SEJARAH KGPM DAN TATA CARA IBADAHNYA

SEJARAH KGPM DAN TATA CARA IBADAHNYA

Published On Desember, 12 2012 | By Yusak

SEJARAH SINGKAT LAHIRNYA KGPM

Pada awal abad ke-20 sebelum Indonesia merdeka, di daerah Minahasa sudah ada gereja asal Belanda yang bernama Indische Kerk. Tetapi kepemimpinan dan keuangan gereja ini diatur oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Adanya diskriminasi antara warga Belanda dan penduduk asli Minahasa. Misalnya orang Minahasa tidak boleh menjadi Pendeta dan upahnya lebih rendah dari orang Belanda.

            Menyadari bahwa gereja Belanda Indische Kerk menjadi alat terselubung Pemerintah Hindia Belanda untuk mempertahankan penjajahan di bumi Minahasa bagian dari tanah air Indonesia dengan memperalat agama/gereja, maka pada tahun 1933 para tokoh pejuang kemerdekaan antara lain: Dr. Sam Ratulangi, A. A. Maramis, B. W. Lapian dan didukung oleh tokoh-tokoh Gereja memproklamirkan berdirinya Gereja KGPM (Kerapatan Gereja Protestan Minahasa), sebagai Gereja Nasional, Gereja Merdeka, Gereja Perjuangan yang lepas dari Indische Kerk dan menjadi gereja otonom yang dipimpin dan dikelola oleh putra bangsa asal Minahasa tanpa campur tangan dalam bentuk apapun dari Pemerintah Hindia Belanda. Sebagaimana diketahui ketiga putra bangsa tersebut mendapat bintang Mahaputra dari Pemerintah Republik Indonesia. Dalam sejarah gereja di Indonesia,

Tercatat, pada 25 Maret 1933 dalam suatu rapat di Manado, diputuskan untuk mendirikan satu sinode gereja dengan nama KGPM. Pengurus yang terpilih pertama kali pada waktu itu adalah J.Jacobus (ketua), Z.Talumepa (wkl.ketua), Bernard Wilhelm Lapian (Sekretaris), dan N.B.Pandean (Bendahara). Kemudian, KGPM melepaskan diri dari Indische Kerk pada 29 Oktober 1933 dan sejak itu menyatakan diri sebagai gereja yang berdiri sendiri. Jadi KGPM adalah salah satu gereja tertua di Indonesia dan gereja tertua di Indonesia bagian timur.

Dalam perkembangannya setelah melewati 78 tahun KGPM di tahun 2012 terus memperlengkapi jemaat/sidang-sidang yang ada, sekarang memiliki data : 221 gereja /jemaat di 26 Wilayah bertotal 73.964 jiwa. Memiliki 137 Gembala (pendeta) ditambah 4.782 pelayan lainnya. Wilayah pelayanannya bukan hanya di Sulut, tetapi juga di Gorontalo, Jakarta, Banten, Yogyakarta, dan masih banyak lagi.

`           Periode Pelayanan Tahun 2010-2014 KGPM dipimpin oleh Gembala  Tedius K. Batasina, STh (ketua Umum), Gembala  Joppy A. Laloan, MTh (ketua Majelis Gembala), Gembala  Fetricia Y. Aling, MTh (Sekretaris Umum).

BENTUK LITURGI MINGGU KGPM

Pada  ibadah Minggu, KGPM menggunakan 5 (lima) bentuk liturgi dan dibuat dua versi : A dan B. Bentuk A dapat disebut sebagai tata ibadah yang dominan dipimpin oleh khadim dan pendamping khadim. Sedangkan bentuk B dirancang untuk melibatkan interaksi dengan jemaat secara litani.

Mengapa menggunakan 5 bentuk ibadah minggu? Selain digunakan secara bergantian untuk mencegah kejenuhan, minggu ke-1  sampai minggu ke-5 bulan berjalan, juga punya arti tersendiri. Gembala Joppy Albert Laloan, M.Th (Ketua Majelis Gembala  KGPM) memberikan penjelasan mengenai bentuk liturgi KGPM sebagai berikut Bentuk 1 lebih  banyak mengangkat  konteks jemaat lokal sebutan yang sering dipakai Sidang (jemaat) setempat. Bentuk 2  mengangkat konteks ber-KGPM secara menyeluruh tidak dapat dilepaskan dari persekutuan dengan Sidang-sidang lain. Bentuk 3 mengangkat konteks regional, KGPM tetap menjalin hubungan oikoumene dengan gereja-gereja di daerah dengan denominasi apapun.

Bentuk  4 mengangkat dan mengekspresikan konteks Nasional sebagai bentuk kebersamaan dengan gereja-gereja yang ada di Indonesia karena memang KGPM lahir sebagai gereja yang  berjuang dalam konteks kebangsaan. Bentuk 5 mengaktualisasikan KGPM sebagai bagian dari gereja yang Universal, KGPM adalah bagian dari gereja-gereja di seluruh dunia.”

            Di samping bentuk tata ibadah minggu  dan tata ibadah khusus (tidak dibahas di sini), KGPM juga menggunakan tata ibadah persekutuan doa dan tata ibadah kreatif yang sering digunakan dalam dalam ibadah Penyegaran Iman Jemaat (PIJ) atau KKR yang di gereja lain disebut sebagai bentuk Praise and Worship.

Unsur-unsur penting dalam liturgi KGPM

Bagian I merupakan Ajakan Untuk beribadah (Panggilan Beribadah).

Bagian II Votum.

Bagian III adalah mengarahkan jemaat pada landasan firman Allah yang menjadi dasar bimbingan dalam ibadah atau sama dengan tema yang menjadi konsentrasi pembahasan firman Allah dalam ibadah.

Bagian IV membangun kesadaran diri untuk mengakui kesalahan dan dosa untuk memperoleh pengampunan dari Tuhan.

Bagian V penyampaian berita anugerah merespon kejujuran yang dinyatakan lewat pengakuan dosa sebagai berita pengampunan dosa.

Bagian VI amanat hidup baru disampaikan untuk membangun komitmen dalam perjalanan hidup selanjutnya sebagai respon terhadap anugerah pengampunan.

Bagian VII menyatakan pengakuan iman Rasuli.

Bagian VIII Pemberitaan firman Allah.

Bagian IX adalah doa syafaat.

Bagian X mengenai persembahan.

Bagian XI yang terakhir permohonan berkat untuk jemaat dan seluruh yang hadir dalam ibadah sebagai bentuk pengakuan akan manfaat  ibadah sekaligus meyakini Allah sebagai sumber berkat dan kekuatan akan menyertai seluruh umat dalam aktivitas sesudah ibadah.

 

Nyanyian yang dipakai dalam ibadah

KGPM sebagai gereja pada awalnya menggunakan nyanyian Mazmur dan Dua Sahabat Lama. Dengan kehadiran Kidung Jemaat maka Nyanyian dalam ibadah didominasi dengan lagu-lagu dalam Kidung Jemaat. Selain itu Lagu-lagu Pop Rohani perlahan-lahan mulai dipakai sebagai bagian yang dinyanyikan dalam ibadah. Selanjutnya Nyanyian Kidung Baru kemudian dijadikan bagian yang diikutsertakan dalam penyelenggaraan ibadah untuk dinyanyikan. Perkembangan terakhir khusus untuk kreativitas penyelenggaraan ibadah, mulai ada ibadah yang menggabungkan seluruh unsur nyanyian yang disebutkan di atas tadi. Dan KGPM dalam perkembangannya memiliki warga sebagai pencipta lagu yang kemudian lagu-Lagu Ciptaan Warga KGPM yang terinspirasi dari kebenaran Firman Allah dan perjuangan iman warga itu dinyanyikan juga dalam ibadah sebagai bagian dari ekpresi sukacita iman.

Bio Data 

Nama lengkap : ROLLY IRIANTO LIOW, STh

Tempat/tgl Lahir: Kawangkoan, Minahasa: 18 Juli 1962

Nama Istri       : NETTY Y. KOMALING

Nama  Anak     : Roy Imany Th. Liow &Timotheos Injily Liow

Jabatan sekarang di gereja (2011) :

1.Ketua Pimpinan Majelis Sidang : KGPM  Sidang “Mesias” Ranomut Manado

2.Wakil Ketua Bidang Persekutuan dan Penggembalaan Majelis Gembala KGPM

 

(Diambil dari PRAISE #22).

Sumber : www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus