S’mua Baik (Budi Haryanto & Tommy Widodo)

S’mua Baik (Budi Haryanto & Tommy Widodo)

Published On Desember, 14 2012 | By Kezia

    Lagu ‘S’mua Baik’ merupakan lagu yang simple, tetapi kalau dinyanyikan berulang-ulang dapat membawa kita ke dalam hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Bahkan ada yang mengkategorikan lagu ini selevel dengan ‘Amazing Grace’ karya John Newton. Di balik berbagai komentar tersebut, siapa yang menyangka kalau lagu ini kemudian menjadi warisan berharga dari si pengarang, bukan hanya untuk istrinya tetapi juga untuk Gereja Tuhan.
    Lagu ‘S’mua Baik’ diciptakan oleh Budi Haryanto dan Tommy `One Way` Widodo. Nama Tommy Widodo mungkin sudah familiar, karena Tommy adalah personil dari grup band Kristen terkenal `One Way (OW)`. Tapi banyak yang tak kenal dengan Budi Haryanto. Budi memang sudah pulang ke rumah Bapa di Surga tahun 2000. Namun, data-data seputar kehidupan dan pelayanannya dapat diperoleh melalui sahabatnya, Tommy dan juga Yani, istri almarhum. Bagi istri dan keluarganya, almarhum Budi meninggalkan warisan lewat lagu ‘S’mua Baik’.
    Menurut Tommy, almarhum Budi memang pergi dengan tidak meninggalkan warisan kekayaan apapun untuk keluarganya, tetapi lagu ‘S’mua Baik’ itulah yang sebenarnya menjadi warisan kekayaan, karena dengan mencuatnya lagu tersebut rupanya telah menjadi berkat, bukan hanya bagi Yani dan Michael anaknya, juga bagi banyak orang percaya, bahkan juga bagi orang-orang yang tidak pernah dilihat oleh Budi. Apa yang pernah dijanjikan almarhum Budi kepada Yani pada saat-saat terakhirnya, telah digenapi Tuhan dengan memelihara kehidupan istri dan anak yang ditinggalkan.
    Sayangnya, Budi tidak sempat mendengar lagu ini direkam saat ia masih ada di muka bumi ini. Lagu ‘S’mua Baik’ direkam untuk yang pertama kali beberapa tahun kemudian, dalam album anak-anak bernama Revi dan sejak itu mulai dinyanyikan di banyak gereja. Peredaran lagu ini begitu cepat dan sangat memberkati umat Tuhan, bahkan lebih dari yang Budi perkirakan. Kini lagu ‘S’mua Baik’ ini tidak hanya dapat dinyanyikan dalam bahasa Indonesia, tetapi juga telah di-translate ke dalam bahasa Jepang dan Inggris.

Terciptanya ‘S’mua Baik’

    Kisah di balik terciptanya lagu ini terjadi sekitar tahun 1991. Bermula dari persahabatan Tommy dan Budi. Saat itu mereka sama-sama belajar musik di gereja serta mulai melayani. Budi adalah anak pertama dari lima bersaudara dari sebuah keluarga yang sangat sederhana. Hobinya bermain gitar dan menciptakan lagu. Dia seorang yang rajin dan setia melayani mulai dari komsel, persekutuan doa, sekolah minggu sampai acara-acara kebaktian. Dia selalu pergi melayani ditemani sepedanya.
    Suatu hari Budi datang ke rumah Tommy dengan membawa bagian chorus (refrain) lagu ‘S’mua Baik’ dan minta Tommy untuk membuat bagian verse (bait). Akhirnya terciptalah lagu ‘S’mua Baik’ secara lengkap dalam waktu singkat karena inspirasi dari Tuhan.
    Sejak itu Tommy dan Budi berpisah. Tommy melanjutkan studi ke luar kota. Beberapa waktu kemudian Tommy mendengar Budi sakit komplikasi dan meninggal dunia. Budi meninggalkan istri dan seorang anak yang tuna rungu.
    Melengkapi kisahnya, Yani, istri almarhum menceritakan bahwa Budi pulang ke rumah Bapa di Surga pada 12 April 2000, karena mengidap penyakit jantung. Ketika penyakit Budi semakin parah, mereka sempat berpisah karena keadaan. Budi harus menjalani terapi pengobatan di Temanggung. Sementara Yani bekerja di Solo untuk membiayai keluarga. Dua minggu sebelum meninggal, dalam pertemuan terakhir mereka, Budi tampak sangat kurus, hanya kulit membalut tulang.
    Di situlah, detik-detik Budi menitip pesan kepada sang istri tercinta, agar tetap melayani Tuhan dengan setia. “Kalaupun saya dipanggil   Tuhan, Tuhan akan pelihara hidup kamu dan Michael”. Sepenggal kalimat itulah yang dipegang oleh Yani. “Dalam setiap langkah hidup kami, Tuhan Yesus selalu hadir memimpin kami hari lepas hari. Kami sadar kebaikan Tuhan tidak bisa dihitung. Kami sungguh bersyukur atas karya Tuhan yang membuat segalanya indah pada waktuNya”, ujar Yani. Michael, buah hati dari pasangan almarhum Budi dan Yani masih berumur 4 tahun ketika papanya dipanggil Tuhan.
    Enam tahun kemudian tepatnya tahun 2006, lagu ‘S’mua Baik’ sangat  booming dan memberkati banyak umat Tuhan dari berbagai denominasi. Tak pelak, Yani pun menikmati berkat secara finansial dalam bentuk royalti, karena lagu ini banyak sekali direkam dalam berbagai album rohani.
    Kisah ini sekali lagi membuktikan kebaikan Tuhan yang sungguh luar biasa kepada anak-anakNya. Jalan dan caraNya sulit terselami, namun demikian rancanganNya selalu indah. Sebelum kita ada, bahkan sebelum dunia diciptakan,  Dia sudah lebih dulu memilih kita. PilihanNya semakin jelas ketika kita percaya pada Tuhan Yesus. Bahkan Pemazmur bersaksi, “Sebelum aku lahir, Engkau telah melihat aku. Sebelum aku mulai bernafas, Engkau telah merencanakan setiap hari hidupku. Setiap hariku tercantum dalam Kitab-Mu!” (Mazmur 139:16 - FAYH). (Sumber : Praise #5). (Kisah nya dapat dibaca juga dalam buku Story Behind The Song terbitan Yis Production). www.majalahpraise.com

SMUA BAIK
Dari Semula Tlah Kau Tetapkan
Hidupku dalam TanganMu
Dalam RencanaMu Tuhan

Rencana Indah Tlah Kau Siapkan
Bagi masa Depanku
Yang Penuh Harapan

Reff :
Semua Baik Smua baik
Apa yg Tlah Kau Perbuat
di dalam Hidupku

Semua Baik
Sungguh teramat Baik
Kau jadikan Hidupku berarti


COMMENT


.news-comments powered by Disqus