PASKAH

PASKAH

Published On Desember, 10 2012 | By Yusak

PENETAPAN TANGGAL PASKAH

Berbeda dengan tradisi Natal, Paskah tak mempunyai tanggal & bulan yang tetap. Hal tersebut disebabkan perbedaan acuan dalam menetapkan hari. Natal didasarkan pada sistem penanggalan matahari (Solar Calender), sedangkan Paskah didasarkan pada sistem bulan-matahari (Lumisolar System). Gereja purba tidak pernah direpotkan dengan soal tanggal Paskah, karena mereka merayakannya setiap hari Minggu, yaitu hari kebangkitan Tuhan Yesus (bnd.Kis 20:17; I Kor 16:2).

Baru pada abad ke-2, mulai ada jemaat-jemaat Kristen yang mengkhususkan hari Minggu tertentu untuk dirayakan sebagai hari Paskah, setahun sekali. Ada perbedaan dalam penetapan tanggal Paskah tiap tahunnya. Jemaat-jemaat Kristen asal Yahudi berpendapat bahwa Paskah sebaiknya dirayakan sebagai pengganti Paskah Yahudi (bnd.Imamat 23). Jadi tanggalnya adalah ke-14 dalam bulan Nissan (menurut kalender Yahudi) tanpa mempersoalkan hari (Kel 12:6,11). Sebaliknya, jemaat-jemaat Kristen yang berasal dari bangsa-bangsa lain berpendapat bahwa Paskah sebaiknya dirayakan pada hari Minggu.

Pada tahun 325, dalam konsili di Nicea, ditetapkan hari Paskah, yaitu hari Minggu pertama sesudah bulan purnama yang jatuh pada atau sesudah tanggal 21 Maret, yaitu tanggal permulaan musim semi. Apabila bulan purnama itu jatuh pada hari Minggu, maka Paskah dirayakan pada hari Minggu berikutnya. Keputusan tersebut disetujui oleh semua gereja di seluruh dunia. Patokan tanggal yang dipakai setiap tahunnya antara tanggal 22 Maret s/d 25 April.

Dengan demikian tanggal Paskah sudah dapat ditetapkan sekian puluh tahun di muka. Misalnya, kita sudah dapat mengetahui untuk tahun 2000, Paskah jatuh pada tanggal 23 April; tahun 2005,  jatuh pada tanggal 27 Maret dan pada tahun 2010, Paskah akan jatuh pada tanggal 4 April.

Kalau tanggal Paskah sudah bisa diketahui, maka dengan mudah ditetapkan tanggal hari Jum’at Agung (3 hari sebelum Paskah), Kenaikan Tuhan Yesus (40 hari sesudah Paskah) dan Pentakosta (50 hari sesudah Paskah).

MAKNA PASKAH YAHUDI & KRISTEN

Paskah bermula dari perayaan Passover atau Pesach (yang berarti : berlalu / melewati) (Kel 12:1-11 & 27). Ketika itu, semua anak sulung orang Mesir dibunuh, tetapi keluarga-keluarga Israel diluputkan. Mereka diselamatkan, karena ada tanda darah anak domba yang diolesi di ambang pintu rumah, sehingga malaikat maut ‘melewati’nya. Bagi orang Yahudi, peristiwa tersebut menjadi ‘tradisi’ dalam keluarga mereka. Ada acara (semacam liturgi) pembagian roti tidak beragi, daging anak domba & sayur pahit dalam upacara paskah. Perjamuan Paskah seperti itulah yang dirayakan Tuhan Yesus bersama para murid, pada kamis terakhir sebelum kematianNya (Luk 22:7-30). Seperti inilah Perjamuan Paskah versi Yahudi.

Walaupun ada perbedaan antara Paskah Yahudi & Kristen, tetapi jika diperhatikan ‘jiwa’ perayaan Paskah-nya memiliki kesamaan. Karena hakekat Paskah dirayakan sebagai hari kebangkitan dari kematian. Israel memperingati peristiwa pembebasannya dari Mesir yang merupakan lambang penindasan dan penyeberangan Laut Merah yang melambangkan kematian.

Bagi orang Kristen, Paskah merupakan peristiwa kebangkitan Yesus dari kematian. Ini merupakan pengajaran penting dalam kekristenan, sampai Rasul Paulus menulis  “Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosa” (I Korintus 15:17).

 

PERIHAL KEBANGKITAN TUHAN YESUS

Ya, Kristus sudah bangkit dari kubur. Hal ini bukan keyakinan belaka tetapi ini fakta, maut telah dikalahkan. Kini Dia hidup. Sehingga Paskah dianggap sebagai puncak kemenangan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Namun demikian, ada beberapa orang atau kelompok yang menyangkal kebangkitan Tuhan Yesus. Nah, sebaiknya Anda tahu ada beberapa teori yang salah tentang kebangkitan Tuhan Yesus, di antaranya :

 

1. Legendary Theory

Golongan orang yang menganggap bahwa Yesus hanyalah sebuah legenda, sebuah mitos. Padahal sejarah menunjukkan bukti-bukti nubuat tentang Yesus, silsilah dan kelahiranNya serta kebangkitanNya.

2. Wrong Tomb

Golongan ini menyatakan bahwa para wanita dan murid-murid Yesus telah datang ke kubur yang salah. Tetapi ini ditolak oleh adanya malaikat-malaikat di sana dan juga para serdadu Romawi itu tak mungkin menjaga kubur yang salah. Yesus dikubur dalam kuburan khusus milik Yusuf dari Arimatea (Yoh 19:38,41-42; Luk 23:50-54; Mark 15:42-47; Mat 27:57-61).

3. Swoon  Theory

Menurut teori ini Yesus pada waktu disalib tidak mati, tetapi pingsan. Padahal menurut adat pada zaman itu, jika seorang yang disalib (yaitu penjahat) dan tidak mati, maka kaki si penjahat harus dipatahkan. Kaki Yesus tidak dipatahkan (Yoh 19:31-37), berarti Yesus benar-benar mati.

4. Telegram Theory

Golongan orang yang menganggap, hanya ada komunikasi rohani antara Yesus dan murid-muridNya. Padahal, fakta-fakta menunjukkan bahwa Yesus adalah manusia sejati (mempunyai tubuh jasmani); misalnya pada waktu disalib, lambungNya ditusuk , mengeluarkan darah & cairan, berarti Ia adalah manusia.

5. Stolen Body Theory

Golongan ini percaya bahwa murid-muridNyalah yang mencuri tubuh Yesus Kristus. Padahal kenyataannya, kubur Yesus dijaga ketat oleh tentara Romawi (Mat 27:62-66), bahkan murid-murid Yesus terkejut mendengar kabar tsb (Yoh 20:1-10).

6. Vision Theory

Kebangkitan Yesus hanyalah sebuah vision penglihatan belaka (halusinasi). Padahal kalau hanya halusinasi, mengapa Yesus menampakkan diri kepada Thomas (Yoh 20:27); Yesus makan bersama murid-muridNya (Yoh 21:12-14).  Ia memecah-mecah roti (Luk 24:30).

Kenyataannya Tuhan Yesus telah bangkit dari kubur:

1. Kubur Kosong

Kubur kosong itu tinggal membisu, tetapi mereka adalah saksi yang tidak dapat disangkal bahwa YESUS sudah hidup!

2. Perubahan Dramatis Para Murid setelah Kebangkitan Yesus.

Profesor William Baclay menulis : “Apa yang mengubah sekelompok orang yang ketakutan, sedih dan putus asa itu menjadi orang yang siap pergi dan menaklukkan dunia? Apa yang meyakinkan mereka bahwa apa yang mereka anggap sebagai akhir segalanya sebenarnya adalah awal yang baru? Hanya ada SATU PENYEBAB. YESUS TELAH KEMBALI. Perubahan pada diri para rasul mungkin tidak dapat dijelaskan atas dasar lain. Jelaslah, apabila tak ada kebangkitan, kelompok para rasul mungkin akan berpisah begitu saja dan masing-masing  akan menempuh jalannya sendiri-sendiri dan berusaha melupakannya” (William Baclay, “And He had Compassion” Valley Forge, Penn : Judson, 1946, hlm.262). [diambil dari buku lagu Special Song for Celebration bagian Easter, terbitan Yis Production].

Sumber : www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus