Mona

Mona

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

KALAU KTA TIDAK MENYERAH, TUHAN PASTI KASIH JALAN

PANTANG MENYERAH

     Hati Mona pantas merasa berbunga-bunga ketika dirinya disebut punya potensi untuk menjadi seorang diva. Yang memberikan penilaian itu juga bukan orang sembarangan. Adalah Anang Hermansyah, seorang  musikus papan atas negeri  ini yang melontarkan pengakuan tersebut tatkala Mona menjadi salah satu finalis Indonesian Idol, pada 2010 lalu.

     Gadis bernama lengkap Monalisa Gina Lengkong ini tercatat pernah menjadi peserta kontes pencarian bakat nyanyi yang diselenggarakan stasiun televisi RCTI itu sebanyak empat kali, yakni 2006, 2007, 2009 dan 2010. Bisa jadi ini suatu rekor tersendiri juga! 

     Jauh-jauh hari sebelumnya, dara kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 24 Maret 1989 ini memang sudah punya cita-cita untuk tampil dan mencatat prestasi di ajang nyanyi paling bergengsi di Tanah Air tersebut. Apalagi dunia tarik suara bukan hal baru baginya, sebab anggota keluarganya rata-rata bisa menyanyi. Mona sendiri mulai menyanyi sejak usia 13 tahun di gereja, dalam bentuk grup, koor, dan sebagainya. Dia baru menyanyi solo sejak berusia 16 tahun. Ketika itu, di Manado, dia sudah biasa menerima tawaran untuk menyanyi karena memang dia punya potensi dalam hal itu. Bakat nyanyi itu makin diasah dalam latihan-latihan nyanyi dan koor di gereja di bawah asuhan kakak- kakak pembina. “Jadi, saya tidak pernah kursus vocal,” kata gadis yang sekarang sering bolak-balik Jakarta-Manado ini.

     Anak pertama dari dua bersaudara ini sepertinya tidak puas hanya bisa menyanyi, maka dia pun belajar gitar. Alhasil boleh dikatakan kini dia juga pandai bermain gitar. Pernah juga dia masuk les drum, namun akhirnya ditinggalkan begitu dia sibuk sebagai kontestan Indonesian Idol.  

     Sifat pantang menyerah begitu kental dalam diri Mona. Dan itu telah dibuktikannya ketika memutuskan untuk ikut kompetisi nyanyi Indonesian Idol. Dia ikut kontes yang digandrungi jutaan anak muda ini pada 2006, 2007, 2009, dan terakhir 2010. Ada banyak orang yang langsung mengundurkan diri jika mengalami kegagalan berkali-kali, sikap sebaliknya justru diperlihatkan Mona. Dara cantik ini bahkan ngotot untuk mengulanginya sampai empat kali! “Kalau kita terus berusaha, maka Tuhan pasti akan kasih jalan,” demikian keyakinan Mona tentang sikap ulet dan gigihnya itu. 

MEMENUHI NAZARNYA PADA TUHAN

    Menghasilkan album adalah cita-cita setiap penyanyi, termasuk Mona. Sabtu 19 November 2011 adalah hari istimewa bagi Mona, sebab pada hari itu album perdananyadilaunching di Menara Thamrin Jakarta. Judulnya: ‘Cinta Sejatiku’. Dalam acara yang sangat bersejarah itu, bapak-ibu serta opanya sengaja datang dari Manado untuk menyaksikannya. Setidaknya, bagi Mona, album pertama bergenre rohani ini bukan sembarang album. Sebab album ini adalah pemenuhan nazarnya kepada Tuhan. Menurut Mona, ketika dia kembali menjadi peserta Indonesian Idol pada 2010, dia bernazar akan membikin album rohani bila berhasil tampil sebagai salah satu finalis.

“Puji Tuhan, nazar itu sekarang tercapai. Memang agak lama baru bisa tercapainya karena prosesnya kan tidak bisa instan. Bikin album itu tidak segampang yang kita pikir,” ungkapnya kepada PRAISE beberapa saat sebelum acara launching albumnya itu dimulai.

     Ditanya tentang albumnya itu, mahasiswi ekonomi manajemen Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini membeberkan bahwa ada 10 lagu di dalamnya. Lagu-lagu itu merupakan  karya beberapa pencipta lagu rohani seperti: Franky Sihombing, Sidney Mohede, Bobby One Way, Hillsong, dan dua lagi ciptaan Mona sendiri. “Hanya ada tiga lagu baru dalam album tersebut,” cetusnya.

     Mona yang ingin suatu saat nanti terjun di dunia bisnis menegaskan kalau album perdananya ini baru merupakan permulaan. Dia ingin terus berusaha mencapai karir setinggi-tingginya di blantika musik. Dan kalau Tuhan mengizinkan, dia ingin menjadi diva, sebagaimana pernah dipujikan oleh Anang Hermansyah. “Ini baru start!” tandas mahasiswi yang sedang bersiap menyusun skripsi itu. “Semua penyanyi pasti ingin menjadi diva, tetapi untuk itu perlu usaha!” lanjut Mona. 

    Di tengah kesibukannya di dunia nyanyi saat ini, Mona sangat menyadari tentang pentingnya pendidikan. Ijazah sarjana, ilmu yang dia peroleh di bangku kuliah akan bermanfaat. Apalagi dia ingin terjun di bisnis. “Jangan sia-siakan ijazah, untuk mendapatkan itu pun perlu uang,” urai jemaat Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) Manado ini.  

     Seperti disinggung di atas, Mona beberapa kali menjadi peserta Indonesian Idol. Selama itu dia memang sempat lolos sampai ke Jakarta, namun hanya di kisaran 90 besar dan 50 besar. Dan baru pada 2010 dia berhasil menembus babak spektakuler atau finalis. Dan sesuai peraturan, peserta yang sudah mencapai babak 12 besar tidak boleh ikut ajang itu lagi. “Andaikata masih ada kesempatan, saya pasti ingin ikut lagi hingga mendapat peringkat satu,” tandasnya.

     Ketika Mona mengalami kegagalan, dia bukannya merasa tidak mampu atau merasa suaranya jelek lalu mengundurkan diri. Bahkan sebaliknya dia terus latihan dan latihan biar impiannya tercapai. “Patokan saya, kalau kita tidak menyerah Tuhan pasti kasih jalan,” ulang Mona yang beribadah di IFGI Balai Sarbini jika sedang berada di Jakarta. Tekad ini seperti refrain lagu yang ditulis Jonathan Prawira : “Ku Tak akan menyerah, pada apapun juga, sebelum kucoba, semua yang ku bisa…”

     Setelah membuat album sekuker, memenuhi nazarnya, apa langkah Mona selanjutnya? Ingin berkiprah di musik sekuler. Bahkan dia sudah memulainya, dan kalau tidak ada halangan, single-nya itu akan launching tahun depan. Menurutnya, dengan terjun di musik sekuler akan semakin luas pencapaian karirnya. Sekalipun demikian, musik rohani tidak akan dia tinggalkan, “Sebab itu adalah tanggung jawab saya kepada Tuhan, sebagai anak Tuhan,” tegas Mona. “Tak mungkin saya meninggalkan musik rohani gara-gara sekuler,” ulangnya mantap (HPt / Praise #22 / 2012).
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus