PEMBAGIAN KITAB MAZMUR (seri 2 Mazmur)

PEMBAGIAN KITAB MAZMUR (seri 2 Mazmur)

Published On Desember, 10 2012 | By Yusak

Kitab Mazmur adalah kitab yang terdiri dari beberapa puji-pujian yang pada awalnya belum dikumpulkan, namun untuk pertama kalinya atas usaha Daud diadakan pengumpulan sejumlah mazmur yang telah ada pada zamannya. Korah (Mzm 42 - 49) dan Asaf (Mzm 50: 73 - 83). Kemudian ditambahkan kumpulan yang lebih kecil seperti nyanyian ziarah (Mzm 120 - 134) dan mazmur-mazmur yang menggunakan ungkapan "Haleluya" (Mzm 146 - 150).
Proses berikutnya barulah dikumpulkan menjadi lima kumpulan atau lima jilid. Sehingga kitab Mazmur dapat dibagi lima jilid. Kelima kumpulan itu adalah sebagai berikut: Jilid I : Mazmur pasal 1 - 41; Jilid II : Mazmur pasal 42 - 72; Jilid III : Mazmur pasal 73 - 89; Jilid IV : Mazmur pasal 90 - 106; Jilid V : Mazmur pasal 107 - 150. Dibagi menjadi 5 bagian ini, agaknya meniru 5 (lima) buku Musa (Pentateuch). Ke lima jilid itu dipisahkan satu dengan yang lainnya dengan disisipankannya kata-kata penutup, contohnya: "Amin ya amin" (Mzm 41:14) atau Haleluya (Mzm 107 -150). Kata-kata tersebut merupakan doxologi, baca juga Mazmur 72:18-20, 89:52, 106:48. Mazmur 150 berperan sebagai doxologi penutup kitab Mazmur, sedangkan Mazmur 1 nampaknya sebagai kata pembukaan kitab Mazmur. Pembagian Kelima jilid tersebut telah disusun sedemikian rupa dalam seluruh Alkitab yang diyakini orang-orang Kristen di dunia (termasuk Alkitab bahasa Indonesia).

GAYA SASTRA
Pengelompakan mazmur-mazmur yang paling tepat, diperoleh dengan jalan mempelajari gaya sastranya. Ditinjau dan segi gaya sastranya yang berbeda-beda dapat kita bedakan tiga jenis Mazmur, yaitu: Puji-pujian, Doa (permohonan) dan Ucapan syukur. Pengelompokkan ini tidak mencakup semua mazmur, sebab terdapat juga beberapa jenis campuran, mazmur-mazmur yang berbeda dari ketiga jenis tersebut, baik secara isi, tema, maupun bentuk mazmur-mazmur.

1. Puji-pujian.
Ke dalam kelompok ini termasuk antara lain : Mzm 8, 19, 29, 33,46-48, 76, 84, 87, 93, 96-100, 103-106, 113, 114, 117, 122, 135, 136, 145-150. Susunan mazmur-mazmur ini agak tetap. Setiap mazmur puji-pujian mulai dengan bagian pembukaan yang mengajak umat untuk memuji Tuhan. Bagian inti mazmur puji-pujian mengungkapkan berbagai alasan mengapa Allah harus dipuji, yaitu berbagai karya yang dilakukan Allah dalam alam dan yang dilakukanNya dalam sejarah, teristimewa penyelamatan yang dianugerahkan Allah kepada umat-Nya. Bagian penutup ada kalanya mengulang bagian pembukaan dan kadang-kadang berupa doa.
Menurut temanya kelompok mazmur-mazmur ini dapat dibagikan menjadi 2 (dua) macam,yaitu: pertama, Nyanyian-nyanyian Sion (Mzm 46, 48, 76, 87), ditulis dengan nada eskatologis seolah mengkeramatkan Kota Suci, yaitu tempat kediaman Yang Mahatinggi dan tujuan para peziarah (bndkan Mzm 84 dan 122). Kedua, Mazmur-mazmur Kerajaan Allah, khususnya Mzm 47, 93, 96-98, ditulis dengan gaya bahasa para Nabi. Mengagungkan Yahwe sebagai raja dunia semesta.

2. Doa-doa (permohonan) atau mazmur-mazmur penderitaan atau juga ratapan-ratapan.
Beda dengan Mazmur Puji-pujian, mazmur-mazmur permohonan itu tidak memuji kemuliaan Allah tetapi doa yang ditujukan kepadaNya. Pada umumnya bagian pembukaan mazmur ini berupa seruan yang disusul permohonan minta tolong.
Dalam bagian inti mazmur pendoa berusaha menggerakkan hati Allah dengan melukiskan di hadapanNya keadaan buruk si pendoa. Dalam menggambarkan keadaan itu dipakailah macam-macam kiasan yang sudah lazim, sehingga jarang dapat diketahui dengan pasti dalam keadaan apa si pemazmur menyampaikan permasalahannya kepada Tuhan. Misalnya, dikatakan tentang air, jurang, jerat-jerat maut atau jerat-jerat dunia orang mati (syeol), musuh-musuh atau binatang-binatang (anjing, singa, beruang dan sebagainya) yang mengancam atau menerkam, dsb. Ada mazmur di mana si pendoa menegaskan bahwa ia seorang benar (Mzm 7, 17, 26) dan juga yang berupa pengakuan dosa (Mzm 51) dan mazmur-mazmur tobat yang lain. Kepada Allah diingatkan karunia-karunia yang dahulu dianugerahkanNya atau dipertanyakan kehadiranNya (misalnya Mzm 9-10, 22, 44). Tetapi pemazmur juga dapat menegaskan bahwa ia tetap percaya dan mengharap (Mzm 3, 5, 42-43, 55-57, 63, 130, dll). Ada kalanya mazmur-mazmur permohonan itu hanya berupa suatu pengakuan iman dan pengharapan (Mzm 4, 11, 16, 23, 62, 91, 121, 125, 131). Sering kali permohonan diakhiri dengan mendeklarasaikan keyakinan bahwa doanya sudah dikabulkan dan dengan ucapan syukur (Mzm 6, 22, 69, 140).
Mazmur-mazmur permohonan tersebut dapat berupa doa bersama atau doa perorangan.
a) Doa bersama misalnya Mzm 12, 44, 60, 74, 79, 80, 83, 85, 106, 123, 129, 137. Doa-doa ini dicetuskan dengan alasan suatu bencana nasional, misalnya dikalahkannya atau dibinasakannya umat dalam perang, atau dengan alasan suatu keperluan bersama. Maka umat memohon keselamatan atau pemulihan bangsa. Setidak-tidaknya Mzm 74 dan 137, yang serupa dengan Ratapan yang ditulis nabi Yeremia, mencerminkan keadaan karena kehancuran kota Yerusalem pada tahun 587 SM (2 Raja 25:8-9). Mzm 85 merupakan ekspresi hati kaum buangan yang sudah kembali ke tanah airnya. Sedang-kan Mzm 106 berupa suatu pengakuan dosa umat.
b) Doa perorangan misalnya Mzm 3, 5-7, 13, 17, 22, 25, 26, 28, 31, 35, 38, 42-43, 51, 54-57, 59, 63, 64, 69-71, 77, 86. 102, 120, 130, 140-143. Jumlah mazmur ini cukup besar dan pokok isinya bermacam-macam, seperti bahaya maut, penganiayaan, pembuangan, usia lanjut, dan ada juga permohonan dibebaskan dari penyakit, fitnah dan dosa. Sukar memastikan siapa sesungguhnya musuh-musuh, yaitu "mereka yang berbuat jahat", yang menjadi sebab keluhan atau kemarahan si pendoa. Tetapi bagaimanapun juga musuh-musuh itu bukanlah semacam mantera penangkis, bukan juga raja yang berbicara atas nama seluruh rakyatnya, sebagaimana ditafsirkan oleh sebagian ahli. Memang sejumlah doa pribadi kemudian disesuaikan dengan keadaan rakyat secara menyeluruh dan dipakai sebagai ratapan umat (Mzm 22, 28, 59, 69, 71, 102). Dan ada pula mazmur-mazmur rajawi. Namun semua doa perorangan itu akhirnya dipakai oleh umat bersama (karena itulah mazmur-mazmur itu tercantum dalam kitab Mazmur). Jadi awal dan aslinya mazmur-mazmur itu diciptakan oleh orang tertentu, secara perorangan sesuai dengan salah satu keperluan khusus. Mazmur-mazmur itu berupa seruan hati dan ungkapan kepercayaan pribadi.

3. Ucapan syukur.
Ditinjau dari segi sastra susunan ucapan syukur itu berdekatan dengan susunan mazmur-mazmur puji-pujian. Jumlah mazmur-mazmur itu cukup besar juga, misalnya: Mzm 18, 21, 30, 33, 34, 40. 65-68, 92, 116, 118, 124, 129, 138, 144. Jarang mazmur-mazmur jenis ini yang dibuat secara kolektif. Lebih sering bersifat perorangan. Setelah si pendoa melukiskan kemalangan yang dideritanya dan bagaimana doanya dikabulkan, maka ía merumuskan rasa terima-kasihnya dan mengajak kaum beriman, supaya turut memuji Allah. Bagian terakhir ini kerap kali memberi kesempatan untuk menyisipkan unsur-unsur pengajaran moral bagi yang diajak doa atau pembacanya.

selain 3 Jenis Mazmur dikemukakan di atas, masih ada jenis Mazmur yang ke 4, yaitu Mazmur Campuran. Campuran dari ke 3 jenis Mazmur sebelumnya.

JENIS MAZMUR CAMPURAN
Pembagian 3 jenis mazmur yang disebut  sebelumnya memang kurang lengkap, kurang mengakomodir semua tulisan dalam kitab Mazmur. Karena susunan di dalam nya memang ada nya campuran dari ke 3 Jenis Mazmur sebelumnya, misalnya setelah pemazmur meratap dilanjutkan dengan suatu ucapan kepercayaan (Mzm 27, 31), dan ada ratapan (Jenis Mazmur Doa) yang disusul dengan sejenis Mazmur uacapan syukur (Mzm 28, 57). Mzm 89 mula-mula berupa suatu lagu puji-pujian (Jenis Mazmur Puji-pujian), tetapi kemudian mazmur itu menjadi suatu firman Allah dan berakhir dengan ratapan. Mzm 119 yang panjang tentu saja memuji-muji hukum Taurat, tetapi sekaligus berupa ratapan perorangan dan menguraikan ajaran mengenai hikmat. Memang Mzm 1, 112 dan 127 merupakan karya murni dari kalangan para bijaksana. Tetapi ada mazmur lain serupa yang tetap memiliki ciri-ciri dari jenis lirik: Mzm 25 berdekatan dengan ratapan, Mzm 32, 37, 73 berdekatan dengan ucapan syukur, dan lain-lainnya.
Dalam mazmur-mazmur lain diketemukan firman-firman Allah dan bahkan ada yang berupa firman Allah yang diuraikan lebih lanjut. misalnya Mzm 2, 50, 75, 81, 82, 85, 95, 110. Belakangan ini ada sebagian ahli yang berpendapat bahwa mazmur-mazmur semacam itu sungguh-sungguh firman Allah yang disampaikan para imam selama berlangsungnya upacara-upacara dalam Bait Allah. Sebagian ahli lain berpendapat bahwa mazmur-mazmur itu hanya memanfaatkan gaya bahasa para nabi, tetapi sebenarnya tidak bersangkutan dengan ibadat. Masalahnya tetap dipersoalkan. Tetapi di satu pihak orang harus mengakui bahwa kitab Mazmur berdekatan dengan sastra kenabian (ada sifat profetiknya), tidak hanya sehubungan dengan firman-firman Tuhan, tetapi juga sehubungan dengan bermacam-macam pokok lain, misalnya penyataan Allah, kiasan “cawan” yang melambangkan murka Allah, kiasan “api”, “kui”, dan sebagainya. Di lain pihak juga perlu diakui bahwa ada hubungan erat antara Kitab Mazmur dan ibadat dalam Bait Allah.

PEMBAGIAN VERSI LAIN KITAB MAZMUR
Ada juga  yang membagi Jenis Kitab Mazmur dalam kelompok seperti ini :
Keseluruhan Kitab Mazmur masih dapat dibagi dalam sepuluh kelompok (J.Blomendaal,1996:145; J.D. Douglas, 1995:44). Kesepuluh kelompok kitab Mazmur tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mazmur Pujian, yakni: pasal 33, 65, 68, 96, 98, 100, 103, 104, 105, 117, 145 – 150.
2. Mazmur ucapan syukur, dibagi dua sifat yaitu: Yang ber-Sifat Kolektif (dipakai oleh jemaat), yakni: pasal 67, 124,   dan 135.
    Dan Yang ber-Sifat Pribadi (satu orang saja), yakni: pasal 9, 18, 32, 107, 116.
3. Mazmur yang memuji YAHWEH sebagai raja, yakni: pasal 47, 93, 97, 99.
4. Mazmur Raja Israel, yakni: pasal 2, 18, 20, 21, 45, 72, 110, 132.
5. Mazmur Ratapan, dibagi dua sifat yaitu: Yang ber-Sifat pribadi, yakni: pasal 3, 6, 13, 22, 25, 38, 39, 42, 43, 51, 61, 63, 86, 102.
    Dan yang ber-Sifat umum, yakni: pasal 44, 74, 79, 80, 83.
6. Mazmur Ziarah, yakni: pasal 120 – 134.
7. Mazmur mengenai sejarah Israel, yakni: pasal 78, 95, 105, 106, 114.
8. Mazmur Taurat, yakni: pasal 19:8 dst, 119.
9. Mazmur Kemenangan, yakni: pasal 18, 46, 66, 76.
10.Mazmur Berkat dan Kutuk, yakni: pasal 1, 28, 134 dan pasal 137.

Ada pula yang membagi berdasarkan corak isi Mazmur nya :
KELUHAN : Mazmur 3-7, 13, 17, 22, 25-28, 31, 32, 35, 38, 42-43, 51, 54-57, 59, 61, 62, 64, 69-71, 86, 88, 102, 109, 130, 140-143.
KEPERCAYAAN : Mazmur 11, 16, 23, 123, 125, 129, 131.
RATAPAN : Mazmur 12, 44, 60, 74, 79, 80, 83, 85, 90, 126.
ZIARAH : Mazmur 15, 81, 84, 91, 95, 115, 121, 122.
TUHAN RAJA :Mazmur 24, 46-48, 68, 76, 87, 93, 96-99, 149.

Kesimpulan : Bagaimanapun pembagian kitab Mazmur, para ahli mencoba untuk mempelajari kitab Mazmur ini dengan berbagai pendekatan, mulai dari corak sastranya, corak isinya, gaya bahasanya. Tujuan adalah untuk memahami dengan mudah isi dari kitab Mazmur tersebut, sehingga bisa diambil banyak pelajaran daru dalamnya. Mungkin Pembaca memiliki cara tersendiri dalam mengerti isi Mazmur, lalu membuat pembagian yang berbeda. Hal itu menjadi sumbangan yang berarti bagi kita semua. (Sumber : PRAISE # 12/ Yis). Sumber : www.majalahpraise.com

Bersambung : Hubungan kitab Mazmur dengan Ibadah


COMMENT


.news-comments powered by Disqus