Ruth Sahanaya

Ruth Sahanaya

Published On Desember, 11 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Menyanyi Adalah Ibadah

SEDERHANA DAN RENDAH HATI

       Siapa yang tak kenal nama diva Indonesia yang satu ini. Belasan album, baik sekuler dan rohani sudah ditelurkan. Ruth Sahanaya telah membuktikan dirinya sebagai salah satu penyanyi Indonesia yang benar-benar menjadikan dunia tarik suara sebagai mata pencahariannya.

       Terlahir dari keluarga harmonis yang hangat dalam kesederhanaan membuat Uthe – panggilan akrabnya -  mengerti betul bagaimana memaknai kehidupan ini, karena meskipun sudah menyandang gelar diva, toh Uthe masih saja bersikap sederhana dan rendah hati, seperti yang PRAISE lihat saat peluncuran album rohani terbarunya ‘Giving My Best’ di sebuah pusat perbelanjaan bilangan Jakarta Selatan. Uthe yang saat itu mengenakan kaos hitam bertuliskan ‘Giving My Best’ dengan santai menanggapi pertanyaan wartawan mengenai busananya yang saat itu terkesan sederhana dan tidak glamour, seperti umumnya para diva Indonesia. “Saya memang begini, sesimpel dan apa adanya. Di setiap kesempatan pun saya seperti ini,” tandas istri Jeffrey Woworuntu ini.

       Di tengah maraknya dunia musik dengan semakin banyaknya muncul bakat-bakat baru di dunia tarik suara yang lebih muda dari Uthe, tak kunjung menyurutkan nama Ruth Sahanaya dalam dunia hiburan Indonesia. “Saya sadar betul bahwa saya bisa sampai seperti sekarang ini, itu semua karena kebaikan Tuhan dan saya harus kembalikan semua pada Tuhan melalui album saya ini,” ujar Uthe yang menjelaskan latar belakang dari pembuatan album gospelnya kali ini.

       Dalam album yang berisi 10 lagu bernuansa pop gospel ini didedikasikan kepada grup musik ‘Giving My Best’ (GMB) karena keberadaan mereka dalam dunia musik rohani. “GMB punya track record yang luar biasa, mereka bukan hanya memberkati Indonesia tapi juga bangsa-bangsa lain,” tutur penyanyi yang juga tergabung dalam team pemuji True Worshippers (TW).

       Bersama suaminya, yang sekaligus menjadi managernya, Uthe menyiapkan dan mempersembahkan album ini bagi para pencinta musik Indonesia, agar semakin memberikan yang terbaik buat Tuhan. “Biarlah dengan adanya album ini nama Tuhan akan semakin tinggi dan saya semakin rendah,” ujarnya dengan rendah hati.

       Sosok Ruth Sahanaya, ternyata bukan hanya pribadi yang sederhana dan rendah hati, tapi juga berjiwa sosial tinggi. Uthe kecil pernah bercita-cita menjadi seorang perawat, karena sebuah peristiwa yang mengharukan. “Dulu saya pengennya jadi perawat. Karena waktu kakak laki-laki saya satu-satunya meninggal karena kanker, saya ke rumah sakit, dan melihat suster perawat itu kok kayaknya baik banget. Bajunya putih, tugasnya kan menghibur orang. Tapi setelah saya lihat sekarang pun saya seperti suster, menghibur dan nyenengin orang,” urai artis yang pernah tampil dalam konser amal bertajuk Force of Nature di Malaysia tahun 2005 lalu bersama Boys II Men, Backstreet Boys, Black Eyed Peas, Lauryn Hill, Eric Benet dan Wycleaf Jean.

CERMIN KELUARGA HARMONIS

       Kalau kita hanya melihat Uthe secara sekilas, pasti akan mengira Uthe adalah seorang yang jarang bicara, tertutup dan elegan atau selalu tampil wah. Tapi ternyata itu semua salah besar, Uthe adalah seorang yang ramah, ceria, periang, suka humor dan selalu menghormati orang lain. Bahkan sebuah media online khusus wanita pernah membuat serial (cerita berseri) mengenai perjalanan hidup Uthe, mulai saat ia merintis karir hingga menjadi seperti sekarang ini.

       Uthe lahir dari sebuah keluarga sederhana, di Bandung 1 September 1966 lalu, ayahnya adalah seorang pensiunan pegawai Departemen Dalam Negeri Bandung. Sikap Moderat, terbuka dan disiplin dalam keluarga Uthe terkesan pada dasar keimanan orangtua. Setiap pagi sang mama dan papa selalu menyediakan waktu untuk berdoa, dan mendoakan anak-anaknya. Sehingga hal itu menjadi panutan dalam hidup Uthe sampai sekarang.

       Sebagai salah satu diva, yang tergabung dalam grup vocal 3Diva, Uthe selalu dihadapkan pada dunia yang penuh dengan berbagai cobaan dan godaan dunia ini, apalagi karirnya di dunia hiburan yang sangat rentan dengan gossip. Dlam 3Diva, mungkin hanya Uthe yang berbeda, pasalnya meski bersama suami melakoni diri sebagai penghibur, toh Uthe tetap menjaga gaya hidup dan kelakuannya dalam menjalani profesinya. Di tengah maraknya konflik kawin-cerai para selebritis, Uthe tetap tampil meyakinkan bersama sang suami dan menjadi cermin keluarga harmonis.

       Anak ketiga dari empat bersaudara, dari pasangan Alfares Edward Sahanaya dan Matheda David ini sejak kecil sudah suka bernyanyi, mulai kelas 6 SD ia sudah aktif mengikuti berbagai lomba menyanyi dan saat itulah ia baru sadar kalau ia memiliki suara yang lumayan bagus.

MENYANYI ADALAH IBADAH

       Meski berkarir di industri musik sekuler, tapi ibu dari Nadine Emanuella Woworuntu dan Amabel Odelia Woworuntu ini juga ingin tetap melayani Tuhan. Karena baginya jika dua-duanya bisa berjalan berbarengan mengapa tidak ia kerjakan. “Setiap orang pasti diberi talenta oleh Tuhan. Saya percaya Tuhan percayakan talenta menyanyi buat saya. Pekerjaan saya adalah penyanyi. Nyanyi itu kan juga ibadah, menyanyi di sekuler atau rohani dua-duanya menyenangkan Tuhan dan bisa memberkati orang lain,” ucapnya. Baginya berkarya di musik sekuler atau rohani sama saja, hanya saja jika menyanyi lagu rohani agak sedikit berbeda. “Kalau untuk Tuhan sudah pasti sangat beda. Apa yang ada dalam lagu itu betul-betul menjadi doa, menjiwai dan mengerti isi Tuhan. Karena untuk Tuhan dan untuk manusia interprestasinya beda. Supaya orang juga bisa merasakan betapa Tuhan luar biasa,” paparnya.

       Dalam album rohani terbarunya ini, ada satu lagu yang paling berkesan di hati Uthe, tapi bukan berarti lagu yang lain tidak berkesna, hanya saja Uthe benar-benar merasakan ada perbedaan dengan lagu ini, yaitu lagu ‘Kupercaya’ (red: ciptaan Sidney Mohede). “Dalam lagu itu dikatakan Kaulah Batu Karangku, Kaulah Benteng Hidupku. Buat saya pribadi Tuhan itu betul-betul batu karang dan benteng hidup saya. Tuhan Yesus adalah segala-galanya. Penolong dalam hidup saya,” katanya mantap.

            Jemaat JPCC, Jakarta Pusat ini sadar betul bahwa keberadaannya dalam panggung hiburan Tanah Air ini sangat menjadi sorotan publik, karena itu ia selalu mengandalkan Tuhan dalam hidup saya. Uthe punya resep sendiri saat ditanya apa ritual khusus saat akan nyanyi ataupun mengenai hal-hal spritualnya. “Saya selalu berdoa setiap hari dan menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan,” jawabnya dengan pasti. (ras / Praise #9 / 2009)

Diskografi:

  • Seputih Kasih (1987)
  • Tak Kuduga (1989)
  • Kaulah Segalanya (1992)
  • Yang Terbaik (1994)
  • Usah Kau Lara Sendiri (Single)
  • Berserah Pada Yesus (Gospel)
  • Uthe! (1996)
  • Kasih (1999)
  • Yang Kurindukan (2001)
  • Greatest Hits (2002)
  • Andaikan Kau Datang (Single)
  • Bicara Cinta (2003)
  • Kompilasi 3 Diva
  • Jiwaku (2006)
  • Joyful Christmas (2006)
  • Kompilasi DI3VA - A Lotta Love (2008)
  • Giving My Best - Gospel Album (2009)

COMMENT


.news-comments powered by Disqus