Putri Ayu

Putri Ayu

Published On Desember, 19 2012 | By Vido Fransisco Pardede

TIDAK TAKUT NGGAK LAKU

BELAJAR DARI LAGU GEREJA

            Anggapan bahwa jenis musik seriosa yang tergolong jadul (jaman dulu) dan agak kuno bagi anak muda jaman sekarang nampaknya tak berpengaruh bagi Putri Ayu. Nyatanya, dengan performa yang luar biasa, Putri mampu membius masyarakat Indonesia lewat ajang IMB (Indonesia Mencari Bakat) yang digelar Trans TV. Meskipun pada akhirnya Putri hanya mampu menjadi runner up atau juara kedua saja, tapi Putri tetaplah menjadi penyanyi baru Indonesia yang harus diperhitungkan.

            Remaja bernama lengkap Putri Ayu Rosmei Silaen ini awalnya tidak menyangka kalau dirinya bisa lolos audisi IMB. “Aku nggak berharap banget sih, kirain malah nggak masuk, eh ternyata malah dapet kabar dari Trans TV kalau aku lolos,” jelas cewek berdarah Batak ini.

            Rasa bangga akan keikutsertaannya di IMB sangatlah wajar karena untuk audisi acara pencarian bakat ini Putri dan sang mama sampai rela stand by pagi-pagi di tempat audisi agar tidak terlambat. “Aku sama mama udah dateng dari jam 7 pagi lho,” jelasnya.

            Putri sendiri mengaku tidak terlalu banyak menyiapkan diri, semua hanya mengalir begitu saja. Untuk jenis musik seriosa pun Putri mengaku tak sengaja memilihnya. “Tahun lalu aku ikut satu perlombaan tingkat Nasional tapi genre lagunya seriosa, terus aku coba Puji Tuhan aku menang. Lagian guru aku juga dukung banget kalau aku pilih seriosa,” tandas remaja yang tahun lalu berhasil memboyong medali emas berkat suaranya yang indah.

            Sebelum menekuni jenis musik seriosa, Putri terlebih dahulu berkecimpung di pop. Ia sering mengikuti berbagai festival atau lomba nyanyi, tentu saja dengan warna musik pop. Perpindahan warna musik, dari pop ke seriosa, menurutnya tak begitu menyulitkan dirinya. “Aku sekarang emang fokus ke seriosa, tapi kalau ada yang minta aku nyanyi pop ya nggak apa-apa, kan aku suka dua-duanya,” kata putri dari pasangan B. Silaen dan S. Pangaribuan ini.

            Putri pun tak mempunyai tehnik khusus dalam aliran musik seriosa yang memang cenderung segmented ini. “Aku nggak belajar apa-apa ya. Biasa aja. Cuma emang belajar dari lagu-lagu hymne gereja aja. Mudah-mudahan dengan adanya aku di sini dan menyanyi seriosa, anak-anak muda jadi lebih suka sama lagu seriosa,”harapnya.

DIKIRA ORANG JAWA

Walaupun tinggal di Sumatera Utara, tapi Putri sering dikira orang Jawa bukan orang Batak, padahal Putri benar-benar tidak bisa bahasa Batak. “Aku nggak bisa bahasa Batak karena aku tinggalnya di Medan kota. Makanya banyak orang yang mengira aku ini orang Jawa hahahaha.......” jelasnya sambil ketawa.

Menurutnya, meskipun IMB membuatnya meninggalkan kampung halaman, keluarga, teman-teman dan sekolahnya, tapi Putri tetap senang dan bangga bisa ada di IMB. “Walaupun dikarantina tapi aku tetap seneng, bisa dapet pelajaran juga sih meskipun secara home schooling. Terus di sini aku juga dapet banyak pelajaran berharga lainnya,” tutur remaja kelahiran Sibolga, 24 mei 1997 ini.

Baginya, dunia musik sangat menyenangkan, sebab itu ia tidak ingin menyia-nyiakan bakat dan kesempatan yang sudah Tuhan berikan. Diakui Putri bahwa keluarganya menyukai musik tapi tidak ada yang secara professional terjun langsung ke dunia hiburan. “Mungkin aku ngikutin jejak dari paman aku, dia penyanyi band Amigos,” ujarnya.

Anak keempat dari 4 bersaudara ini punya pengalaman yang kurang menyenangkan saat di IMB. “Yang nggak enak tuh kalau kolaborasi sama artis. Kadang artis nya suka lama datengnya atau nggak dia suka semaunya. Padahal sudah dikasih bagian-bagiannya tapi dia maunya yang bagian mananya aja gitu. Waktunya latihannya juga suka kurang,” keluhnya.

Walaupun sejak dari kelas 4 SD sudah rajin berlatih vocal, tapi pelajar berdarah Batak ini tak terlalu menetapkan langkah hidupnya pada dunia musik. “Aku pengen jadi arsitek, biarpun kalo gambar nggak terlalu bagus hahahaha…,” katanya sambil tersipu-sipu malu.

Lalu apakah setelah keluar dari IMB Putri akan terus menyanyi seriosa? “Tergantung. Aku akan dalemin seriosa dan pop juga. Tapi aku lebih suka seriosa,” tegasnya. Lalu bagaimana jika jenis musik seriosa sepi job? “Aku tidak takut nggak laku,” ujarnya lebih tegas. (min / Praise #16 /2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus