MOMO “GEISHA”

MOMO “GEISHA”

Published On Desember, 19 2012 | By Vido Fransisco Pardede

SINGING FOR LORD, I WILL !

Untuk menjadi seorang penyanyi wanita yang populer tidak cukup hanya memiliki kecantikan fisik semata, tetapi mereka juga harus memiliki taste (red. Rasa)  dan karakter yang kuat di dalam musikal. Seperti halnya wanita cantik ini, yang tak lain adalah vokalis dari sebuah band yang saat ini sedang banyak diperbincangkan khalayak musik Indonesia, Momo “GEISHA”. Wanita yang mempopulerkan Hair Pony Model ini mengemas tiga hal itu dengan baik secara bersamaan, dan siap meyakinkan dirinya untuk menjadi pusat perhatian para pendengar, pengamat dan pencinta musik tanah air.

PIKIRAN MENJADI KENYATAAN

                Setiap orang pasti memiliki impian dan harapan, dan semua itu dapat terwujud jika kemampuan dikawinkan dengan usaha dan kerja keras. Wanita yang bernama asli, Narova Morina Sinaga ini berhasil merealisasikan dalam hidupnya. Dengan berusaha keras mengikuti kompetisi musik A Mild Live Wanted bersama Geisha di tahun 2007, Geisha yang sebelumnya bernama Jingga akhirnya dapat membuktikan bahwa namanya layak diperhitungkan di blantika musik tanah air dengan masuk 10 besar nasional dalam ajang kompetisi musik tersebut. Hingga akhirnya di tahun 2009 mereka direkrut oleh perusahaan musik Musica Studios untuk merilis debut albumnya yang diberi judul Anugerah Terindah.

Gadis yang kini menginjak 25 tahun ini awalnya memiliki impian untuk menjadi seorang dokter, dan mengaku seorang yang pemalu tetapi selalu mendapatkan juara di sekolahnya, karena ia banyak menghabiskan waktunya dengan belajar di rumah tanpa mengecap dunia luar, membuat dirinya terlihat seperti seorang Nerd (red. Kurang Pergaulan). Tetapi setelah menginjak remaja ia mulai ke luar untuk melihat dunia yang banyak berkutat dengan pergaulan dan percintaan, saat itulah ia mulai memutuskan untuk menggeluti dunia musik dengan segudang impian dan harapan menjadi seorang biduan yang dikenal masyarakat musik tanah air.

Saat majalah PRAISE bertanya tentang nama Momo yang disandingkan dengan nama Geisha yang sedikit berkonotasi negatif, wanita kelahiran 7 Juni 1986 ini menguraikan makna Geisha, “Arti kata GEISHA sendiri adalah SENIMAN SEJATI. Arti makna tersebut alasan kenapa mengambil kata GEISHA untuk nama band ini. Kalau dari sejarahnya, GEISHA adalah penari di kerajaan, tetapi ketika Jepang terinvasi oleh tentara sekutu, saat itulah seorang GEISHA dijadikan ke arah sesuatu yg negatif. So, terserah orang untuk menanggapi itu secara positif atau negatif, karna kami (Geisha) hanya seniman yang ingin berkarya”  tegas Momo sambil tersenyum.

                Perempuan yang mengidolakan Avril Lavigne ini memiliki karakter suara merdu  yang seakan berbalut kesenduan hatinya, membuat suaranya seperti memiliki kekuatan yang dapat meyakinkan bahwa setiap kesedihan yang ada di lirik yang dia nyanyikan benar-benar terjadi di dalam kehidupan nyatanya, terlihat saat ia menjiwai setiap lagu di setiap penampilannya. “Pesan di dalam lagu harus disampaikan secara nyata melalui cara kita menjiwai sebuah lagu” tegasnya kepada majalah PRAISE di sela penampilanya di acara sebuah stasiun tv swasta.

Semua hal itu menjelaskan bahwa seorang Momo Geisha adalah pribadi yang tidak terlalu mementingkan apa deskripsi orang tentang dirinya, selama ia masih melakukan hal yang positif dan dapat menghibur banyak orang dengan suara indahnya, ia telah melakukan hal positif lebih dari seorang Geisha.

MENYANYI UNTUK TUHAN

                Musik dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Pengaruhnya dapat membentuk manusia menjadi sebuah pribadi, membentuk sebuah kebiasaan, bahkan dapat membentuk sebuah kebudayaan. Begitu juga yang dirasakan seorang Momo Geisha. Musik menjadi salah satu trigger (red. pemicu) untuknya terus menggali potensi dalam dirinya, merubah dirinya yang sebelumnya adalah seorang pemalu menjadi pribadi yang berkharisma jika tampil di atas panggung, karena musik dapat memberikan energi pada diri kita sebagai bentuk perlawanan terhadap ego kita yang terkadang membunuh banyak potensi di dalam diri kita. Meskipun masih terbilang baru bergelut di dunia musik, tetapi Momo telah menemukan jati dirinya yang sebenarnya. Itu diperlihatkannya dari kontribusinya untuk Geisha, walaupun tidak banyak menciptakan lagu, tetapi Momo dapat menginterpretasikan lirik-lirik yang dibuat Roby Satria sang gitaris Geisha menjadi sesuatu yang nyata. Momo juga kerap memberikan dimensi baru terhadap image seorang penyanyi perempuan. Contoh saat Geisha menjadi band pembuka Agnes Monica di Surabaya, Momo memperlihatkan bahwa ia mempunyai Taste yang cukup bagus dalam musik, dengan aksi memainkan Floor tom (red. Bagian pada drum) di sela-sela lagu Geisha, berkat aksinya itu Momo menciptakan Gimmick (red. aksi) baru yang tidak pernah dilakukan oleh penyanyi-penyanyi perempuan Indonesia lainnya.

     Di balik kesuksesan yang Momo dapatkan saat ini, terselip kerinduan dalam dirinya untuk bisa bernyanyi bagi kebesaran nama Tuhan Yesus, karena Momo berpendapat segala keberhasilan yang ia peroleh bukan semata-mata karena kerja kerasnya, tetapi cinta kasih Bapa di Surga pada dirinya. Momo tidak pernah lupa untuk mensyukuri berkat Tuhan dalam kehidupannya. Wanita yang selalu terlihat ramah ini berpendapat bahwa segala sesuatu dalam hidup ini harus selalu disyukuri, karena saat kita mensyukuri segala sesuatunya, kita akan mendapatkan kebahagiaan yang tidak kita kira sebelumnya.

Sebagai seorang pengikut Kristus, wanita berdarah batak ini menyempatkan dirinya untuk selalu pergi ke gereja di sela jadwal Geisha yang cukup padat. Bertumbuh dari keluarga yang takut akan Tuhan membuat Momo tidak pernah melupakan segala hal yang pernah keluarganya ajarkan sejak ia kecil, untuk selalu rendah hati dan tidak pernah lupa berdoa atas kasih dan kebaikan Tuhan pada hidupnya setiap saat. Seperti halnya juga keinginan dirinya untuk menggarap sebuah lagu rohani yang dapat memberkati banyak orang, karena semua dari Tuhan dan harus dikembalikan pada kemuliaan Tuhan, karena sebagai seorang public figure, Momo mengerti tidak  selamanya dia berada di puncak kesuksesan, suatu saat ia akan berada di bawah, dan itulah roda kehidupan. Seperti kutipan kata-kata bijak ini, “Choosing to be positive and having a grateful attitude is going to determine how you`re going to live your life.”(Memilih untuk menjadi positif dan memiliki sikap bersyukur akan menentukan bagaimana Anda akan hidup Anda.) Momo tahu benar menempatkan dirinya di mata Tuhan,. Jika dia memiliki kerendahan hati, maka Tuhanlah yang akan meninggikannya *(JR / Praise #21 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus