MUSIK GEREJA PADA MASA RENAISSANCE (1450-1700)

MUSIK GEREJA PADA MASA RENAISSANCE (1450-1700)

Published On Desember, 12 2012 | By Majalahpraise Admin

Musik era ini adalah musik di antara tahun 1400 sampai tahun 1600. Di Era ini manusia menjadi sadar akan martabatnya sebagai pribadi. Hal ini berhubungan dengan aliran humanisme yang mengetegahkan kembali ajaran dan kesenian Yunani. Akibatnya ialah bahwa manusia sedekit demi sedikit melepaskan diri dari ikatan gerejani dan sosial yang menentukan hidup dalam abad-abad pertengahan. Maka manusia menemukan kekayaan dalam dunia dan dalam diri-sendiri. Terjadi suatu kelahiran kembali (renaissance): 1492 Colombus menemukan benua Amerika yang membuka jalan untuk memperluas ekonomi dan sekaligus iman kristiani. Tahun 1511 Pedagang Portugis sampai di Indonesia dan mulai kolonisasi di Asia Tenggara. Tahun 1650 Pedagang Belanda mengusir mereka dan melanjukan kolonialisme terutama di Indonesia. Sebagai akibatnya berkembanglah kota-kota  di Eropa sebagai pusat perdagangan, kerajinan dan pertukangan. Hidup masyarakat mulai berpusat di kota-kota yang terlindung dengan fasilitas-fasilitas yang menjamin hidup lebih mewah. Negara-negara tertentu menjadi kuat, termasuk Italia yang menjadi negara gereja di bawah pimpinan Sri Paus. Di satu pihak di sinilah kesenian diperkembangkan, di lain pihak sekaligus hidup moral dan rohani mundur. Hal ini antara lain mendatangkan reformasi (1519) yang dilanjutkan dengan kontra reformasi (ordo Jesuit didirikan 1520, Konsili Trente 1545-1563).

MUSIK INSTRUMENTAL
    Renaissance dapat juga diartikan sebagai periode dalam Sejarah Eropa Barat dimana manusia mulai melakukan eksplorasi terhadap dunia, baik melalui perjalanan atau penjelajahan ke Timur maupun ke Selatan belahan bumi, tetapi mereka juga gemar mengembangkan ilmu pengetahuan dan kesenian. Oleh karena pikiran manusia menjadi semakin bebas, maka musik sekuler mulai muncul dan berkembang pula musik-musik instrumental yang semula kurang mendapatkan tempat di lingkungan tradisi gereja. Instrumen musik yang digunakan pada era ini sangatlah bervariasi dan beberapa masih dipakai hingga saat ini. Secara garis besar, instrumen musik pada era renaissance dapat dibagi menjadi brass, strings, perkusi, dan woodwind. Instrumen brass yang terkenal adalah slide trumpet, cornett, trumpet, dan sackbut. Alat musik string yang terkenal adalah viol, lyre, irish harp, dan hurdy gurdy. Alat musik perkusi yang terkenal adalah tamborin dan jew’s harp, yang sangat terkenal untuk melamar kekasih mereka pada era renaissance. Lalu alat musik woodwind atau alat musik tiup dari kayu yang terkenal adalah shawm, read pipe, hornpipe, bagpipe, panpipe, transverse flute, dan recorder. Bahkan recorder masih diajarkan di sekolah dasar hingga saat ini.
     Tetapi musik gereja tetap sangat penting dan gaya polifonik vokal sangat berkembang pada periode ini. Bahkan bisa dikatakan masa puncak perkembangan musik polifonik (gaya kejar-kejaran) adalah masa renaissance. Ciri-ciri musik polifonik adalah semua suara berdikari, sedapat-dapatnya dengan saling menirukan (kanon dan tehnik imitasi). Kesenian ini merupakan hasil kesatuan dari berbagai unsur musik dari seluruh Eropa, karena para pengarang menjelajah daerah-daerah sambil mempelajari gaya musik lokal dan mengarang di situ. Kalau polifonik dalam abad-abad pertengahan tidak berpangkal dari syair, tetapi merupakan suara tambahan, tidak mempedulikan keindahan bunyi, bisa dikatakn apalagi iramanya pelit, kini bunyi yang indah makin menentukan. Bunyi bersama diperhatikan, dalam musik dicari dan diungkapkan arti bahasa, arti bunyi kata. Musik menjadi makin manusiawi!
     Yang menarik disimak adalah Lagu Gregorian dalam masa renaissance mengalami suatu perkembangan. Bahkan timbul tangga nada gregorian yang baru, ionis dan elois yang kemudian menjadi Mayor dan minor. Misa de Angelis dan Salveregina ditulis dengan tangga nada yang sudah mirip dengan Mayor. Selain itu timbul banyak sekuensi baru terutama untuk pesta-pesta orang kudus. Menjadi biasa juga untuk memberi kata baru pada nada-nada yang dilengkung (tropus). Namun di lain pihak lagu Gregorian mundur dan dirasa sebagai lagu wajib yang kalah bagusnya terhadap lagu polifonik.Dalam reformasi di gereja Protestan musik mendapat kedudukan baru: Berpangkal dari imamat umum, maka seluruh umat menjadi pelaksana liturgi. Maka timbulah nyanyian umat dalam bahasa pribumi (Koral). Martin Luther (1483-1546) sendiri mengarang sejumlah koral dan mengambil alih banyak lagu profan dengan memberi lirik rohani (Kontafaktur). Lagu dengan satu suara diperkembangkan menjadi motet (Michael Praetorius 1571-1621). Musik orgelpun mulai berkembang.

JENIS MUSIK
Genre musik pada era ini sangatlah bervariasi. Genre yang sangat terkenal adalah mass, motet (Motet, suatu pengolahan teks secara polifonik, potongan demi potongan, dengan motif yang lain-lain, sesuai dengan arti teks. Tehnik imitasi main peranan besar), madrigal spirituale, dan juga laude. Musik sekuler juga memainkan lagu dari satu ataupun banyak suara seperti frottola, chanson, dan madrigal. Genre musik vocal sekuler adalah madrigal, frottola, caccia, chanson, rondeau, virelai, begerette, ballade, musque mesuree, canzonetta, villancico, villanelle, villotta, dan juga lute song. Selain itu, masih ada juga genre-genre seperti toccata, prelude, ricercar, canzone, intabulation, basse dance, pavane, galliard, allemande, dan courante yang membuat musik era renaissance menjadi lebih semarak dan meriah. Pada akhir era renaissance, juga terdapat banyak lagu opera seperti monody, madrigal comedy, dan juga intermedio.

KOMPOSER ZAMAN RENAISSANCE
Era renaissance juga melahirkan komposer-komposer kenamaan eropa. Pada masa awal renaissance, ada komposer ternama seperti Leonel Power, John Dunstable, Gilles Binchois, dan Guillaume Dufay. Nama-nama seperti Pierre de La Rue, Antoine de Fevin, Antonius Divitis, dan Cipriano de Rore dapat Anda temukan di masa pertengahan renaissance. Lalu masih ada juga nama Johannes de Fossa, William Byrd, Tomas Luis de Victoria, Philippe Rogier, dan Carlo Gesualdo yang Berjaya di akhir era renaissance. Masih banyak lagi komposer-komposer kenamaan yang membuat era renaissance yang meskipun dikenal kurang produktif, namun berhasil membuat era tersebut menjadi awal dari musik modern yang sangat terkenal. Musik-musik era renaissance meskipun sangat kurang dalam hal kuantitasnya, namun sangat bagus dalam hal kualitasnya.
    Masyarakat kota kini berkembang seni lagu rakyat. Memang dalam masa renaissance masyarakat mulai berpartisipasi dalam musik. Maka di samping musik rohani/gereja kini berkembanglah pula nyanyian duniawi /sekuler serta musik tari ; Chanson, Villanelle, Madrigal, nyanyian koor. Bahkan sudah lahir pula satu bentuk musik yang baru berkembang dalam masa Barok : Opera. (Yis/PRAISE # 11).

Sumber : www.majalahpraise.com

Bersambung : MUSIK GEREJA PADA MASA BAROK (1600-1750)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus