Mike Mohede

Mike Mohede

Published On Desember, 10 2012 | By Vido Fransisco Pardede

CARA MIKE TELEPON TUHAN

MODAL DENGKUL

     Sukses di Indonesian Idol telah membawa namanya bersinar di industri musik Tanah Air. Ingin tahu bagaimana kisahnya menyisihkan ratusan bahkan ribuan peserta ajang pencarian bakat tersebut. Setelah mencari waktu yang tepat, tanggal 20 Juli lalu tim Praise diberi kesempatan untuk mewawancarainya di sebuah studio musik, di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan.

     Perjuangan yang cukup panjang di Indonesian Idol membuat pria bertubuh tambun ini semakin merasakan bagaimana indahnya janji Tuhan yang sangat ia percaya. Sukses memenangkan ajang pencarian bakat tersebut tahun 2005 lalu telah membuka jalan bagi pemilik nama lengkap Michael Prabawa Mohede melaju di blantika musik Indonesia.

     Bagi putra pasangan Amin Yudhayani dan Arthur Mohede Jr (alm) ini menyanyi adalah hobi yang sudah ia gemari sejak umur 6 tahun. Sejak kecil pula ia sudah bergabung dalam kelompok Paduan Suara di gereja tempatnya beribadah.

     Menyadari bahwa Tuhan sudah menitipkan suatu karunia yang indah dalam hidupnya, sejak tahun 2003 lalu Mike sudah memperdalam kualitas vokalnya dengan serius belajar vokal di lembaga musik Farabi selama 1,5 tahun.

     Apapun yang kita lakukan untuk memperdalam dan mengembangkan talenta yang sudah Tuhan beri, pasti Tuhan akan terus membuka jalan. Begitu juga dengan yang dialami Mike, setelah ajang Indonesian Idol berlalu, ia dipercaya oleh seluruh rakyat Indonesia untuk mewakili negeri ini ‘bertarung’ melawan para jebolan Idol dari berbagai Negara di Asia, dalam Asian Idol tahun 2007. Mengemban suatu amanat orang banyak bukanlah hal yang mudah, karena itu dalam setiap kesempatan tampil di atas pentas, Mike selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, yang ia tujukan bukan hanya untuk manusia tapi juga untuk Tuhan. “Semua yang saya inginkan selama saya hidup Tuhan selalu berikan. Saya cuma berdoa minta pada Tuhan dan Tuhan kasih. Saya hidup sebenarnya cuma modal dengkul,” ujar pria kelahiran Jakarta, 7 November 1983 itu.

      Saat pertama kali Indonesia Idol dimulai, tahun 2004 lalu, sebenarnya Mike sudah ingin mengikutinya, tapi karena ia telat mendaftar akhirnya iapun gagal. Tapi ternyata Tuhan punya waktu dan rencana yang pas untuknya. Sehingga pada tahun berikutnya saat ia kembali mendaftarkan diri, ia bisa terus melaju sampai menuju kemenangan yang sudah ia raih. Meski berjalan mulus, bukan berarti Mike tidak mengalami kecemasan dan ketakutan. “Selama proses audisi itu saya terus berdoa ‘Bapa Kami’. Saya percaya ketika kita setia pada Tuhan, maka Tuhan pasti setia untuk menepati janjiNya,” tutur pria yang berpedoman pada ayat favoritnya di Roma 8:31.

TUHAN PASTI SANGGUP

      Dalam album repackage Maria Shandi, ‘Kupercaya JanjiMu’, Mike didaulat untuk menyumbangkan suara emasnya di lagu ‘Tuhan Pasti Sanggup’. Mike yang menyambut tawaran yang menggembirakan itu tak pernah berpikir panjang untuk menyanyi lagu rohani seperti kerinduan hatinya saat ini.

      “Saya ingin sekali membuat album rohani, tapi karena membuat album itu tidak seperti membuat kacang goreng, karena itu kerinduan saya masih menjadi pergumulan. Tapi saya percaya suatu saat pasti akan Tuhan berikan,” harap pengagum Brian Mcknight dan Ron Kenoly itu.

      Mike sangat bersyukur bisa mendapat kepercayaan untuk menjadi featuring di album Maria Shandi, karena selain lagu tersebut memiliki pesan rohani yang indah, ternyata Mike juga mengagumi Maria Shandi. “Dia (red: Maria) penyanyi yang nggak ‘ngoyo’. Seorang penyanyi yang jika bernyanyi pasti pesan rohaninya sampai, reputasinya juga bagus,” puji Mike mengenai Maria Shandi.

      Dalam menyanyikan lagu pujian di setiap pelayanannya, Mike selalu memberi yang lebih baik lagi ketimbang bernyanyi lagu sekuler. “Nyanyi lagu sekuler atau rohani sama saja, hanya saja kalau nyanyi lagu rohani lebih ke’memberi rasa’ lagu tersebut. Nyanyi lagu rohani itu bagi saya seperti saat saya lagi telepon Tuhan dan ingin menyampaikan sesuatu. Nggak ada batasan dan lebih kuat esensinya.”

      Bagi Mike lagu ‘Tuhan Pasti Sanggup’ merupakan jawaban dari lagu ‘Tetap Setia’ (red: ciptaan Sari Simorangkir) yang selalu ia nyanyikan jika ia diundang untuk pelayanan pujian. Karena itu ia berharap setiap orang percaya bisa merasakan pesan dari lagu tersebut untuk merefresh hidup mereka, karena Tuhan pasti sanggup.

      Mike pernah menerima kesaksian mengenai lagu ‘Tuhan Pasti Sanggup’ yang ia dengar langsung saat ia selesai pelayanan di suatu tempat. Saat itu Mike didatangi oleh seseorang yang menceritakan bahwa ia dikuatkan dengan lagu itu, saat orang tersebut mengalami patah semangat.

      Menjadi public figure tidak selalu harus mengikuti arus dunia ini. Itu terlihat dalam diri Mike yang sederhana dan rendah hati, seperti yang PRAISE saksikan saat mewawancarainya. “Kalau ada orang yang sukses kemudian ia ‘jatuh’ terjerembab itu salahnya sendiri,” terang pria yang ketika SMP juga pernah kecanduan rokok, tapi kini ia sudah tidak melakukan kebiasaan buruk itu lagi.

      Mike juga pernah mengalami masa-masa suram dimana ia merasa seperti tak punya arah dan pedoman saat sang papa tercinta harus kembali ke rumah Bapa di surga, saat Mike berumur 18 tahun. Saat itu ia hampir tidak bisa menerima kenyataan kalau papanya sudah tiada. Itu adalah suatu hal yang manusiwi, tapi bukan manusia namanya kalau ia  tidak mampu bangkit dari keterpurukan yang dialami. “Awalnya saya nggak tahu mau ngapain? Papa itu tonggak kehidupan kami. Dari situ saya dapat satu hikmat. Saya sudah punya talenta yang Tuhan beri, punya keluarga yang selalu dukung saya. Kenapa harus sedih? Bukankah saya punya sosok Bapa yang lebih dahsyat, Bapa yang lebih mengenal saya, yang selalu lebih tahu saya. Saya punya pengharapan baru untuk menjalani hidup ini,” papar jemaat GPIB Filadelfia, Bintaro Jaya itu.

      Berkarir di dunia tarik suara adalah pilihan hidup Mike, bukan karena Mike tidak punya keahlian di bidang lain, tapi karena ia merasa bahwa panggilan hidupnya adalah musik. Karena itu ketika ia bekerja untuk menghibur orang lain di atas panggung, Mike senantiasa melakukan itu dengan sepenuh hati. “Mensyukuri setiap hal sekalipun kecil dan bisa mengaplikasikan kasih Tuhan itu adalah suatu bentuk  ungkapan penyembahan saya kepada Tuhan,” tutur pria yang juga suka membaca kitab Mazmur walau tidak mengerti istilah ‘Sela’ dalam kitab tersebut.

      Bagi pria yang hobi berenang dan membaca novel atau komik ini, sukses adalah ketika kita sudah bisa mencapai satu fase kehidupan yang lebih tinggi dari sebelumnya itulah makna sukses yang sejati. Karena itu pula Mike tidak pernah lupa untuk melibatkan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya. “Saya bisa hidup dan berkarir itu karena Dia. Yesus itu sumber kekuatan saya, sumber inspirasi saya. Sejauh mana hubungan saya dengan Tuhan? Biar Dia saja dan saya yang tahu,” ungkap pria yang memiliki berat badan 115 kg itu.

SAYANG MAMA

       Bulat, hitam, simple, galak, pemalas tapi penuh kasih sayang. Itu sedikit gambaran singkat mengenai fisik Mike yang punya kebiasaan buruk (maaf ya) suka buang gas. Ternyata Mike juga sangat menyayangi sang bunda. Tapi bukan berarti Mike itu tipe pria ‘anak mama’, meski menjadi anak bungsu yang kerap mendapat perlakuan istimewa dari seluruh keluarga, bagi Mike sendiri semua yang ia dapatkan sama saja seperti yang didapatkan oleh kakak-kakaknya.

       Satu lagi kebiasaan Mike, yaitu sering meminta sang mama untuk menggaruk-garuk punggung nya. Mike menyadari bahwa keluarga adalah tempat ia bertumbuh dan merasakan kebaikan Tuhan melalui orang-orang terdekat. “Keluarga adalah ‘larutan penyegar’ saat saya ‘panas dalam’. Dan fans pertama kali sebelum saya dikenal banyak orang. Karena kalau saya bernyanyi mereka yang pertama kali dengar,” ujar pria yang telah menelurkan album sekuler bertitel ‘MIKE’ tahun 2005 lalu.

       Dalam segi gaya hidup, ketenaran nama yang kini ia sandangpun tak membuatnya seperti ‘kacang lupa kulit’. Misalnya saja dalam urusan makanan, Mike lebih memilih masakan mama tercinta di rumah daripada makanan di luar rumah. Juga dalam memperlakukan fans yang menyukainya. Mike pasti memberi waktunya untuk menjawab setiap email atau telepon dari fansnya. “Arti fans sangat besar dalam karir saya, kalau nggak ada mereka saya juga nggak akan seperti sekarang ini. Mereka bukan hanya mendukung saat nyanyi tapi juga mendukung dalam doa. Tapi ada juga fans yang tidak mengerti batasan-batasan privacy” ujar Mike tentang fansnya.

       Selain pribadi yang rendah hati, Mike juga mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Ia pernah ‘berkeliling’ selama tiga Minggu ke Jepang dan Amerika untuk ikut ambil bagian dalam proyek penggalangan dana mendukung fasilitas pendidikan di Papua.

      Kini setelah mengalami begitu banyak karya Tuhan yang luar biasa dalam hidupnya. Tentu saja Mike semakin lebih mantap mencintai Tuhan juga semua orang di sekelilingnya yang sudah Tuhan percayakan yaitu keluarga dan pasangan hidupnya (red: pacar, tapi masih rahasia). Tapi Mike masih memendam satu cita-cita lagi yang belum bisa ia wujudkan. “Saya ingin beliin mama saya rumah,” harapnya. Semoga Mike dapat segera mewujudkan mimpinya ya. Kita doakan saja yuk.(ras / Praise #8 / 2009)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus