Mawar Simorangkir

Mawar Simorangkir

Published On Desember, 19 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Dari Menyanyi Merambah ke Penggembalaan

    Sosok Mawar Simorangkir bukanlah sosok yang baru di dunia musik rohani Kristen. Telah banyak album yang telah dirilisnya hingga saat ini tercatat tidak kurang dari 15 album dihasilkannya yang mana telah memberkati banyak orang.

Cukup lama sosok ayunya tidak muncul di ranah musik rohani. Rupanya Mawar belakangan ini memiliki kesibukan lain yang mengharuskan dia menginvestasikan waktu dan pikirannya lebih banyak kepada profesi yang digelutinya saat ini. Tentu tidak banyak orang tahu bahwa sekarang ini Mawar lebih sering tampil sebagai pengkotbah dan seorang ibu gembala dibandingkan menyanyi.

Dalam suatu kesempatan di sebuah pusat perbelanjaan di kota Bekasi, kepada PRAISE, Mawar membagikan kisahnya.

PANGGILAN TUHAN ‘YANG LAIN’

Bermula dari membuka Sekolah Minggu yang pada saat itu jumlahnya hanya 6 orang anak yang kemudian berkembang sampai saat ini. “Buat saya, ketika Tuhan memberikan tanggungjawab ini, kita harus betul-betul menjalankan dengan serius, dan tentu saja memerlukan waktu dan konsentrasi yang tidak sedikit,”ujarnya.

“Yang pasti pelayanan dalam puji-pujian masih terus berjalan, baik di Jakarta, luar kota, maupun di luar negeri. Tetapi saat ini ada satu pelayanan yang saya fokuskan saat ini yaitu pelayanan penggembalaan dimana suami saya yang menjadi gembalanya dan saya harus mendampingi suami dalam penggembalaan ini,”tuturnya. Lebih lanjut dikatakannya, bahwa tahun ini merupakan tahun yang ke-14 pelayanan penggembalaannya.

Mereka menggembalakan di Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI) di Bekasi. Yang mana mereka menggembalakan jemaat di lingkungan kompleks perumahan tempat mereka tinggal yang dirintisnya bersama sang suami Pdt. Edi R. Silalahi 14 tahun silam.

Bukanlah hal yang mudah bagi ibu tiga anak ini saat pertama kali terjun ke dunia penggembalaan mengingat latarbelakangnya yang sebelumnya adalah seorang penyanyi rohani.

Menggeluti dunia penggembalaan rupanya bukan hanya disebabkan oleh karena memiliki seorang suami pendeta, tetapi jauh di dalam hati biduanita ini merasa tersentuh dan terdorong ketika pada suatu waktu di permulaan tahun 1990-an Mawar merasa Tuhan mengubahkan cara pandangnya.

Hatinya merasa tersentuh manakala mendengar kisah tentang seorang misionaris yang  memberi hidup untuk Kalimantan dan daerah-daerah yang mereka kunjungi. Dalam hatinya dia merasa belum berbuat apa-apa selama ini. “Tahun 1990-an itu saya sudah merasa bahwa sepertinya saya tidak boleh begini terus, hanya nyanyi dan sekadar bicara di panggung  saja. Hanya hidup dari satu panggung ke panggung lainnya, begitu terus dan kurang berinteraksi dengan orang lain secara personal,”tukasnya.

“Saya percaya pelayanan pujian yang saya lakukan saat itu adalah pelayanan yang mulia. Tetapi saat itu saya merasa Roh Kudus menjamah saya untuk melihat sisi yang lain, lebih kepada menjangkau orang lain secara pribadi,”ungkap Mawar.

MERINTIS DARI PELAYANAN ANAK SEKOLAH MINGGU

Dari satu tempat ke tempat lainnya, pesan yang sama sepertinya Tuhan taruh di dalam hati Mawar yang mana selalu saja kisah pelayanan para misionaris yang mengubahkan suatu daerah selalu mengemuka manakala  dirinya mengunjungi suatu daerah. Sepertinya lewat semua pengalaman para misionaris tersebut Tuhan ingin mengatakan kepadanya bahwa ada hal yang harus lebih dia fokuskan lagi kedepannya. Meskipun belum mengerti sepenuhnya apa yang menjadi rencana Tuhan saat itu, Mawar hanya tahu bahwa di dalam hatinya ada kerinduan dan hasrat yang besar untuk menjangkau kehidupan pribadi lepas pribadi.

Kemudian, pada tahun 1996 dengan pengarahan dan bimbingan sang suami, mulailah Mawar terjun ke dunia penggembalaan. Kala itu, pada tahun 1997 lewat suatu peristiwa kecil yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya, membuat Mawar tergerak untuk memutuskan membuka Sekolah Minggu untuk anak-anak. Dengan pimpinan Roh Kuduslah yang memampukan Mawar mengajar Sekolah Minggu pertama kali. Dan Tuhan bekerja dengan menambahkan jumlah anak-anak yang datang di minggu-minggu berikutnya.

Mawar meyakini bahwa pelayanan penggembalaan yang digelutinya saat ini adalah sungguh-sungguh dari Tuhan. Meskipun ada banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mengemban tugas pelayanan penggembalaan, tidak menggoyahkan tekadnya dalam menggembalakan. Saat ini, Mawar bahkan kerap diminta untuk berkotbah di banyak tempat.

Diakui Mawar bahwa perlu persiapan lebih ketika hendak kotbah jika dibandingkan dengan menyanyi. Tetapi baginya, ada sukacita begitu besar manakala dapat menyampaikan kebenaran Firman itu kepada orang lain secara personal.

Di tengah kesibukannnya menggembalakan, Mawar juga memiliki kerinduan untuk bisa membuat album rohani, meskipun tidak bisa leluasa seperti dahulu. Tetap dia harus membagi waktu dengan baik dan memprioritaskan penggembalaannya saat ini. Rencananya tahun 2011 ini, Mawar akan mengeluarkan album terbarunya, meskipun waktunya masih belum bisa ditentukan meskipun konsep albumnya sendiri sudah ada.

Ada kerinduan dan harapan yang besar dalam diri pelantun lagu Give Thanks ini untuk ada suatu wadah yang dapat mengumpulkan para penyanyi dan musisi serta Worship Leader berkumpul dan saling berbagi pengalaman dan saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Dirasa perlu adanya sarana atau wadah untuk bisa berbagi informasi antara sesama musisi dan penyanyi rohani. Maraknya situs jejaring sosial dewasa ini seperti Facebook atau lainnya kiranya dapat menjadi salah satu alternatif untuk dapat menjembatani komunikasi antar sesama musisi dan penyanyi rohani.

Sebagai seorang penyanyi rohani, Mawar tahu betul betapa dahsyatnya kekuatan pujian yang lahir dari hati. “Allah itu bertahta atas puji-pujian orang benar. Artinya ketika kita mengeluarkan satu pujian kepada Tuhan, Dia sanggup melakukan apa saja dengan kuasa pujian itu,” tukas Mawar. 

Manakala ditanya mengenai tembok Yerikho, dia mengatakan, “Saya percaya bukan hanya tembok yerikho saja yang bisa runtuh dengan puji-pujian, artinya dengan puji-pujian dan dengan teriakan seperti itu, Allah dapat berbuat sesuatu yang dahsyat,”tandasnya.

“Allah juga memakai pujian untuk memenangkan banyak jiwa,” imbuhnya lagi. Saat ini telah ratusan orang yang digembalakan di Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI) yang dirintisnya bersama sang suami. (Flo / Praise #17 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus