"REST IN PEACE` Pdt. Peter Tjondro S.Th

Published On November, 12 2016 | By Vido Fransisco Pardede

          Berita Duka, Sabtu 22 Oktober tersiar kabar Pdt. Peter Tjondro telah pulang ke Rumah Bapa di Surga (red: Meninggal Dunia) pada jam 18:10 WIB di RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading. Menurut informasi yang PRAISE dapatkan melalui sahabatnya yang bernama Wimpy Lilipory, bahwa Pdt. Peter Tjondro mengalami sakit selama beberapa bulan terakhir hingga dirawat di Rumah Sakit. Berawal beliau menderita diabetes sehingga mengharuskan beliau untuk selalu suntik insulin untuk menjaga kondisi tubuhnya. Namun saat beliau mandek insulin sehingga mengakibatkan komplikasi ke paru-paru, jantung hingga ginjal. Hal serupa juga disampaikan oleh kakak dari Peter, Paulus Bambang bahwa pada 20 Agustus sampai 1 Oktober 2016  kondisi Peter up and down saat di Semarang sampai terakhir dirawat di Jakarta. Jenazah sempat disemayamkan di Rumah Duka  Sentosa Jakarta Pusat untuk dilakukan acara kebaktian hingga pada hari Rabu 26 Oktober 2016 Jenazah diberangkatkan menuju Pemakaman San Diego Hills, Karawang Barat pada jam 09.00 WIB untuk dikebumikan.

RIWAYAT HIDUP

          Pdt. Peter Tjondro Eddy Santoso, STh, terlahir dengan nama The Swie Tjong di Semarang, 15 Mei 1965. Pdt Peter Tjondro menikah dengan seorang wanita dan dikaruniai seorang putera bernama Emerson Tjondro yang lahir di Bandung, 24 November 2008. Pada usia 14 Tahun mengalami kesembuhan atas sakit panas hingga suhu tubuh mencapai 40 derajat selama 21 hari. Ini yang menjadi titik awal Peter untuk melayani sebagai guru sekolah minggu. Mungkin sudah menjadi panggilan hidup Peter untuk melayani Tuhan. Peter masuk dalam sekolah alkitab di STTII Yogyakarta, setelah menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1985 beliau kembali melayani di Gereja Isa Almasih jemaat Pringgading Semarang, dan mempraktekkan panggilan pelayanannya.
1989
, Peter merangkap sebagai guru di SMA Kristen III Semarang selama 2 tahun. Ia hanya mengajar selama 2 tahun di sana karena merasa itu bukan panggilannya, tapi pengalaman ini menjadi berkesan karena banyak dari muridnya yang menjadi hamba Tuhan.
1990, ia pergi melayani keluar Jawa untuk pertama kalinya, di Kalimantan Barat dan di sana berjumpa dengan hamba Tuhan bernama Marten Moiseni.
1991
, Peter pergi ke Amerika dalam pelayanan bersama dengan lembaga almamater STTII yang dinamai Tim Visioner, sebagai salah satu wakil untuk melayani di Amerika dan Kanada selama 3 bulan.
7 Februari 1995
, mendirikan Youth Center untuk menampung anak-anak nakal dan narkoba di Semarang. Pada tahun itu pula, ia memutuskan keluar dari pelayanan di gereja dengan tujuan agar pengembangan pelayanan tidak terikat oleh denominasi.
17 November 1995
, mendirikan Yayasan MissionCARE yang diresmikan di Bandung. Yayasan MissionCARE yang didirikan oleh Pdt Peter Tjondro, STh merupakan sebuah lembaga pelayanan interdenominasi yang bergerak di bidang penghimpunan dan penyaluran bantuan dana jemaat Kristen kepada para hamba Tuhan yang melayani di desa dan pedalaman di Indonesia.
          Sudah begitu banyak kegiatan sosial yang dilakukannya, apalagi melalui yayasan yang didirikannya tersebut Peter telah menyampaikan kasih Bapa untuk setiap orang yang membutuhkan. Bahkan di akhir-akhir hidupnya beliau masih terus menaburkan kebaikan untuk orang lain, seperti membagikan payung sebanyak 1300 buah untuk semua manula yang ada di wilayah Pringgading Semarang.

Seorang sahabat, saudara yang luar biasa yang memang sangat tercurah kasihnya untuk setiap orang dan teman alumninya, dia tidak bisa melihat orang dalam kesusahan. Seorang hamba Tuhan yang peka mendengar suara Tuhan sehinga ia dapat membagi kasihnya bagi jemaat yang dilayani. Dan seorang Hamba Tuhan yang menjadi dampak bagi jemaat yang dilayaninya,” Wimpy Lilipory
         Setiap kebaikan yang kita tabur demi untuk memuliakan nama Tuhan, pasti Tuhan akan membalasnya dengan kasihNya yang ajaib dalam hidup kita. Selamat Jalan Peter, sahabat, saudara dan rekan sekerja yang selalu gesit dalam melayani. Rest in Peace !!! “VFP/http://dbr.gbi-bogor.org/wiki/Peter_Tjondro_Eddy_Santoso”

         Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka." (Wahyu 14:13)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus