ONE WAY

ONE WAY

Published On Desember, 10 2012 | By Vido Fransisco Pardede

MENJADI BAND “SEKULER”

     Pada 29 Januari 2009 yang lalu, tim majalah ‘PRAISE’ berangkat dari Kelapa Gading menuju rumah Bobby, salah satu personil Band One Way (OW) di bilangan BSD City, Tangerang. Pukul 10.00 wib, kami tiba di rumahnya dan disambut dengan ramah. Beberapa menit kemudian datang pula personil Band OW yang lain untuk bergabung dalam wawancara kami.

DULUNYA CHRIST FOR ONES (CFO)

    Band One Way lahir tahun 1997 di Yogyakarta. Sejak dulu Bobby Febian (vokalis), Henry Budi Dharma (gitaris), dan beberapa teman lain yang sudah nge-band bareng. Bahkan Bobby dan Henry sempat masuk group Jikustik. “Kebetulan dulu bikin Jikustik, mungkin bisa dibilang setengahnya One Way itu adalah setengah Jikustik dulu. Pecahnya bukan karena berantem, tapi kami memang mendapat visi lain aja tahun 1997”, cerita Bobby tentang cikal bakalnya band ‘OW’.

    OW semula personilnya ada 10 orang, yang terdiri dari 4-5 orang vokalis dan 5 orang pemusik. Seiring berjalannya waktu, lantaran ada pergeseran prioritas, dan ada yang memiliki visi pribadi, maka sekarang ini sisa 4 orang,  karena pemegang bass, Yosua, beberapa bulan ini memutuskan resign. Tapi dari komunitas GETT sendiri banyak yang bisa menggantikan posisi sementara sebelum mendapatkan personil yang tetap.

    “Tahun 2000 kita pindah dari Jogja ke Jakarta. Bertemu dengan Henry (guitarist). Henry dulu orang Jakarta, orang Kelapa Gading. Tommy (keyboardist) juga kuliah di Jogja, aslinya orang Solo. Kalau Yonas (drummer) emang orang Jogja, kebetulan juga saudara sama saya”, papar Bobby.

    Sebelum nama ‘One Way’, band ini sempat mencuatkan nama Christ For Ones (CFO) karena visinya adalah mau membawa Kristus bagi tiap-tiap orang. “Nama CFO dipakai selama setahun aja, setelah itu pake nama One Way”, jelas Bobby. Nama One Way sendiri diberikan oleh teman baik Bobby tahun 1998 dengan harapan OW dapat membawa generasi ini kepada satu jalan, yaitu Yesus.

DI ALBUM TIDAK ADA NAMA “YESUS”?

    Tak bisa dipungkiri, sangat jarang band rohani yang bisa eksis hingga 10 tahun. Tetapi ‘OW’ sudah menempuh perjalanan bermusik selama 12 tahun. Diukur dari lamanya, band pop ini boleh dibilang termasuk “matang” dalam bermusik. Sampai tahun 2006, sudah 4 album yang dirilis OW, mulai dari album perdana berjudul ‘Terbang’ (tahun 2000), ‘Pulang” (2003), ‘Bintang’ (2004), dan ke 4, merupakan permintaan dan masukan dari banyak pengemar agar membuat album rohani, maka tahun 2006 terbit ‘One Way Worship’.

    Dalam lagu-lagu karya OW, jarang ditemukan kata ‘Yesus’ mungkin hanya di album ‘One Way Worship’, tetapi selebihnya kita tidak temukan kata ‘Tuhan’. Ketika tim PRAISE bertanya mengapa di lagu-lagu ‘OW’ tak ada kata Yesus? mereka menjawab dengan santai, karena memang hal ini sudah berkali-kali ditanyakan, bahkan ada yang tidak respect dengan OW gara-gara hal ini. “Saya sebenarnya tak terlalu suka menjelaskan kepada mereka, karena buat saya you don’t know”. Di lain waktu, selain kita sama One Way kita melakukan apa yang kamu bilang itu, tapi untuk One Way kita memang melakukan sesuatu yang lain. Tapi toh mereka juga tak akan dengar. Kita pernah dibrondong sama radio, gara-gara tidak menyebut nama Yesus. Buat kita tidak masalah.... Hari-hari ini slogan agama sangat sensitif, kita bukan tak mau menyebut nama Tuhan Yesus. Dalam setiap konser kita sering kutip-kutip ayat dan cerita-cerita Alkitab”, jelas Bobby.

    Bagi personil OW, arti kata “worship” sendiri harus diterjemahkan, bukan hanya dalam kebaktian di gereja saja. Dan memang sejak awal berdirinya OW tahun 1997, mereka tak memisahkan istilah musik rohani dan musik sekuler. Di mata mereka, bermusik dianggap sebagai satu profesi. “Sama seperti tukang cukur, dokter.... Kalau dokter rohani apa dokter yang di gereja? Buat kami semua hal adalah rohani. Karena lakukanlah segala sesuatu dengan sungguh-sungguh seperti melakukannya untuk Tuhan. Asal dilakukan untuk Tuhan, kecuali hal-hal yang melanggar firman Tuhan,” ujarnya.

    Menurut Bobby, dalam bermusik, poin yang paling penting adalah  mengusung  nilai-nilai Alkitab dalam setiap lagu dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Memang kita mulai dari tahun 1997, bikin lagu yang biblikal karena memang kita pengen banget supaya message-message dari bible itu bisa benar-benar didengar oleh semua orang. Jadi kita kemas sedemikian rupa dengan gaya bahasa yang universal (tanpa kata Yesus), supaya orang yang mendengar (termasuk non Kristen) merasa nyaman (tidak merasa di Kristen-kan)”, jelas Bobby yang banyak mengarang lagu-lagu OW.

    Walaupun jarang ditemukan kata “Yesus” dalam album-album OW, kehidupan mereka terbuka untuk di-covering oleh orang-orang yang mereka anggap sebagai Bapak rohani, di antaranya : Jonathan Patiassina, Rubin Ong, Daniel Alexander, Cornelius Wing, Samuel E. Saputra, Franky Sihombing. Sejumlah hamba Tuhan inilah yang kerap melakukan pelayanan bersama dengan OW. Pada prinsipnya OW percaya, bahwa Firman Tuhan yang keluar itu tidak akan kembali dengan sia-sia. Meski demikian, dengan rendah hati mereka mengaku banyak menerima kesaksian, termasuk juga yang berasal dari sekuler. 

OW MERAMBAT KE DUNIA SEKULER?

    Yang mengejutkan adalah judul album ke 5 OW  ‘Di Sini’ merupakan album sekuler. Wah jangan apriori dulu sekuler di sini artinya distribusinya ke sekuler (dunia non Kristen juga). ”Dari segi arransemen, message dan nama One Way pun tak berubah”, jelas Bobby. “Sebenarnya di tahun 2002 One Way pernah keluar di album sekuler melalui Sony Music Indieten 3, tetapi memakai nama ‘OW’, karena pihak label tidak menggunakan nama One Way. Sayangnya saat itu kurang mendapatkan respon alias tidak terlalu jalan / laku. Barulah tahun yang lalu (2008) Tuhan membuka jalan untuk tembus pasar sekuler pakai label Universal”.

    “Pada tahun 2000, pertama rekaman, personilnya ada 7 orang (album ‘Terbang’). Mengapa agenda kita ada di label dan distribusi rohani (di kalangan Kristen saja)? karena dari awal kesempatan yang Tuhan berikan di situ. Dan memang lagu-lagu kita bisa diterima oleh semua orang”.

    Tak jarang tema-tema yang diusung OW mungkin sedikit melawan arus. Sementara banyak lagu ‘sekuler’ yang mengumandangkan issu perselingkuhan, perceraian, kekasih gelap, tetapi OW akan terus menyodorkan menu love, encourage dan forgiveness.

    Waduh interpretasinya mungkin memang akan berbeda satu dengan yang lain. Bisa untuk Tuhan Yesus, bisa juga untuk kekasihnya.

    Kalau album perdana “Terbang” cukup meledak dan fenomenal di tahun 2000-an, apakah album ke 5 OW ini juga demikian? Kita berdoa saja supaya Tuhan memakai OW bukan hanya di kalangan gereja tapi juga di luar gereja. (pis / Praise #6 / 2009)

(Pembaca bisa search `Ketika Ku Tak Bersamamu` di youtube.com untuk melihat V-clip terbaru Oneway.)

Berbagai komentar tentang terobosan OW untuk tembus pasar sekuler (diterima dari Email, SMS yang disebarkan secara acak ke berbagai orang di beberapa kota).

“Kalau hanya menyebut Tuhan-Tuhan apa bedanya dengan band sekuler, apa takut ndak laku?!
(Yezki, Jombang 08123517xxx)

“Klo menurut saya lagunya bagus n musiknya juga enak walaupun gak pake kata Yesus tp pesen-pesen disair lagunya ktauan kog isi Kristennya. Ok.....maju terus OW.”
(Pdt. Timotius, GBI Misi Bapa-Bekasi, 0817864xxx)


“Tidak peduli apa nama bandnya, yang penting personilnya...klo mrk tdk takut Tuhan, lagunya sia-sia. Kurang memberkati.mungkin bila personilnya sudah takut Tuhan, baru lagunya (walau tdk menyebut nama Yesus) bisa menenangkan banyak jiwa.GBU.”
(Veve, Kelapa Gading Jakarta Utara 0817774xxx)


“Aransemen musik OW itu lumayan. Lirik lagu yg meniadakan nama Yesus dari segi entertaimen ok ok saja, tetapi menurut saya akan membuat kabur visi OW sendiri, bahkan dari segi penginjilan akan seperti “Putar Kayun”. Dari segi explorasi dan expansi musik baik. Keep going.”
(David P, Bethany Denpasar Bali 0816555xxx)


“Wah saya ga tau yg mn yg jdl album’e? Tp kye OW ok-ok aja tuh.mungkin pake kata Tuhan spy bisa jangkau sekuler jg, krn kl dunia denger kata Yesus pasti dah anti. Bnyk kog lagu laene yg Cuma ada kata Bapa atau Tuhan, malah teman-teman sy yg ndk Kristen kadang bs nyanyi. Krn nga tau klo lagu Rohani Kristen.”
(Yanti GIA, Klaten 085293734xxx)

“OW tuh musiknya keren, tapi sayang label recordnya masih sebatas label yang rohani. Kalau mereka bisa masuk label yang lebih luas jangkauannya, pasti pesan yang mereka sampaikan bisa lebih luas terdengar”
(Prima, Bethany Denpasar, Bali, 0816555xxx)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus