MAZMUR KUTUKAN ? (seri 5 Mazmur)

MAZMUR KUTUKAN ? (seri 5 Mazmur)

Published On Desember, 10 2012 | By Yusak

Mazmur 137:8-9 ”Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!”

      Banyak pembaca mungkin kaget dan heran akan pernyataan Pemazmur di atas. Bagaimana mungkin seorang pemazmur membicarakan hal-hal yang bertentangan dengan moral Kristiani seperti kekejaman, keinginan membalas dendam dan bersukaria atas penderitaan-penderitaan orang lain ? Bagaimana mungkin kelembutan dari ayat-ayat pembukaan Mazmur ini diserasikan dengan seruan pembalasan dendam yang sedemikian kejam dalam ayat-ayat terakhir?
      Mazmur ini hanyalah salah satu dari sekian banyak mazmur yang secara umum tergolong sebagai ’Mazmur Kutukan’. Wah ngeri yah namanya. Mazmur-mazmur tersebut adalah Mazmur 7, 35, 55, 58, 59, 69, 79, 109, 137 dan 139. Tak ada penulis atau judul untuk Mazmur 137, namun digambarkan keadaan umat Tuhan meratap "di tepi sungai-sungai Babel". Mazmur 79 ditulis oleh Asaf dan mazmur sisanya merupakan goresan pena Daud. Nada dan isi Mazmur ini terkesan mengutuki dan menyumpahi musuh-musuh Allah. Sehingga ada sebagian orang yang menafsirkan bahwa isi mazmur-mazmur tersebut adalah semangat balas dendam dan keinginan untuk melihat musuhnya dibinasakan. Sehingga dinamai Mazmur Kutukan. Bukan hanya di Mazmur, di ayat PL lainnya pun ada yang bernada mirip (Bil 10:35; Hak 5:31; Yer 11:20; 15:15; 17:18; 18:21-23; 20:12). Kacaunya lagi, ada yang memakai ayat-ayat tersebut untuk mendiskreditkan bahwa kekristenan adalah agama yang sadis.

      Sebutan ’kutukan’ mungkin mengecohkan bagi sebagian orang. Karena hal ini bertentangan dengan ajaran Tuhan Yesus (Mat 5:38-39). Pertanyaannya adalah dapatkah dibenarkan berharap atau berdoa bagi kehancuran atau hukuman atas orang lain sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian besar dari mazmur ini? Bolehkah seorang Kristen meniru doa semacam itu? Untuk memahami secara benar, harus diketahui beberapa hal.

 SIKAP DAN TUJUAN  PEMAZMUR       

       Daud adalah penulis ’mazmur kutukan’ lebih banyak daripada siapa pun. Namun kalau diperhatikan bahwa justru Daud menyatakan kebalikan dari keinginannya untuk membalas dendam. Walaupun Daud berkali-kali mengalami perlakukan buruk dari orang-orang seperti Simei (2 Samuel 16:12), Doeg (1Sam. 22:9-10 bnd Mazmur 52:2), Saul dan Absalom putranya sendiri (2 Samuel 15:1--17:29), tetapi tak pernah sekalipun ia berusaha melakukan balas dendam atau menggunakan haknya sebagai penguasa saat itu untuk menghukum mereka. Bahkan Daud meratap ketika musuh-musuhnya dalam kondisi yang malang :"Mereka membalas kebaikanku dengan kejahatan; perasaan bulus mencekam aku. Tetapi aku, ketika mereka sakit, aku memakai pakaian kabung; aku menyiksa diriku dengan berpuasa, dan doaku kembali timbul dalam dadaku, seolah-olah temanku atau saudarakulah yang sakit, demikianlah aku berlaku; seperti orang yang berkeluh kesah karena kematian ibu, demikianlah aku tunduk dengan pakaian kabung." (Mazmur 35:12-14).

      Daud selalu memohon Allah untuk bertindak (Maz 7:6; 35:1; 58:6; 59:5), karena pembalasan adalah hak prerogative Allah (Ul 32:35 bnd Roma 12:19). Hal ini tentu bukan manifestasi kebencian dan dendam pribadi. Tetapi Daud sedang memposisikan dirinya di pihak Allah sehingga ia menganggap musuh Allah adalah musuhnya juga. Setidaknya ada beberapa tujuan mulia yang didoakan antara lain: 1. Supaya kebenaran dan Orang Benar ditegakkan (Maz 7:8-9); 2. Supaya orang melihat bahwa Allah memberi pahala kepada orang benar dan menghukum orang fasik (Maz 58:11; 69:28).; 3. Supaya setiap orang tahu Allah berdaulat (Maz 59:13); 4. Supaya orang fasik bertobat melalui penghukuman  tersebut (Maz 83:16-18).

 

DASAR PERJANJIAN

Allah berjanji akan memberkati dan mengutuk seseorang atau suatu bangsa berdasarkan sikapnya kepada Abraham dan keturunannya (Kej 12:1-3). Hukuman atas Bileam (Bil 22-24; 21:16) dan Bangsa Midian (31:1-18) merupakan bukti nyata realisasi janjiNya tersebut. Sebagai bagian dari bangsa Israel dan keturunan Abraham, Daud berhak memohon Allah merealisasikannya, walaupun pada akhirnya juga pasti dilakukan Allah karena perjanjianNya.

GAYA BAHASA PLEONASME

       Mazmur merupakan buku lagu yang sering memakai gaya bahasa Pleonasme artinya mengungkap sesuatu secara berlebihan untuk mencapai kesan tertentu. Dalam kamus J.S. Badudu didefinisikan sebagai penggunaan kata yang mubazir untuk penegasan atau gaya. Jadi gambaran detail hanya ungkapan yang puitis tidak boleh ditafsirkan secara hurufiah.

     Istilah "memecahkan anak-anakmu" dalam Mazmur 137:8-9 tidaklah berarti anak-anak kecil yang dibanting pada batu; terjemahan sebagai anak-anak sebenarnya menyesatkan. Istilah dalam bahasa Ibrani tidak menyatakan usia tertentu, sebab istilah itu bisa berarti anak yang sangat muda dan yang sudah remaja. Istilah ini menekankan pada hubungan dan bukan pada usia; menunjukkan kenyataan bahwa dosa-dosa dari para bapa ternyata diulangi dalam generasi berikutnya. Jadi ayat tersebut tidak ditafsirkan secara hurufiah, tetapi suatu kiasan tentang kehancuran kekuasaan Babil dan keturunannya.

     Satu hal yang tak dimiliki Babel adalah cadas atau bukit-bukit batu yang bisa dihancurkan apa saja. Kenyataannya tidak ada batu yang tersedia untuk bangunan, samasekali berbeda dengan tanah berbatu cadas di sebagian besar wilayah Palestina. Semua bangunan harus tergantung pada produksi bata lumpur yang dikeringkan di bawah terik matahari dan penggunaan "tér" (aspal) untuk campuran semen. Itu sebabnya ketika pemazmur berbicara tentang "memecahkan anak-anak pada bukit batu", berarti ia sedang berbicara secara penggambaran dan metafora. Berdekatan dengan penggunaan metafora atas kalimat yang sama adalah dalam Mazmur 141:7. Lalu, apakah makna dari ’Berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!’? Kalimat ini berarti bahwa Allah akan menghancurkan Babel dan keturunannya karena penghinaannya yang congkak terhadap Allah dan kerajaan-Nya. Namun mereka yang percaya kepada Allah akan diberkati dan berbahagia. Bagi mereka yang meratap di bawah tangan yang menakutkan dari para penawan mereka di Babel ada harapan kemenangan ilahi yang manis yang akan menjadi bagian mereka sebagai anak-anak Allah yang hidup. Demikianlah, ini merupakan doa yang boleh juga dipanjatkan oleh umat Kristen, sejauh disadari bahwa yang dipertaruhkan itu bukan reputasi diri atau musuh pribadi kita, melainkan nama besar dan kerajaan Tuhan kita.

NUBUATAN

        Dalam hampir semua contoh, tiap ungkapan yang dipakai dalam doa-doa permohon ‘kutukan’ ini bisa ditemukan dalam pernyataan-pernyataan prosa yang gamblang tentang apa yang akan terjadi pada orang-orang berdosa tersebut yang bersikeras melawan Allah. Bandingkanlah dalam Mazmur 37:2, 9-10, 15, 35-36, 38; 55:23; 63:9-10; dan 64:7-9.

      Dalam Mazmur-Mazmur kutukan ini, banyak kasus bila bukan semua, yang menggunakan tensis imperative (Perintah, anjuran) dalam terjemahan bahasa Inggris, membuat kata-kata dalam ungkapan ini nampak seperti suatu kutukan murni. Namun di dalam tensis bahasa Ibraninya adalah future . Ini mengindikasikan bahwa kata-kata tersebut berisi nubuatan peringatan penghakiman yang pasti akan terjadi suatu hari nanti, yang akan dijatuhkan atas orang-orang jahat, entah itu secara individu maupun bagi bangsa-bangsa, kecuali mereka bertobat. Seluruh nada dari Mazmur ini mengarah ke arah ini. Mazmur-Mazmur ‘kutukan’ mengumumkan nasib orang-orang fasik ketika penghakiman akhir tiba.

Ini dapat dilihat dengan mudah dalam Mazmur 137:8-9. Kata-kata di sini kedengarannya seperti kejam menentang musuh-musuh Israel. Sesungguhnya ucapan nubuatan tentang hari kejatuhan atas bangsa-bangsa, khususnya Babel yang memperlakukan Israel dengan sadis. Babel sama seperti Edom akan menuai apa yang mereka tabur. Mereka akan diperbudak oleh bangsa lain sebagaimana mereka  pernah memperbudak Israel. Ini adalah cara mengungkapkan nubuatan tentang apa yang sesungguhnya akan terjadi di Babel. Kita menemukan nubuatan tentang penghukuman atas Babel yang persis seperti itu dan bahkan lebih mengerikan dalam Yesaya 13:13-18 Bnd Wahyu 18:1-24.

 

KESIMPULAN

      Harus diingat bahwa kadang-kadang di dalam mazmur, kita menemukan apa yang Allah katakan kepada manusia dan kadang-kadang kita juga menemukan apa yang manusia katakan kepada Allah. Dalam semua perikop dari apa yang disebut ‘Mazmur kutukan’ ini adalah apa yang manusia ungkapkan kepada Allah. Kepada Allah, mereka mengungkapkan penderitaan dan kesusahan hati mereka. Hal ini sebenarnya sama dengan prinsip doa ajaran Perjanjian Baru yang memerintahkan untuk menyerahkan kepada Tuhan, orang-orang yang berbuat salah kepada kita. Bukan nada kebencian, tapi merupakan permohonan yang tulus kepada Allah agar Ia campur tangan dan memperbaiki banyak masalah yang sudah sangat diputarbalikkan.

      Perkataan-perkataan yang sulit ini merupakan ungkapan logis dari orang-orang kudus dalam Perjanjian Lama supaya Allah menyatakan keadilanNya. Ini bukanlah pernyataan pembalasan dendam pribadi, melainkan merupakan ungkapan yang sungguh-sungguh demi kerajaan Allah dan kemuliaanNya. Yang pasti, musuh-musuh yang menyerang bukan musuh-musuh pribadi, sebaliknya, musuh-musuh tersebut dipandang justru menyerang Allah dan terutama para wakilNya dalam garis keturunan Sang Mesias. Jadi, Daud dan jabatannya menanggung pukulan terberat dari serangan-serangan ini dan ini berarti juga serangan terhadap Allah dan kerajaanNya.
      Sungguh ironis bahwa seorang percaya yang melihat kejahatan di matanya, dari waktu ke waktu, tetapi tidak bereaksi. Namun dalam mazmur-mazmur ini kita melihat kebalikannya. Doa-doa ini merupakan ekpresi rasa jijik terhadap dosa dari mereka yang ingin melawan Allah dan kerajaanNya. Sasaran utama dari doa-doa ’kutukan’ ini ialah melihat berakhirnya ketidakadilan dan kekejaman, kejahatan dimusnahkan, Iblis dikalahkan, kesalehan ditinggikan, kebenaran ditegakkan, dan Kerajaan Allah diwujudkan (Sumber : PRAISE # 15 / Yis).

 

Sumber : www.majalahpraise.com

 

Baca juga : MUSA & MAZMUR NYA  


COMMENT


.news-comments powered by Disqus