SEJARAH MUSIK GEREJA PADA ZAMAN KRISTUS

SEJARAH MUSIK GEREJA PADA ZAMAN KRISTUS

Published On Desember, 12 2012 | By Majalahpraise Admin

BUKU NYANYIAN TUHAN YESUS
 
    Tentu saja orang-orang Kristen yang mula-mula menyanyikan mazmur-mazmur dan pujian-pujian lain yang terdapat dalam Perjanjian Lama. Dengan kata lain,mereka bernyanyi dalam budaya Yahudi. Alkitab memberi tahu bahwa setelah Perjamuan Terakhir, Yesus menyanyikan sebuah nyanyian pujian bersama para murid-muridNya (Matius 26:30 bnd Markus 14:26); kemungkinan besar yang dinyanyikan adalah Mazmur 113-118, yang secara tradisional dinyanyikan pada perayaan Paskah. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini jilid II (hal.121) menjelaskan “Buku doa (Mazmur) inilah nampaknya yang Dia (Yesus) pakai dalam kebaktian sinagoge, dan buku nyanyianNya dalam perayaan Bait Suci.”
       Dalam Matius 26:30 dicatat bahwa “Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.” Terjemahan KJV (King James Version) : And when they had sung an hymn, they went out into the mount of Olives. Terjemahan Yunani : kai {dan} humnê`easantes {menyanyikan `hymne`} exê`ealthon {mereka pergi} eis {ke} to oros {gunung/ bukit} tô`f4n elaiô`f4n {zaitun}.
    Kitab Talmud Yahudi menjelaskan adanya tradisi menyanyikan mazmur dalam Bait Allah kedua. Rupanya Tuhan Yesus dan para muridNya masih memakai kitab ini sebagai buku doa dan songs book mereka.
 
TIGA JENIS NYANYIAN GEREJA MULA-MULA

    Rasul Paulus membantu kita untuk mengenal jenis lagu yang beredar ketika gereja mula-mula lahir. Dia mencatatnya dalam Efesus 5:19 : “dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.” Terjemahan KJV : Speaking to yourselves in psalms (Yun : psalmois) and hymns (Yun : humnois) and spiritual songs (Yun : ô`f4dais), singing and making melody in your heart to the Lord. Tiga jenis nyanyian ini pun ditulis lagi dalam Kolose 3:16 sebagai : Mazmur, Puji-pujian  dan Nyanyian rohani.
     Secara singkat dapat dijelaskan bahwa “Mazmur", Yunani:  dari kata  (memetik dengan jari), adalah syair yang dinyanyikan, biasanya diiringi dengan musik. Sedangkan "Kidung puji-pujian", Yunani  dari kata •`5f•`5f•`5f•`5f - hudeô`f4 (mengadakan peringatan, perayaan), adalah lagu yang berisi pujian kepada Allah, pahlawan, orang-orang besar. Seperti yang ditulis di atas, saat sebelum kematianNya, Yesus Kristus pun "menyanyikan kidung puji-pujian" bersama dengan para muridNya, satu hari sebelum ke taman Getsemani di bukit Zaitun.
    Nasehat Yakobus kepada jemaat di Yerusalem bahwa kalau seseorang bergembira, baiklah ia menyanyi merupakan hal biasa dilakukan jemaat mula-mula sebagai ekspresi syukur dan sukacita mereka.
     Tetapi sebaliknya dalam Kisah Para Rasul 16:25 ditulis bahwa Paulus dan Silas malah menyanyikan puji-pujian di dalam penjara di Filipi. Dalam terjemahan KJV : And at midnight Paul and Silas prayed, and sang praises unto God: and the prisoners heard them. Dalam bahasa Yunani diterjemahkan jenis nyanyian yang dikumandangkan mereka adalah Hymne atau Kidung Pujian (Yunani : humnoun = menyanyikan nyanyian pujian `hymne)`. Seperti apakah puji-pujian ini? Tidak mungkin kita mengatakannya dengan pasti, namun dapat dipastikan bahwa mereka menyanyikan pujian    ang memuliakan namaNya, sekaligus lagu ini sebagai ungkapan rasa syukur mereka kepada Tuhan dalam segala hal yang mereka alami. Tentu dalam keadaan seperti itu, pujian yang dinaikkan bukan hanya di bibir saja, tetapi keluar dari hati mereka, bahkan mereka menyanyi dengan suara yang nyaring karena “orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.” Dan Allah tunjukkan KuasaNya pada mereka dengan cara melepaskan mereka dari penjara. Ada kuasa di atas kidung Pujian (Hymne) juga.
    Nah kalau arti "Nyanyian Rohani", Yunani  adalah istilah umum untuk "lagu". Untuk membuat kata ini menjadi lebih spesifik biasanya ditambahkan keterangan seperti `ô`f4dê`ea pneumatikos`, "lagu rohani"; `ô`f4dê`ea kainos`, "nyanyian baru" (Wahyu 5:9;14:3); `ô`f4dê`ea mô`f4seus`, "nyanyian Musa" (Wahyu 15:3). Dalam Tafsiran Alkitab Masa Kini jilid 3 (hal. 681) dijelaskan : “Bruce menyarankan bahwa yang pertama (Kidung pujian) boleh jadi adalah nyanyian puji-pujian dan kedua (Nyanyian rohani) adalah nyanyian-nyanyian yang tidak direncanakan lebih dahulu.”
    Lukas mencatat sejumlah nyanyian yang terbit dengan spontan. Nyanyian-nyanyian ini begitu penuh sukacita sehingga sering kali diulang oleh orang-orang Kristen yang mula-mula. Nyanyian-nyanyian ini juga terdapat di antara nyanyian yang dinyanyikan dewasa ini. Di antaranya terdapat: "Magnificat” (bahasa Latin : Magnificat anima mea Dominum), nyanyian pujian dari Maria ketika mendengar bahwa ia akan melahirkan Sang Juruselamat (Lukas 1:46-55); "Benedictus”, sukacita Zakharia atas kedatangan sang Mesias (Lukas 1:66-79); “Nunc Dimittis”, ucapan syukur Simeon yang penuh sukacita karena pada akhimya Juruselamat telah datang (Lukas 2:29-32) dan "Gloria in Excelsis," nyanyian pujian para malaikat kepada Allah (Lukas 2:14). Lagu “Gloria in Excelsis” ini untuk pertama kalinya didengar dalam bentuk paduan suara malaikat. Tetapi lambat laun umat Kristen menyanyikannya juga. Lagu ini telah berkembang sedemikian rupa sehingga menjadi salah satu lagu kesayangan umat Kristen. Sejarah gereja mencatat bahwa banyak martir yang menghadapi kematian sambil mendendangkan lagu ini di bibir mereka.
    Perbedaan isi dari Kidung Pujian (Hymne) dan Nyanyian/Lagu Rohani dijelaskan oleh Warren W. Wiersbe sebagai berikut : “Puji-pujian adalah nyanyian pujian bagi Allah yang ditulis oleh orang-orang percaya yang tidak diambil dari kitab mazmur…`85Lagu-lagu rohani adalah ungkapan kebenaran Alkitab selain mazmur dan puji-pujian. Bila kita menyanyikan puji-pujian, kita mengungkapkannya kepada Tuhan; bila kita menyanyikan lagu rohani, kita mengungkapkannya kepada sudara-saudara seiman kita.” Walau komentar ini tidak sepenuhnya dapat dibuktikan, namun bisa memperkaya wacana kita akan jenis lagu-lagu tersebut.
    Nyanyian umat tebusan di Surga dalam Wahyu 4:11dan 5:9-14 kemudian dijadikan lirik  pada gereja mula-mula, "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat, dan kuasa, sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan," dan seterusnya.
    Lagu-lagu Kristen mula-mula lainnya ditulis sesudah masa penulisan kitab Perjanjian Baru.
Clement I (±`b1 30-96 M) dari Roma (beda dengan Clement dari Alexandria), yang adalah murid dari rasul Petrus dan Paulus, membantu menyelesaikan perselisihan di jemaat Korintus melalui suratnya Surat Kepada Umat di Korintus, salah satu pasal-pasal yang paling menyolok dalam surat tersebut adalah puji-pujian terhadap keseimbangan alam di bumi. Clement, sebagai seorang Paus, seorang mistis, dan sekaligus seorang seniman dalam hatinya, menyaksikan dunia yang dipenuhi oleh kemuliaan Tuhan: hasil ciptaan yang mencerminkan persatuan dan keharmonisan Trinitas Maha Kudus, dan menunjukkan suatu model bagi persatuan dan harmoni dalam Gereja. (Yis/PRAISE #8).
Sumber : www.majalahpraise.com

Bersambung : SEJARAH MUSIK GEREJA PADA ABAD PERMULAAN


COMMENT


.news-comments powered by Disqus