Sammy dan Sari Simorangkir

Sammy dan Sari Simorangkir

Published On Desember, 19 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Beda Jalur Satu Tujuan

Siapa yang tidak kenal dengan sepasang kakak beradik Sari dan Sammy Simorangkir yang keduanya sama-sama sukses berkarier di dunia musik. Bedanya Sari memilih menekuni jalur musik rohani sedangkan Sammy adiknya lebih memilih jalur musik sekuler.

Seperti apakah sesungguhnya perjalanan karier mereka dan bagaimana pengaruh musik yang mereka geluti dalam kehidupan mereka. Ketika ditemui sehari jelang konser Sari “The Creator”, keduanya pun tak enggan membagikan sekelumit kisah hidup mereka kepada PRAISE.

Hendra Samuel Simorangkir atau lebih dikenal dengan sebutan Sammy ini sebelumnya dikenal sebagai vokalis band Kerispatih. Karier putera dari pasangan Doli Natalis Simorangkir dan Tiur Ida Simanjuntak ini dimulai lewat ajang Indonesia Idol musim pertama hingga 30 besar.

Bersama Kerispatih, ia telah menelurkan satu album kompilasi, GULALIKUSTIK (2004) dan 3 album tunggal Kerispatih, KEJUJURAN HATI (2005), KENYATAAN PERASAAN (2007) dan TAK LEKANG OLEH WAKTU (2008).

Sammy yang telah menyelesaikan studinya di Institut Musisi Indonesia Jurusan Perkusi ini kembali namanya menjadi perbincangan publik di penghujung 2009. Ia terjerat kasus narkoba yang kemudian mengantarnya untuk sementara waktu mendekam dibui dan kemudian dipindahkan ke rehabilitasi narkoba.

Selesai menjalani masa hukuman atas kasus narkoba, lajang kelahiran Bandung, 8 September 1982 ini mantap untuk kembali menekuni dunia musik dengan memilih solo karier. Sammy pun memilih untuk tidak menggunakan perusahaan rekaman sebelumnya Nagaswara, dan hijrah ke lebel Pro M.

Bertekad Memperbaiki Hidup

Ke depannya, Sammy bertekad untuk memperbaiki hidupnya terlebih dahulu, dan membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya bisa kembali. Sammy pun mengakui bahwa dirinya tidak bisa jauh dari keluarga.

“Keluarga saya adalah kekuatan saya. Di saat teman-teman meninggalkan, mencibir, menertawakan saya, tetapi keluarga saya tetap mendukung saya. Saya terharu. Di saat orang dekat menjauh, tapi orang-orang yang jauh malah memberikan dukungan kepada saya,”ucapnya. Tidak berjalan sendiri setelah diberhentikan dari bandnya, mantan vokalis Kerispatih itu mengaku mendapat dukungan dari beberapa musisi top Indonesia. Salah satunya komposer muda Andi Rianto dan Pongky. Saat ini, album solo perdananya itu masih dalam tahap pengerjaan. Berbeda dengan pengerjaan proyek band, kali ini Sammy merasa lebih leluasa. Ada yang berbeda dengan solo album perdananya kali ini, yang mana akan ada warna orkestra di dalamnya. “Ini memang dunia yang baru buat saya. Dunia baru yang menyenangkan. Kalau dulu kan harus dirembukin sama-sama. Kalau sekarang lebih ke keinginan saya saja,”tuturnya. Bungsu dari tiga bersaudara ini pun menepis anggapan bahwa keikutsertaannya dalam konser Sari sebagai pengisi kekosongan pasca dirinya keluar dari rehabilitasi narkoba. “Kebetulan ini adalah konser kakak saya saja, bukannya untuk mengalihkan dunia atau mengalihkan kegiatan. Nggak juga. Tapi memang ini kesempatan untuk ngasih sesuatu yang selama ini belum saya kasih ke Tuhan saja,”ujar pria yang hobby makan sate ini.

Tidak Mau Aji Mumpung

Ketika ditanya apakah ada keinginan untuk beralih ke musik rohani, dengan tenang ia berujar,”Kalau rohani itu sih kapan saja. Tapi kan hidup saya memang fokus ke musik sekuler. Mungkin yang rohani, kakak sayalah yang mewakili. Tetapi dengan kejadian kemarin, dan bangkitnya saya bisa berubah seperti sekarang dengan jamahan Tuhan, kan orang nggak perlu giliran jatuh, pas sudah bangun, wuih langsung bikin album rohani. Nggak perlu seperti itu,”tuturnya. Lalu mengapa kemudian dia memilih untuk bersolo karier di dunia musik, dijawabnya dengan enteng,”solo kan duitnya lebih gede,”ujarnya berseloroh. Lewat peristiwa yang menimpanya beberapa waktu lalu, rupanya memberikan sebuah pembelajaran yang berarti bagi bungsu dari tiga bersaudara ini. “Buat saya, pembelajarannya adalah,kalau kamu bisa kasih ke dunia, dengan segala apa yang Tuhan sudah kasih, ya setidaknya kita menyisihkan sedikit waktu untuk Tuhan. Tuhan hanya minta sedikit waktu kok, kemarin nggak saya lakukan,”tukas Sammy. Karena kesibukan yang begitu menyita waktu dan tenaga ketika masih bergabung dengan bandnya yang sebelumnya membuat Sammy lupa akan Tuhan sesaat. “Saya akui, saya hanya manusia. Di cubit juga daging kok, lembek nggak kayak tembok. Jadi memang lemah. Sekarang baru saya sadari,”urai Sammy.

Ketika Jatuh, Tuhan Tidak Meninggalkan Saya

“Yang saya senang, dan bisa saya bagikan saat ini adalah saat saya jatuh, saya dulu berpikir bahwa Tuhan sudah meninggalkan saya. Tetapi ternyata tidak. Saya masih bisa ada disini, dan masih ada yang mempercayakan dari label yang cukup besar, saya masih bisa mengerjakan proyek album dibantu oleh musisi terkenal yang tadinya saya tidak kenal saat saya masih di Kerispatih, itulah justru, bagian Tuhan, Tuhan kerjakan, dan bagian saya, saya kerjakan,”tukas Sammy. Tentang bagaimana tanggapan pecinta musik ketika album solonya keluar sebelum pertengah tahun ini, Sammy dengan mantap menjawab,”buat saya, yang penting saya tetap berkarya, Tuhan sudah kasih talenta saya seperti ini, ya saya hanya lakukan. Saya lakukan tugas saya dan Tuhan lakukan bagianNya.”

Secara jujur Sammy juga mengatakan belum ada niatan untuk mengikuti jejak kakaknya bermusik di dunia rohani. “Saya tidak mau dinilai orang, wah giliran sudah jatuh saja baru buat album rohani. Biarkan semua berjalan sesuai dengan apa adanya. Kalau diminta untuk pelayanan menyanyi di gereja sekali waktu, Sammy tidak akan menolaknya. pasti akan saya lakukan. “Mungkin saya sudah dikasih Tuhan segalanya tetapi saya tidak memberikan waktu sedikit pun untuk gereja. Dulu saya lupa itu. Untuk rohaninya, saya tetap akan menjaga komunikasi saya dengan Tuhan,”ujarnya.

Doa Bunda untuk Sammy Melayani

Keikutsertaan Sammy dalam konser ini tak lain adalah karena dorongan dari ibu dan kakaknya yang menginginkan dia untuk menyanyi di konser tersebut. Sang bunda mengamini bahwa memang itulah yang menjadi doanya untuk Sammy dapat mengambil bagian dalam pelayanan.”Karena sekian tahun dia jatuh dari Tuhan dan tidak bersama dengan keluarganya. Biarlah bertolak dari konser ini dapat memperbarui dia. Itu doa saya terus menerus,”urai Tiur Ida Simanjuntak ibunda Sari dan Sammy.

Selama konser berlangsung, sang bunda dari tempat duduknya tanpa jemu terus menumpangkan tangannya ke atas anak-anaknya yang sedang bernyanyi di atas panggung.

Pasca keluaranya Sammy dari pusat rehabilitasi, sang bunda juga mengakui adanya perubahan dalam diri anaknya tersebut. “Perubahan itu sudah pasti. Dia ingin bangkit, sekarang dia sedang disibukkan dengan rekaman untuk album solonya. Saya lihat dia ingin cepat untuk berkarya kembali,”tutur Tiur.

Meski tidak secara langsung mengakui, rupanya Tiur pun mempunyai harapan untuk Sammy bisa mengikuti jejak sang kakak. “Saya tidak mau memaksakan, tetapi saya hanya berdoa. Tuhan yang lebih tahu yang terbaik untuk Sammy. Dalam doa saya kepada Tuhan, saya katakan, Tuhan, dipuncak kariernya, Engkau berikan hatinya untuk diberikan sepenuhnya kepada Tuhan. Jadi bukan dari kejatuhan dia bertobat. Banyak orang bertobat karena kejatuhan, tetapi saya rindu ketika Tuhan angkat dia dan saat dia berada di puncak kariernya, saya ingin melihat kuasa Tuhan bekerja dan dia akhirnya dapat mengatakan, aku mau memberi diri untuk Tuhan. Jadi bukan karena disuruh atau bujukan dari luar melainkan keluar dari hatinya sendiri.”

“Saya ijinkan dia solo album di sekuler, karena melayani Tuhan kan tidak harus full time. Di dunia sekuler pun, umat Tuhan bisa mempermuliakan Tuhan dan dapat menjangkau yang non-Kristiani.”

Selama ini, mungkin banyak orang Kristen yang berpikir bahawa bekerja di ladang Tuhan itu berarti menjadi misionaris, menjadi pendeta, menjadi majelis gereja. Melayani Tuhan itu berarti menjadi penyanyi dan worship leader di gereja. Jika melihat kebelakang, keputusan kedua kakak beradik ini untuk memilih jalur musik berbeda memang sudah kelihatan sejak mereka mulai merintis karier menyanyi. Hal itu pun diamini sang bunda.

Sejak Awal Sari Pilih Musik Rohani

“Kalau Sari memang sudah dari awal memilih jalur rohani,”ucap Tiur.  Rupanya, hal tersebut dimulai ketika dia berhasil meraih juara pertama remaja puteri dalam pertandingan vokal untuk remaja yang diadakan di Pertamina pada tahun 1993. Kemudian, pihak panitia memberikan kesempatan bagi para pemenang untuk rekaman. Ketika itu Sari memilih untuk menyanyikan lagu rohani dari berbagai jenis lagu yang ditawarkan oleh panitia untuk dinyanyikannya.”

Kala itu belum terlihat bakat tersembunyi Sari sebagai seorang komponis lagu. Namun benih-benihnya sudah mulai ada, ketika dia mampu menganalisa syair sebuah lagu yang ditawarkan kepadanya untuk dinyanyikan.

Basaria Frida Mardani Simorangkir  atau yang biasa dikenal Sari Simorangkir dikenal sebagai seorang penulis lagu dan penyanyi yang telah bergelut di dunia musik selama kurun waktu 17 tahun. Telah banyak lagu dan album yang dihasilkannya dan memberkati banyak orang, tidak hanya di Indonesia tetapi di berbagai negara seperti Malaysia, Hongkong, Australia dan Kanada. Dan sebagai wujud rasa syukurnya kepada Tuhan, ia pun menggelar konser keduanya pada 14 April lalu bertajuk “The Creator.”

Sari Pilih Melayani di Indonesia

Apakah ada dalam benak Sari untuk Go International seperti rekannya Ruth Sahanaya, dijawab Sari seraya tersenyum simpul,”saya sih mau-mau saja. Seperti tahun lalu, kita konser di Taiwan, jadi memang mereka diberkati sekali dengan lagu-lagu kita yang di Indonesia. Khususnya lagu-lagu saya dan teman-teman TW, dan kita mengadakan konser disana, di gereja-gereja di Taiwan. Yang  hadir semua orang Taiwan yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Bahkan berbahasa Inggris saja mereka tidak bisa,”tukas Sari.

Beberapa kali mereka juga mengadakan konser di Hongkong dan Kanada. “Ada sih keinginan,”imbuhnya. Tetapi memang karena kecintaannya terhadap Indonesia yang begitu mendalam membuatnya seakan berat melangkah. “Biar bagaimana pun, saya hidup, tumbuh, makan dan diberkati di Indonesia. Saya akan jauh mencintai negara saya ketimbang negara lain. Buat saya, saya nggak kepingin muluk-muluk untuk Go-International, tetapi buat saya, kalau saya pun bisa diterima di Indonesia, saya bisa jadi berkat, dan jalan ke daerah-daerah dimana orang tidak bisa masuki, tetapi kita bisa masuki dan jadi berkat disitu, buat saya itu menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri,”tandas Sari.

“Buat saya, satu kata kunci bahwa kehidupan kita ini adalah miliknya Tuhan. Betul-betul kita balik sepenuhnya, seutuhnya itu adalah salah satu jalan dimana kita dapat memperoleh kekuatan, jawaban dan penghiburan. Karena saya percaya kita manusia tidak dapat berbuat apa-apa di luar Tuhan. Sukacita sejati itu hanya kita dapat dari Tuhan. Jadi walaupun kita menghadapai banyak tantangan dan masalah, tetapi kita tetap dipelihara oleh Tuhan. Kita tidak akan dibiarkan, kita tidak akan ditinggalkan,”tambahnya.

Layaklah apabila Sari dan Sammy bersyukur atas berkat dan pertolongan Tuhan dalam kehidupan mereka. Sama seperti Yosafat dengan seluruh tentaranya yang memiliki peranan masing-masing diantaranya ada yang memuji Tuhan dilembah Yosafat, disanalah Tuhan menyatakan pertolongan dan pembelaannya sehingga kemenangan menjadi milik mereka. (Flo / Praise #18 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus