One In Love (OIL)

One In Love (OIL)

Published On Desember, 11 2012 | By Vido Fransisco Pardede

OIL Lahir Dari KGPC

One In Love yang disingkat OIL lahir dari Persekutuan Kelapa Gading Praise Centre (KGPC) yang anggotanya berasal dari berbagai denominasi gereja. Ada 6 personil yang memainkan alat musik & 6 vokalis. Nama OIL & KGPC hampir tak bisa dipisahkan, karena semua personil OIL adalah pemain musik KGPC juga. Bedanya KGPC merupakan wadah untuk bersekutu & berinteraksi dengan musik, sedangkan untuk OIL lebih berperan sebagai tim pelayanan `outdoor` (keluar).

OIL sudah meluncurkan 2 album dalam bentuk kaset & CD. Tahun 2006 album perdananya yang bertemakan “One In Love,” yang kemudian dipakai sebagai nama group band ini, hal ini mirip dengan sejarah Giving my Best (GMB) yang lahir tahun 1996an ya. Untuk arransemen 10 lagu yang pertama dikerjakan oleh Ucok Rajagukguk (salah satu personil True Worshippers), di-distribusikan oleh Harvest. Menyusul tahun 2007 album kedua “Breakthrough”, ada 11 lagu yang dikerjakan bareng-barang oleh tim OIL sendiri, sebagai tamu, Sari Simorangkir, mengisi 1  lagu. Penyebaran album ke 2 dipercayakan ke Insight Unlimited.

Visi OIL adalah memberkati jemaat Tuhan dengan puji-pujian baru, yang dikemas dalam gaya musik anak muda. Hal ini ditopang dengan banyaknya personil OIL yang memiliki bakat.

Tak dapat dipungkiri, aliran musik band OIL sangat dipengaruhi oleh musik TW yang dinilai sudah menjadi berkat banyak orang & Israel Houghton dari AS.

OIL selama 2 tahun ini sudah banyak berkeliling dengan berbagai misi, bukan hanya pelayanan ke gereja-gereja di perkotaan, tetapi juga turun ke desa-desa terpencil dalam KKR yang diadakan oleh PESAT (Pelayanan Desa Terpadu).

Pelayanan yang berkesan adalah pada waktu tour ke Holy Land (2007), Tim OIL jadi berkat di Yerusalem & juga di Betlehem waktu memuji Tuhan, walau menyanyinya hanya diiringi gitar. Waktu singgah di Singapore, sempat mengisi di acara akhir tahun yang diadakan di Orchid Road, Singapore selaku penyelenggara Parade Lagu-Lagu Rohani. Menariknya adalah orang yang lalu lalang di lokasi tersebut berasal dari berbagai negara & bukan hanya orang Kristen, tapi juga ada orang-orang non kristen lengkap dengan pakaian keagamaannya duduk diam menyaksikan dengan serius lagu-lagu natal yang dimainkan dengan arransemen gaya anak muda tersebut, tentunya hal ini menyedot perhatian panitia setempat juga & membuat pengunjung terpaku.

Ketika ditanyakan tentang maraknya bajakan, Pak Marzuki selaku pendiri OIL menyadari hal ini tidak mudah diberantas, tetapi sikap yang diambil ialah “kita tak harus terganggu dengan hal-hal itu,” ujar pak Marzuki,  yang merangkap sebagai executive producer OIL.

OIL sesuai dengan nama & sifatnya yang “licin”, kiranya benar-benar bisa dengan mudah masuk ke semua denominasi gereja, sehingga bukan hanya menjadi berkat, tetapi jadi pemersatu gereja-gereja Tuhan . Sukses terus  ya !. (YIS/TS / Praise #1 / 2008) 


COMMENT


.news-comments powered by Disqus