yang kecil, dan mudah dibawa kemanapun dalam perjalanan. Ukelele sangat populer terutama di seluruh Polinesia, dan Kepulauan Hawaii khususnya.
    Meskipun demikian, ukelele dalam perkembangannya juga menyebar ke berbagai tempat, dari sebelah timur Amerika Serikat ke Jepang dan Eropa. Pemain profesional seperti Lyle Ritz, Led Kaapana, Herb Ohta, Chino Montero, Troy Fernandez, Ben Chong, Peter Moon, Byron Yasui, Andy Sexton, B.B. Shawn, Moe Keale, Tracey Terada, Jake Shimobokura, dan masih banyak lagi orang yang mana membuktikan bahwa ukelele telah mendapat tempat dan akan selalu mendapat tempat teratas dijajaran alat musik bersenar.
    Gitar "kecil" ini memiliki 4 sampai 10 senar dan memiliki nada yang besar dan suara yang indah. Ukelele biasanya digunakan sebagai instrument tunggal atau untuk mengiringi berbagai macam alat musik, mulai dari klasik sampai jazz, dan sekarang country, reggae, dan musik rock.
Pelaut dan pedagang Portugal merupakan yang pertamakali membawa "gitar kecil" ke Hawaii, dan diperkenalkan serta dimainkan di depan umum untuk pertamakalinya oleh seorang pendatang Portugal Joao Fernandez, pada 1879. Ukulele kemudian disebut dengan Braginho karena dibuat pertamakali di provinsi Braga, Portugal.
    Disamping itu, “gitar kecil” ini juga dikenal sebagai cavaquinhos, yang berarti "sepotong kayu kecil." Tetapi sekarng nama "ukulele" "(dari asal kata oo-koo-lay-lay) dipakai, dan telah diterima diseluruh dunia. ." Uku di Hawaii berarti kutu, alias "kutu loncat.” Fernandez sangat mahir memainkan ukelele ini, dan jari-jemarinya dengan cekatan dan seperti terbang ketika memainkan lagu dan memetik kord. Ukulele modern terbagi menjadi 4 bagian: soprano (atau standar), koncert, tenor dan  baritone.

DI INDONESIA (1880)
    Di Indonesia sendiri, alat musik ukulele ini dibawa oleh armada Portugis (1512) pimpinan Alfonso d’Alburqueque ke kepulauan Maluku. Bunyi alat musik dan nyanyian para pelaut ini dirasa aneh oleh para pribumi, karena mereka terbiasa dengan bunyi pentatonic. Mereka berusaha untuk menirukannya, tetapi terbentur suatu kenyataan bahwa cengkok serta gaya musik tradisional sangat mempengaruhi penyajian musik para pribumi itu. Inilah yang kemudian menjadi embrio musik keroncong.
    Bagi bangsa Indonesia, nama itu ada maksud dan ada tujuannya. Alat musik gong disebut sebagai gong karena kalau dipukul menghasilkan bunyi “gooooooong”. Dinamakan kenong, karena kalau dipukul akan berbunyi “nooong”, atau kethuk yang jika dipukul akan berbunyi “thuk”. Nah untuk keroncong sendiri karena ada alat musik ukulele/ cuk/ krung yang kalau dibunyikan akan menghasilkan bunyi “crung”.
Alat musik ukelele ini ada yang mempunyai 4 utas tali senar dan ada juga yang hanya 3 utas tali senar. Untuk yang 4 senar disebut juga ukulele stem A, memiliki stem nada : g2-b2-e2-a2.  Untuk yang 3 senar disebut juga ukulele stem E, memiliki stem nada : g2-b1-e2. Khusus pada ukulele stem E senar b1 yang terletak di tengah memiliki ukuran yang lebih besar daripada senar lain yang ada di atas dan di bawahnya. Dalam musik keroncong menjadi alat musik utama dengan suara crong, crong, crong, sehingga musik asli Indonesia tersebut disebut keroncong sejak 1880.
    Pada tahun berikutnya, ukulele dibawa ke Pulau Ambon, mampir ke Makassar, dan akhirnya menjadi alat utama musik Keroncong di Kampung Toegoe (Cilincing, Jakarta Utara). Sehingga sampai kepada lagu yang diiringi alat musik tersebut, maka lagu itupun dinamakan lagu keroncong. Demikianlah musik keroncong ini berkembang dari abad ke abad dan diterima sebagai musik Indonesia dengan ukelele sebagai salah satu alat musik pengiring.
    Lagu Keroncong Portugis atau Keroncong Moresco yang pertama popular di masa itu adalah Prounga, lagu ini sangat disenangi penduduk Kampung Bandan. Jenis keroncong seperti Prounga ini akhirnya disbut Keroncong Bandan. Prounga adalah keroncong rohani yang biasa dinyanyikan di gereja saat itu dengan menggunakan gitar kecil sebagai salah satu instrumennya. (Flo/PRAISE #16). Sumber : www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus