Regina "Idol" Ivanova Palopa

Published On Mei, 13 2014 | By David

"Mengejar Mimpi"

 

Praise, Bekasi 01 Mei 2014

          Tepat jatuh pada hari buruh International kami tim redaksi majalahpraise.com  melakukan perjalanan dari markas di kawasan Kelapa Gading menuju kediaman sang juara ajang pencari bakat di salah satu televisi swasta, di kawasan Kota Harapan Indah bilangan Bekasi Barat, Jawa Barat. Berhubung hari tersebut merupakan hari libur, maka jalan menuju Bekasi tampak terlihat lengang dibandingkan dengan hari kerja. Namun sesekali perjalanan kami tersendat akibat para buruh yang sedang melakukan konvoi kendaraan guna melakukan demontsrasi di hari peringatan Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 01 Mei 2014 ini.
          Karena jarak tempuh antara kediaman sang Idola tersebut tidak terlalu jauh dari kantor majalahpraise.com , maka tanpa waktu lama kami pun tiba di rumah gadis juara “Indonesian Idol” musim ketujuh ini.., ya.. Regina “Idol” Ivanova Polapa, yang biasa disapa Gina oleh para pengemarnya. Setelah membunyikan pagar halaman beberapa kali, barulah terdengar suara parau yang berasal dari seorang perempuan paruh baya yang ternyata mama Gina yang bernama Yovanka Helen Loupatty, “ silahkan masuk..mau minum panas atau dingin..?” tawarnya kepada kami dengan ramah dan sambutan hangatnya dengan mempersilahkan kami untuk duduk. Sambil menunggu Regina mempersiapkan diri guna melakukan wawancara yang memang lebih awal dari waktu yang telah dijadwalkan, sang mama turut menemani kami dengan memulai sedikit pembicaraan hangat seputar  kehidupan Regina dan keluarga. Tak lama Regina pun keluar dan langsung menyapa kami , “..hallo apa kabar..piye..piye..?” sapa Gina dengan dandanan sederhananya. Dan wawancara pun dimulai.

Penyanyi Cafe
     Sejak kecil putri dari pasangan  (alm) Ismeth Yusuf Polapa dan Yovanka Helen Loupatty sangat menggemari seni tarik suara. Bahkan dalam kondisi dan situasi seperti apapun gadis berdarah Gorontalo campur Ambon ini akan selalu bernyanyi, “ musik itu buat aku adalah hidup, karena aku sehari tanpa musik tuh..ga bisa, zaman aku naik motor aja itu pasti handsfree selalu nyangkut di sini,“ sambil menunjukkan telinga. “ itu pasti aku dengerin musik, baik mandi atau lagi ngapa-ngapain tuh aku pasti nyanyi. Jadi menurutku musik itu hidup. Bahkan kalo lagi ke mall aja kalo ada soundtrack-nya,  lagi pilih-pilih baju aku nyanyi. Coba mall ga ada musik apa ga mati tuh mall..!!,” tandas gadis yang pernah berduet dengan penyanyi Internasional seperti David Cook dan David Foster.
     Ketika teman dalam lingkungan tempat tinggal tante dari Gina membuat sebuah band yang akan bermain di cafe membutuhkan seorang vokalis, sang tante yang mengetahui bakat dari keponakannya tersebut langsung mengajukan Regina untuk dijadikan penyanyi dalam band tersebut. Setelah melakukan latihan beberapa kali, gaya vokal Regina disukai oleh band tersebut. Maka terbentuklah sebuah band yang bermain dari cafe ke cafe dimana Gina mengawali karirnya sebagai seorang penyanyi dalam format band. Namun keberadaan band tersebut tak berlangsung lama. Berdasarkan pengalaman tersebut, Gina pun membuat band sendiri bersama tantenya sehingga dapat melanjutkan karirnya sebagai seorang penyanyi cafe.

Semangat Sejati
      Perjalanan sebagai penyanyi cafe terus dilakoninya dengan penuh rasa semangat dan murni hanya mencari penghasilan. “Batu kerikil” pun mulai mengganggu perjalanan Gina. Pernah di “bully” (red : dihina, didiskriminasikan) karena postur fisik yang tidak porposional seperti seorang entertainer, yang kebanyakan bertubuh langsing dan seksi. Sampai tawaran lelaki hidung belang yang mengajaknya untuk berkencan. Gina menjalaninya dengan rasa sabar dan tetap percaya jika Tuhan tetap menjaganya, “..Aku senang sekali Tuhan mendengar seruan hati aku yang paling dalam dan aku hanya bisa menangis saja..,” kenang Gina dengan wajah tersenyum.
       Pintu berkatpun mulai terbuka lewat kesempatan menjadi seorang vokalis dalam sebuah band yang cukup disegani, dan bermain di sebuah cafe  di bilangan Jakarta Pusat yang kala itu sangat sulit bagi sebuah band untuk dapat bermain di sana. Saat pertama kalinya ajang pencarian bakat digelar pada sebuah televisi swasta di Indonesia pada tahun 2004, Gina tertarik mengikuti audisi ajang tersebut. Berkali-kali gagal dalam mengikuti audisi ajang pencarian bakat yang diberi nama  “Indonesian Idol”, tak membuat gadis kelahiran Jakarta,  4 Desember 1985  ini menyerah begitu saja. Seiring berjalannya waktu hingga tahun 2012, Gina kembali ditawari oleh seorang teman untuk ketiga kalinya yang bekerja di sebuah perusahaan media terkemuka, dan akhirnya keberuntungan berpihak pada dirinya dengan berhasilnya Gina lolos dalam audisi ajang pencarian bakat tersebut.
       Banyak hal yang terjadi di luar dugaan Gina ketika mengikuti lomba tersebut, hingga para juri kerap kali memberikan standing applause dalam setiap penampilannya. Di babak Grand Final lagu dari Beyonce yang berjudul “Deja Vu” berhasil dibawakan dengan sempurna dan membawa Regina ke posisi juara satu dalam ajang “Indonesia Idol” tersebut. Sejak saat itu Tuhan mengembalikan apa yang pernah hilang dalam diri Gina, bahkan melebihi perkiraannya. Mulai dari memiliki penghasilan lebih dibandingkan saat Gina bermain dari cafe ke cafe, banyak dikenal orang, sampai orang-orang yang tadinya suka menghinapun mulai bersikap baik terhadap dirinya. Modalnya hanya satu, semangat sejati.

Rasa Syukur
       ‘Bersyukur,’ itu yang selalu ada di dalam hati Gina, jika melihat kilas balik hidupnya yang lalu, karena apa yang menjadi mimpi-mimpinya yang bagi dia mustahil, kini menjadi kenyataan seperti ingin berkunjung ke Israel bersama keluarga dapat terwujud, negara Amerika dan Inggris pun pernah dikunjunginya, sampai masalah pencarian calon pasangan hidup baginya datang di saat dan waktu yang sungguh di luar logika Gina, “itu semua campur tangan Tuhan, makanya aku bersyukur banget karena Tuhan terlalu baik dalam hidup aku..,” ungkap gadis yang sedang menjalin hubungan dengan lelaki berkewarganegaraan Amerika ini.

          Jika Tuhan berkenan, dalam waktu ke depan Gina memiliki kerinduan mengeluarkan album rohani setelah single berjudul “Kemenangan” (2012) dan “Terlalu Indah” (2013). Juga dalam waktu dekat ini, gadis yang berjemaat di GII Hok Im Tong cabang Bekasi dan selalu bersaksi lewat pujian dalam setiap ibadah digereja, akan meluncurkan album sekuler yang baru dikerjakan sekitar dua puluh persen dari keseluruhan album tersebut dan sayangnya judul albumnya pun masih dirahasiakan.
          Dalam hal musik dan lirik Gina pun mengakui kekurangan dirinya, “ Kekurangan aku adalah aku belum bisa menciptakan lagu. Aku dulu suka menulis lirik tapi melagukan lirik itu yang aku belum bisa,” jelas wanita yang juga menggemari musik beraliran rock klasik, seperti Stryper, Led Zeppelin. Setelah sekian banyak yang diinginkan dan yang diimpikannya telah menjadi nyata, masih ada satu obsesi yang belum terpenuhi, yaitu menjadi juara diajang penghargaan musik internasional Grammy Award, “Tujuanku adalah pengen banget memenangkan Grammy Award mewakili Indonesia..amin,”  ucap Gina.
          Tetaplah bermimpi dan jangan berhenti berjuang untuk mewujudkannya, karena Sang Pencipta tahu segala kerinduan dan mendengar segala permintaan setiap umat yang tetap setia mengasihiNya. Kami kru majalahpraise.com berharap agar Regina tetap semangat dan tetap mengasihi Tuhan guna mewujudkan segala impian, karena setiap apa yang diminta di dalam namaNya maka akan diberikanNya..sukses selalu. (DVD, VF)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus