Mind of Christ "MOC"

Mind of Christ "MOC"

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Mencerminkan Pikiran Kristus

Personilnya Karyawan Sekuler

     Siapa bilang di tengah aktivitas kita sebagai anak Tuhan yang bekerja di dunia sekuler tidak bisa melayani Tuhan? Hal ini dibuktikan oleh grup band yang menamakan diri “Mind of Christ (MOC)”. Grup yang digawangi oleh Bambang Catur Wachyudi (keyboard), Andhika Kosasih (keyboard), Lie Raggie (bass), Andreas Joko Kristiawan (guitar), Bondan Bay Pamungkas (drum), De Dhea Ashadi, Irnah Pratiknyo, Hery Kasman dan Riny (vocal) ini sebagian besar adalah karyawan atau karyawati swasta.

     Album yang berisi sepuluh lagu ini murni hasil karya dan aransemen mereka, karena setiap lagu yang mereka buat terinspirasi dari pengalaman hidup mereka dan curhat teman-teman. Dengan memberikan nuansa musik pop yang easy listening (red:enak didengar), mereka juga menampilkan seorang penyanyi rohani yang sudah tidak asing di telinga kita, yaitu Viona Paays dalam lagu “Pujian Syukur”.

     Yang menjadi keunikan mereka sekaligus kendala mereka adalah karena rata-rata personilnya adalah karyawan yang bekerja jadi agak susah mencari waktu berkumpul, baik untuk latihan maupun untuk tampil di atas panggung. “Tapi kita kembali kepada kerinduan kita yaitu ingin menjadi berkat,” ujar Catur salah satu personilnya yang banyak menulis lagi.

Mencerminkan Pikiran Kristus

     Grup yang berasal dari Gereja Pentakosta Isa Almasih (GPIA) ini berdiri sejak 17 Juli 2007. Awalnya mereka tak sengaja mendirikan sebuah grup band karena pelayanan merekapun berbeda-beda. “Kita ini ada yang pelayanan di kaum muda, sekolah minggu dan ibadah umum. Tapi kita sering kumpul bareng. Tanpa disangka ada yang menawarkan untuk rekaman, dan kita terima,” ucap Joko pemetik gitar MOC.

     Nama MOC sendiri diambil dari 1 Korintus 2:16. “Kita memang rindu untuk menjadi berkat melalui musik, mungkin musikalitas kita masih belum bagus tapi kita ingin setiap lagu kita menecerminkan pikiran Kristus dan dapat memberkati banyak orang,” ujar Joko yang mencetuskan nama MOC.

     Dalam album yang diberi judul sama dengan nama grup mereka sendiri ini, menawarkan lagu-lagu yang member pengharapan, motivasi, dan juga penyembahan kepada Tuhan. “Karena itu kita selalu menjaga agar mereka bisa tetap sehati dan sepikir, tapi bukan dari pikiran kita melainkan pikiran Kristus,” ucap Raggie.

Kritik Sebagai Masukan Positif

     Tidak selalu sesuatu yang positif itu dapat diterima orang dengan baik. Begitu pula dengan MOC, meski sudah mempunyai visi dan misi yang positif dalam blantika musik tapi tetap saja ada yang memberi komentar-komentar miring. “Memang ada yang blang musik kita seperti musik kuno, terlalu sederhana, tapi di tengah-tengah masyarakat yang sedang condong ke jenis musik seperti Hillsong dan lainnya, tapi kita tidak. Kita ingin benar-benar beda. Karena kita ingin karya kita bisa dinikmati oleh semua segmen,” jelas mereka yang menjadikan kritikan dari orang lain sebagai suatu hal yang membangun untuk lebih mendorong mereka semakin lebih baik dalam berkarya.

     Demi menjaga kekompakan agar tetap solid, mereka harus saling mengerti akan tugas dan tanggung jawab mereka, di samping itu komunikasi satu dengan yang lain ditingkatkan. “Selain kita menjunjung fleksibilitas, kita juga harus menjaga hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Karena banyak para musisi yang sudah ‘besar’ jatuh pada dosa kesombongan. Jadi kita harus terus belajar terutama dari mereka yang sudah sukses di dunia musik dan juga dari buku-buku yang dapat menambah wawasan kita,” jelas Catur membagi tips kekompakan mereka.

Pujian Syukur Terbukti Menjadi Berkat

     Grup yang mengidolakan Franky Sihombing dan Joseph S. Djafar ini punya kesaksian khusus dengan lagu yang mereka buat, khususnya lagu ‘Pujian Syukur’. “Ada seorang Bapak yang sedang menunggu isterinya ketika sedang melahirkan. Lalu ia menyanyikan lagu itu dan mengimaninya. Dan melalui lagu tersebut Bapak itu dikuatkan dan memuji Tuhan,” cerita mereka saat mengunjungi kantor PRAISE.

     Selain lagu ‘Pujian Syukur’ yang menjadi bukti pengungkapan syukur mereka, MOC memang harus terus bersyukur karena memiliki produser sekaligus mentor yang selalu memberi semangat dan dorongan baik melalui dana maupun kata-kata. “Produser kita itu sering mengirimkan SMS kata-kata Firman yang menguatkan,” ujar mereka. Nah, terbukti kan kalau kita selalu mengucap syukur, Tuhan akan memberkati kita. (Ras / Praise #7 / 2009)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus