MUSIK GEREJA PADA MASA BAROK (1600-1750)

MUSIK GEREJA PADA MASA BAROK (1600-1750)

Published On Desember, 12 2012 | By Majalahpraise Admin

Musik era Barok dimulai pada tahun 1600 dan berakhir pada tahun 1750. Arti dari Barok (baroque) sendiri adalah mutiara yang tidak berbentuk. Makna ini juga menggambarkan arsitektur musik pada masa ini yang sangat abstrak. Musik klasik sangat mendominasi di zaman ini, sehingga masa Barok juga disebut sebagai era musik klasik Eropa. Awalnya memang berpangkal dari Italia, kemudian gaya Barok meluas ke seluruh Eropa dengan menentukan segala bidang seni: Seni sastra dan drama (Moliere, Cerventes, Angelus Silesius, Grimmelshausen, A Elsheimer), arsitektur (Bernini, Fischer von Erlach, Baltasar Neumann) dan musik. Gaya Barok bercirikan perpaduan antara  kemewahan dunia dan suasana Surga. Hal tersebut terlihat pada gedung-gedung gereja serta istana yang dibangun mencerminkan “hadirnya Surga di dunia ini” dapat dilihat dalam banyak lukisan, hiasan, kemewahan.
     Para komposer terbaik dari dunia musik klasik Eropa sangat berjaya di era ini. Sebut saja Claudio Monteverdi, Antonio Vivaldi, George Frideric Handel, Arcangelo Corelli, dan sang maestro musik klasik, Johann Sebastian Bach. Para komposer tersebut bekerjasama dengan pemain musik untuk memajukan musik. Mereka membuat perubahan di notasi musik dan juga menciptakan cara baru dalam memainkan instrumen musik. Era musik Barok juga merupakan tonggak dari terciptanya dan diakuinya musik dalam opera. Banyak sekali teknik musik dan konsep musik dari era Barok masih dipakai hingga saat ini. Kebanyakan dari alat musik klasik seperti biola dimainkan dengan sangat baik di era ini.
     Sebenarnya perkembangan musik Barok sudah dirintis oleh pengarang musik vokal di akhir abad ke-16. Di maza Barok ini, Polifoni makin diganti dengan gaya homofoni, maka harmoni Mayor dan Minor makin dipentingkan dalam susunan chord yang makin gaya. Birama dan hitungan menjadi penting sebagai dasar untuk bermusik bersama. Berkembanglah suatu gaya musik baru : Monodi dan Generalbas (akor-akor pengiring untuk satu suara). Musik ini cocok sekali untuk diisi dengan suara-suara instrumental untuk memeriahkan suasana. Dan inilah tujuan masa Barok! Tak dipungkiri. musik instrumental kini sangat maju, mula-mula sebagai musik pengiring kemudian sebagai musik yang punya tujuan dalam diri sendiri. Maka tumbuhlah bentuk musik baru: Toccata, fantasia, improvisasi tentang sebuah nyanyian, variasi, suita, sonata, konser, passacaglia untuk orgel dan Cembalo.
Di kalangan Protestan, berkembang keinginan untuk merayakan pesta (celebratioan) yang mewah dan mengesan melalui penampilan musik di dalam gereja. Sejajar dengan opera, di luar gereja timbulah oratorium denn aria, koor dan musik instrumental dari orkes namun tanpa disandiwarakan, pengarang oratorium pokok adalah George Frideric Handel. Kantata adalah oratorium mini yang terutama diciptakan untuk ibadat hari Minggu di gereja Protestan. Johann Sebastian Bach mengarang lebih dari 200 kantata. Musik orgel kini mengalami masa jayanya, terutama oleh J.S Bach.
Di kalangan gereja Katolik, berkembang ibadahnya  “Devotio Moderna” ialah keinginan untuk mengungkapkan isi hati secara wajar. Hal ini menjadi dasar untuk karangan misa dan orkes, yang diselenggarakan di gereja Katedral dan istana. Proprium Gregorian pun diganti dengan lagu baru. Maka lagu Gregorian makin kurang dikenal; dirasa terlalu sederhana. Maklumlah manusia Barok mengalami hadirnya Tuhan dalam ibadat sebagai Raja. Sehingga mulai berani bersuara lantang. Kemasan yang baru seperti ini bertujuan untuk memuliakan Tuhan dengan menyajikan hal yang menarik sehingga menyenangkan manusia. Maka dalam gereja sering terdapat dua koor, permainan instrumen, orgel pun menjadi makin populer. Sehingga tempat orgel dipindahkan di balkon di belakang, berhadapan dengan altar. Akibatnya bahwa seluruh ruang gereja dipenuhi dengan bunyi, umatpun (yang dulu terpisah dari altar) kini diintregrasikan di dalam liturgi. Sikap berdoa ini memang bertentangan dengan keputusan Konsili Trente yang berulang kali ditegaskan kembali oleh Sri Paus.

 GAYA MUSIK MASA BAROK
    Gaya musik barok sangatlah terkenal hingga sekarang. Sebut saja Darmstadt overtures dari Jerman, overtura dari Prancis , allemande dengan tempo sedang, courante dari Prancis, sarabande yang mempunyai beat antara 40 dan 66 per menit, dan gigue dari Inggris yang bisa dimulai dari segala beat. Lalu masih ada gavotte yang dimainkan dengan 4/4 dan selalu dimulai pada beat ke 3 dalam tangga musik. Gavotte biasanya dimainkan dengan tempo sedang, namun terkadang ada beberapa komposer dan pemain yang lebih suka memainkannya dengan cepat. Selain itu, masih ada bourre yang mirip dengan gavotte. Namun, bourre dimainkan dengan 2/2 dan dimulai pada half yang kedua pada beat akhir di tangga nada. Hal ini dapat menciptakan perbedaan yang unik dalam musiknya. Biasanya bourre dimainkan di tempo sedang. Namun komposer kenamaan seperti George Frideric Handel memainkan bourre dengan tempo yang jauh lebih cepat. Lalu, ada minuet yang merupakan barok dances yang paling terkenal di triple meter. Minuet dimainkan di tempo sedang dan dapat dimulai di beat manapun dalam tangga nada. Kemudian, masih ada passepied yang sangat cepat dan sering dimainkan oleh George Frideric Handel dan Johann Sebastian Bach. Terakhir, ada rigaudon yang dimainkan di duple meter. Rigaudon diciptakan di Prancis tepatnya di Provence.
     Lagu-lagu instrumental dari era Barok juga sangat banyak. Kita bisa menemukan concerto grosso, fugue, suite, sonata, partita, canzone dan sinfonia. Masih ada juga jenis instrumental seperti fantasia, ricercar, toccata, prelude, chaconne, passacaglia, chorale prelude, dan stylus fantasticus. Jenis musik instrumental dari era barok terus dimainkan hingga sekarang. (Dari berbagai sumber/Yis/PRAISE #12)

Bersambung : ERA MUSIK KLASIK (1750-1820)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus