Ps. Silas Manalu

Ps. Silas Manalu

Published On Agustus, 21 2015 | By Vido Fransisco Pardede

TERPANGGIL UNTUK GENERASI MUDA

         Ps. Silas Manalu seorang Hamba Tuhan yang mempunyai panggilan untuk menggembalakan anak-anak muda. Mempunyai masa lalu yang mungkin dianggap rendah oleh sebagian orang, merantau ke Jakarta 14 tahun silam memulai kehidupan di Jakarta menjadi kondektur, tukang semir sepatu dan tiap hari menumpang tidur di emperan-emperan toko. Walau hidup sebatang kara di Jakarta, tidak ada keluarga dan sanak saudara namun dengan keadaan ini ia yakin bahwa Tuhan akan memakainya untuk kemuliaanNya. Talenta yang Tuhan berikan tak disia-siakannya, Sampai suatu ketika ia mengikuti suatu ajang pencarian bakat bernyanyi, dan masuk ke 12 besar dan melalui ajang itu hidupnya pun terasa semakin terjamin. Namun lepas dari semuanya itu, Tuhan punya rencana lain untuk kehidupannya. Apa yang telah Tuhan berikan dan percayakan untuk kita, sudah selayaknya kita memanfaatkan dan mengembalikan untuk kemuliaan namaNya, ungkapan ini pun menggambarkan kehidupan Silas, dimana Tuhan telah mengubah hidupnya hingga menjadi berharga dimataNya, dan oleh karenanya ia pun menggembalikan dengan menjadi pelayan Tuhan yang setia. ”Dalam perjalanan 2 tahun saya merasa ada yang kurang dan ada sesuatu yang hilang tidak pernah ke gereja, tidak pernah doa, tidak pernah mengenal yang namanya persekutuan apapun, namun suatu hari saya ketemu dengan seorang sahabat namanya Ronald, seorang Worship Leader di GBI, dan melalui beliau saya diajak pelayanan diajak menara doa di Depok pada tahun 2005, dan mulai saat itu saya terjun dalam dunia pelayanan dimulai menjadi Singer dan Tuhan percayakan saya menjadi Worship Leader”. Ungkapnya.

          Melihat generasi muda yang mulai mundur dari kehidupan rohaninya dan semakin hari semakin semrawut kehidupannya, ia pun terpanggil untuk bisa membawa perubahan yang besar bagi generasi muda Indonesia. “Tuhan memanggil saya dan saat itu juga saya memutuskan untuk memulai perintisan gereja khusus anak muda, tahun 2013 saya merintis gereja GBI Light Star di Kelapa Gading saya mulai dengan 5 orang bertumbuh menjadi 7 orang, karena ministry yang saya bangun masih belum jelas seakan-akan tidak ada masa depan, ada beberapa meninggalkan saya, namun karena saya yakin ini panggilan Tuhan saya lanjutkan dan Puji Tuhan di tahun kedua Tuhan percayakan saya untuk menggembalakan sekitar 130 jiwa anak-anak muda dari semua latar belakang, dari semua masa lalu yang gelap seperti bekas pemakai narkoba, pemabuk, penjudi, dan seorang penyanyi, karyawan, mahasiswa, dan itu menjadi sebuah kebanggaan buat saya masa muda saya bisa menjadi berkat buat anak-anak muda dan generasi Indonesia. Anak-anak muda adalah tulang punggung bagi keluarga, gereja, bahkan Negara, sejarah telah mencatat bagaimana pemuda adalah pondasi Negara dan Gereja sehingga sangat besar peran pemuda-pemudi dalam mencapai suatu tujuan yang besar. Jangan sampai generasi muda saat ini kehilangan arah tujuan hidup mereka dan melalaikan tugas besar yang telah Tuhan taruh dalam hidupnya. Bersama sang isteri Sarthika Marbun, Ps. Silas Manalu mensiasati itu dengan menjangkau anak-anak muda supaya mereka kembali kepada panggilan hidupnya. Bahwa apapun yang mereka punya itu berasal dari Tuhan dan harus kembali kepada Tuhan.

NAMAKU DI HATIMU
          Berawal dari perkenalan dan persamaan visi untuk generasi muda, karena kerinduan yang besar untuk pemulihan generasi muda, sehingga terciptalah kerjasama dengan Badai "Kerispatih", Igor, dan Rayen Pono, untuk membuat Album rohani Praise & Worship yang bertajuk “Namaku Di HatiMu". Album ini digarap untuk mengekspresikan Kasih Tuhan yang telah tercurah bagi Ps. Silas Manalu dan Light Star. Berisikan 10 lagu ciptaan Ps Manalu dan Pretty G Yoltuwu dimana di setiap liriknya mengandung arti yang sangat dalam untuk generasi muda, seperti di lagu Tak pernah berhenti dan Namaku Di hatiMu dimana disana diceritakan kalau anak-anak muda bukanlah produk gagal, keputusan kita boleh gagal, cara kita boleh salah, tapi kita bukan produk gagal dan bahwa kita bisa berhasil bersama Tuhan. Berkarya untuk memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus. Biarlah melalui album ini, Lightstar menjadi wadah buat anak-anak muda dan Lightstar bisa memenangkan banyak generasi muda Indonesia yang terhilang. “VF”


COMMENT


.news-comments powered by Disqus