Ron Kenoly

Ron Kenoly

Published On Desember, 17 2012 | By Vido Fransisco Pardede

“I am Only As Reminder……”.

MANTAN MILITER

            Ron Kenoly dilahirkan pada 6 Desember 1944. Singkat cerita setelah menyelesaikan sekolah menengah atas di kota kelahirannya, Coffeyville, Kansas, Kenoly muda berkelana keluar dari kota kelahirannya menuju Hollywood, California. Ketika rencana-rencananya sulit tercapai di kota besar itu, Ia memutuskan bergabung dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (USA, Air Force). Pada saat menjadi tentara Angkatan Udara Amerika Serikat itulah dia bertemu dan menikahi Tavitta.

            Ron begitu panggilannya yang seorang militer juga memulai karirnya di bidang musik. Ron Kenoly bergabung dengan band yang bernama The Mellow Fellows. Ia memegang alat musik gitas bas (red.bassist). Band yang mengusung musik blues ini adalah salah satu dari 40 band yang terkenal pada masa itu. Penampilannya kerapkali dilakukan di pangkalan-pangkalan militer Amerika. Pada tahun 1968, Ron, meninggalkan karir militernya di Angkatan Udara Amerika dan band the mellow fellows untuk berlayar menuju Los Angeles untuk mengembangkan hasrat bermusiknya.

            “Sebagai seorang anak saya ingat pada awalnya saya memperhatikan Sammy Davis Jr dan Nat King Cole. Saya sangat terpesona saat saya menyaksikan penampilan yang menawan kedua laki-laki hitam itu di panggung nasional. Saya tahu sekarang bahwa hal seperti itulah dulu yang saya inginkan.” ,kenang Ron dalam biografinya. Beberapa tahun kemudian, Ron menuangkan seluruh konsentrasinya untuk mewujudkan mimpi di masa kecilnya menjadi kenyataan. Bisa dibilang bakat musik Ron Kenoly muncul dan tumbuh selain karena ayahnya yang seorang pemusik (red. seniman musik), juga karena “mimpi besarnya”  untuk menjadi seorang artis dibidang musik.  Dalam setiap penampilannya, Ron seringkali  menyanyikan lagu-lagu Jimmy Web, yang populer di tahun 70-an.

            Ia juga telah merambah ke dunia rekaman. “Up,up an Away”, adalah label perdana rekamannya. Ron mengeluarkan single pertamanya yang bertajuk “The Glory of Your Love”, (Album “Mine Eyes Have Seen)”, bergenre R & B. Kesuksesannya membawakan lagu-lagu bergenre R & B didukung setelah ia bergabung dengan perusahaan rekaman A & M. Di bawah perusahaan label A & M, dia membuat hit seperti “Soul Vaccination”.

            Semua kesuksesannya ini tanpa ia sadari ternyata telah menjauhkan Ron dari keluarganya. Pernikahannya tidak harmonis, dia mengabaikan anak-anaknya dan lambat laun rumah tangganya menuju jurang kehancuran. Ron mengungkapkan di biografinya.  “Pada tahun 1975 istriku menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, kesetiaan istriku tercinta yang berdoa bagi pemulihan keluarga kami. Pada saat itu saya merasakan cahaya kemuliaan Tuhan melalui proses pemulihan keluargaku, dan inilah yang kurasakan sebagai jawaban Tuhan atas doa-doa istriku selama ini”.

MENYANYI UNTUK MELAYANI TUHAN         

            Sekali lagi Ron Kenoly telah masuk ke masa transisi yang berbeda dari kehidupan yang sebelumnya. Ia meninggalkan keluarganya di Los Angeles untuk beberapa tahun, sementara ia menghabiskan kontraknya dengan perusahaan rekaman. Kemudian setelah ia menyelesaikan kontraknya tersebut, Ron memutuskan untuk  membawa keluarganya pindah dari kota Los Angeles. Keluarga Ron Kenoly pindah ke kota Oakland, negara bagian California.  Di kota ini Ron bekerja di perusahaan jasa. Ia telah memutuskan untuk memberi perhatian penuh kepada keluarganya, Ron ingin menjadi seorang suami dan ayah yang berkenan di hadapan Tuhan.

            Tahun 1978 sampai dengan tahun 1982, Ron Kenoly mengajar pelajaran musik dan pelajaran olahraga di Perguruan Tinggi Alameda. Pada masa itu pun ia masih tetap punya keinginan untuk kembali di dunia musik, dan ia menawarkan kemampuan bernyanyinya ke perusahaan-perusahaan rekaman lagu rohani. Namun tak disangka ia mengalami banyak penolakan dari perusahaan-perusahaan tersebut. Ron Kenoly bertutur dalam biorafinya, “  Pada suatu malam saya duduk sendirian di gereja selama beberapa jam bermain musik, bernyanyi, berdoa dan menyembah Tuhan. Saya temukan hati Tuhan melalui penyembahan. Tidak terlalu lama dari peristiwa tersebut, Tuhan menjawab doa saya. “Bukan perusahaan-perusahaan rekaman tersebutlah yang saya andalkan. Tuhan menemui aku dan menunjukkan kepadaku banyak hal yang aku miliki dibandingkan dengan apa yang perusahaan rekaman tawarkan dan berikan kepadaku”.

            Kemudian pada tahun 1983, Ron memutuskan untuk memproduksi sendiri album lagunya (red.indie label) Album perdana hasil produksinya sendiri bertajuk “You Ought to Listen to This”. Dia menjual sendiri album tersebut dimanapun dia bernyanyi. Tak disangka-sangka dalam waktu singkat datanglah penawaran-penawaran untuk memimpin pujian dan penyembahan dari gereja-gereja yang ada di sekitar kota tempat tinggalnya. Tahun 1985, ada seorang pastor yang bernama Dick Bernal, dia adalah seorang pendiri dari The Jubilee Christian Center di kota San Jose, California. Pastor Dick Bernal mengundang Ron untuk melayani musik di gerejanya tersebut. Tidak lama setelah itu datang penawaran dari perusahaan rekaman Don Moen of Integrity Music. Perusahaan ini telah mendengar kehebatan dari lagu dan musik Ron Kenoly.

PRESTASI DAN KARYA-KARYA RON KENOLY

            Pada tahun 1991 dibawah naungan perusahaan rekaman Don Moen Integrity Music, Ron Kenoly meluncurkan album rohani yang pertama. Lagu-lagunya yang populer yakni antara lain; “Jesus is Alive”; Lift Him Up”; “God is Able”; “Sing Out”; “Welcome Home”; “High Places”; “Majesty” (yang sudah diterjemahkan “Mulia Sembah Raja Mulia”); dan “We Offer Praises”. Album Ron Kenoly yang seluruhnya berjumlah 8 album ini berhasil terjual sebanyak 4 juta kopi. Selain itu ia menerima penghargaan “gold record” atas penjualan album tersebut serta penghargaan atas 3 video pertunjukan musik Ron Kenoly secara live. Penghargaan yang diterima Ron atas lagu-lagu rohaninya yang lain adalah ia menerima nominasi  GMA Dove Award 19 dan menang sebagai juara pertama Dove Award untuk lagunya yang berjudul “Welcome Home”.

            Ron mengungkapkan “Setiap fase (masa) dalam kehidupan saya ada pelajarannya tersendiri. Kamu tidak akan pernah belajar yakin sampai kamu merasakan ujian untuk mengetes siapa kamu dan apa yang kamu percayai”. Setelah sukses dengan 8 album rekaman ini Ron Kenoly kembali berkomitmen untuk melakukan “transformasi” (perubahan).

            Tahun 1999 kembali Ron Kenoly merasakan panggilan Tuhan, ia memutuskan untuk pindah dari California menuju ke Pantai Timur, Orlando, Florida. Ia membawa keluarganya ke kota itu. Di Orlando, Florida, Ron memulai program-program dan usaha-usaha yang baru. Ia merasakan Tuhan menetapkan tujuan-Nya di hati Ron untuk memulai Akademi Pujian yakni suatu program pengajaran untuk pemimpin-pemimpin pujian dan penyembahan (Worship Leader) khususnya dalam musik rohani Kristen. Ron Kenoly membentuk Kenoly’s Home Church untuk melakukan pelayanannya ini. Ron mengundang lebih dari 1000 orang dari berbagai belahan dunia untuk belajar di akademi tersebut Selain itu ia juga membentuk Faith World Center yakni sebuah yayasan yang bergerak untuk pelayanan sosial.

            Warna musik Ron Kenoly mengikuti trend  industri musik yang berjalan. Maka dari itulah ia mengeluarkan album ke 9 dalam bentuk CD (Compact Disc)  yang bertajuk “Dwell in The House” di tahun 2001. Album ini adalah salah satu album yang tidak direkam secara live. Lagu-lagu di album ini disiarkan di banyak radio terkenal, sehingga album ke 9 ini lebih terkenal dibandingkan album yang sebelumnya. Ron sampai menjuluki albumnya ini sebagai “Pujian dan Penyembahan di abad Milenium yang baru”.

            Suatu perjalanan panjang bagi seorang pria yang Tuhan pakai untuk melayani jutaan manusia di seluruh dunia melalui musik rohani. Tuhan telah mengubah dan menyertai sepanjang jalan hidup seorang Ron Kenoly. Ron mengingatkan dan memberikan pelajaran bagi kita bahwa “Tuhan menginginkan jemaat-Nya masuk dalam hadirat-Nya. Inilah yang selalu Ia katakan sejak awal mulanya. Apa yang saya lakukan di abad 21 adalah hanya untuk membawa kembali jemaat-Nya masuk ke hadirat-Nya melalui pujian. Saya hanya sebagai seorang pengingat bagi seluruh umat manusia di dunia. Saya akan menyembah Tuhan sepanjang waktu dan pujian-Nya tak akan berkesudahan dari mulutku”. Biarlah kita semua yang diingatkan akan kerinduan Tuhan tersebut. (dari berbagai sumber/mk / Praise #17 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus