Ruth Irma "OiL" Widjaja

Ruth Irma "OiL" Widjaja

Published On Januari, 03 2013 | By Vido Fransisco Pardede

``Aku sadar, aku tidak bisa berdiri sendiri``

     Kali ini PRAISE ingin memperkenalkan salah satu vokalis cantik yang kerap kali menciptakan lagu dalam setiap album OiL (One In Love), Ruth Irma Widjaja biasa disapa Irma. PRAISE membuat janji dengannya untuk melakukan wawancara di kediamannya wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara. “ Silahkan masuk mas..,” sambut seorang pembantu rumah tangga yang sepertinya sudah mengetahui maksud kedatangan kami dari dalam pagar.

     Kami pun bergegas masuk ke dalam dan terdengar kembali ucapan “Silahkan masuk..,” namun kali ini suara terdengar lebih halus dan enak didengar. Ternyata suara tersebut berasal dari seorang gadis cantik yang sudah tak asing buat kami.
Dengan ramah ia menawarkan “ Mau minum apa..?, air dingin kali ya..,” tawarnya, mungkin karena melihat raut wajah kami yang kehausan karena cuaca yang sangat panas siang itu. Setelah mempersilahkan kami untuk minum, wawancara akhirnya dimulai dengan suasana nyaman dan santai.

Seni & Sekolah      
      Jiwa seni yang terdapat pada diri Irma mengalir dari sang papi, bapak Marzuki Widjaja dan didukung sang mami, ibu Anita untuk mengikuti kursus piano saat umur 7 tahun. Tak hanya menciptakan beberapa lagu di album OiL, gadis yang lahir di Jakarta, 1 September 1989 ini juga pernah terlibat dalam pembuatan album gereja di ‘negeri singa’ (Singapura). Keaktifannya dalam pelayanan tak usah diragukan, bahkan ia pernah menjadi Worship Leader pada suatu acara yang dihadiri muda-mudi dari berbagai gereja di Canada. Walau kesehariannya akrab dengan kehidupan rohani, anak pertama dari tiga bersaudara ini tidak menyangkal kalau ia juga menyukai semua aliran musik. “ Mami dan papiku kan suka musik dan aku sudah mengenal musik dari kecil, jadi musik sudah menjadi bagian hidupku, dan bagiku musik adalah bahasa universal, aku sempat ingat..ketika aku nyanyi di sekolahku yang bertaraf Internasional, aku membawakan lagu Indonesia dan orang-orang bule yang hadir di sana sangat menikmati lagu yang aku bawakan. Jadi menurutku musik adalah universal,” pungkas dara yang juga ngefans dengan Israel Houghton ini.

      Menjalani pendidikan dari Sekolah Dasar hingga SLTA di negri singa dan melanjutkan kuliah di salah satu Universitas Kanada, dara yang mengambil jurusan Accounting ini tidak hanya dikarenakan orang tuanya memiliki banyak uang, tetapi lebih ke perasaan takut yang dialami pada saat kerusuhan di Jakarta pada tahun 1998, “ Aku yang minta untuk sekolah di sana, karena aku takut waktu kerusuhan, aku masih kecil…sekitar umur 9 tahun. Aku sudah mengertilah..suasana sudah tidak enak lalu aku ke Singapura, dari Singapura itu berkat pimpinan Tuhan juga dorongan papi dan mami, mereka inginnya aku bisa menyelesaikan sekolah di luar negri. Mungkin selain kualitas pendidikan yang baik, mereka ( red : orang tuanya) sendiri tidak dapat menyelesaikan kuliahnya karena sebenarnya dulu mereka tidak mampu, sehingga harapan mereka anak-anaknya bisa lebih baik walau jarak yang harus di tempuh sangat jauh”.

Sakit & Mujizat
      Pernah di saat dalam kesendiriannya di Canada Irma mengalami satu penyakit yang tanpa ia sadari makin lama semakin serius. Berawal dari pembengkakkan pada sendi  tangan dan kaki, maminya Anita menyarankan agar ia diurut, namun tak ada perubahan dan malah semakin parah.Waktu itu di Kanada musim dingin (salju). Irma tetap menjalankan kuliah seperti biasa, namun cuaca dingin justru menambah rasa sakit di semua sendi-sendi tulangnya. “Hal inilah yang membuat aku belajar bergantung pada Tuhan. Karena aku sadar tidak bisa berdiri sendiri dan melewatinya, sampe jongkok saja satu hal yang mudah untuk dilakukan setiap orang aku tak bisa,karena rasanya sakit sekali ,“ ujar gadis penggemar Brian Mcknight ini.
Irma pun mulai serius mencari dokter yang dapat mengobati dan memberitahu penyakit apa yang sedang di deritanya. Akhirnya Irma tahu bahwa ia memiliki penyakit yang dinamakan ‘Arthritis’ sejenis penyakit autoimun yang menyerang persendian. “Penyakit ini sempat membuat aku down, karena ada salah satu dokter mengatakan bahwa penyakit ini tidak dapat disembuhkan, seperti darah tinggi bisa dikontrol tapi tidak bisa dihilangkan. Tapi puji Tuhan, kalau kita di dalam Tuhan, Ia pasti jamah dan menyembuhkan aku” tambah gadis yang juga gemar baca buku rohani.

     Selama 2 tahun Irma merasakan sakit yang diakibatkan oleh Arthritis, hingga satu masa ia didoakan oleh seorang pendeta dan mengatakan bahwa Tuhan menjamah dan menyembuhkannya, karena Tuhan akan memakai hidupnya.
Namun Irma agak bingung ,“ Kalau Tuhan menjamah aku dan menyembuhkan aku, kenapa persendianku masih sakit?” Wanita  yang hobi nonton film dan makan pedas ini mulai melakukan pemeriksaan rutin guna memastikan apa yang telah dikatakan oleh pendeta tersebut, alhasil dokter menyatakan bahwa dirinya telah sembuh. Dari pengalaman inilah Irma menyadari bahwa, “ Tidak semua mujizat dari Tuhan didapat secara instan,” jelasnya. Irma pun merasakan kasih setia Tuhan terhadapnya dan oleh jamahanNya ia bisa disembuhkan.

     Rupanya pengalaman ini menginspirasikannya untuk menciptakan lagu dengan judul
“Bapaku yang Setia”, salah satu lagu dalam album OiL ke-4 yang dirilis bulan September lalu. Lagu tersebut seakan menjadi ‘monumen’ kesetiaan Tuhan terhadap dirinya.
Kasih setia Tuhan Sungguh Luar biasa, tidak hanya Irma yang dapat mengalami ini ,namun hal ini juga bisa terjadi pada setiap orang yang selalu mengandalkan Tuhan dalam segala masalah & cobaan. (DVD & VF ) 
Sumber:
www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus