Maria Shandi

Maria Shandi

Published On Desember, 10 2012 | By Vido Fransisco Pardede

“Hanya Anugrah”

MENYANYI SEJAK UMUR 3 TAHUN

     Di blantika musik rohani nama Maria Shandi pasti sudah tidak asing di telinga kita. Setelah sukses dengan album pertama “Sentuh Hatiku” yang menjadi soundtrack sinetron di sebuah stasiun televisi swasta, namanya kian berkibar dan jadwal menyanyi pun semakin padat. Maria tidak pernah berpikir akan jadi penyanyi “Saya memang  punya mimpi untuk bisa rekaman tapi tidak tahu harus bagaimana,  ternyata Tuhan percayakan hal besar buat saya, itu semua hanya karena anugerahNya, sejak kecil saya belajar musik tanpa tahu itu berguna atau tidak, saya hanya melakukan apa yang menjadi kesukaan saya saja.” jelas putri bungsu kesayangan Suwandi dan Shanty yang sejak umur 3 tahun sudah suka menyanyi.

     Kini, Yaya, demikian panggilan maria dalam keluarganya, kembali mengeluarkan album kedua yang bertitle “Kupercaya JanjiMu”. Dalam album ini Yaya juga menulis sebuah lagu seperti pada album sebelumnya, “Hanya Anugerah” adalah karya Yaya yang terinspirasi dari kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Album terbaru Yaya ini hampir sama dengan album sebelumnya, bertema penyembahan agar bisa mengajak anak-anak Tuhan untuk lebih menyembah Tuhan dalam segala hal. Terlebih dalam situasi dunia sekarang ini, dimana kondisi ekonomi bangsa yang tidak menentu. Karena baginya, menjadi penyanyi bukan bicara mengenai keglamouran dunia selebritis, “Tapi bagaimana caranya ketika saya bernyanyi, hadirat, kuasa dan pengurapan Tuhan nyata, sehingga setiap orang yang mendengar akan diberkati, dipulihkan, bahkan diselamatkan. Karena itu saya harus tetap dekat pada Tuhan dan menjaga hidup saya di hadapan Tuhan” ungkap Maria Shandi yang mempunyai ayat emas Filipi 4:13.

HAMPIR TINGGAL KELAS

      Kecintaan Maria Shandi pada dunia musik ternyata sangat nyata dalam hidupnya, “Dengan musik, saya bisa mengekspresikan perasaan saya, saya tidak bisa melewatkan satu hari saja tanpa musik, karena itu juga saya mengambil kursus vokal kurang lebih 6 tahun, ” jelas Yaya, yang juga bisa memainkan keyboard.

     Sejak kecil, Yaya sudah ditanamkan Firman Tuhan oleh kedua orangtuanya, “Mama selalu bacain saya Alkitab setiap hari. Mama dan Papa selalu berdoa sebelum memulai aktifitas hari itu agar Tuhan menyertai sepanjang hari. Itulah yang menjadi teladan bagi hidup saya sekarang. Dan saya percaya benih Firman yang saya dengar setiap hari menjadi rhema dalam hidup saya,” jawab gadis yang sangat dekat dengan keluarganya.

     Tapi meskipun begitu, masa remaja Maria Shandi hampir sama dengan remaja pada umumnya. “Waktu masih SMP saya juga nakal, karena saya mendapat teman yang salah, Alkitab bilang pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Pada saat itu teman-teman saya suka cabut dan kalau jam pelajaran kosong kita suka ke kantin beli makanan  dan ngegosip. Saya tidak pernah belajar dan hampir tinggal kelas. Mama sering dipanggil oleh pihak sekolah sampai membuat mama malu karena nilai-nilai saya jelek dan raport saya banyak yang merah.  Kemudian mama mencari guru privat buat saya, guru itu selalu mengingatkan saya tentang Firman Tuhan,  tapi saya cuek aja. Sampai suatu hari, saya cabut dari sekolah dan ketahuan oleh guru BP lalu saya dihukum sampai kaki saya dipukuli. Sejak saat itu saya sadar kalau hidup saya berantakan, padahal saya juga terlibat pelayanan di Sekolah Minggu. Akhirnya, saya meninggalkan semua itu dan kembali pada Tuhan. Hasilnya? Saya dijauhi dan ditinggali teman-teman. Saya sendirian. Saya menghabiskan waktu di perpustakaan, mengejar ketinggalan pelajaran, tidak nyontek lagi. Dan Tuhan buktikan kasihNya, saya diubah 180 derajat sampai saya mendapat rangking pertama di kelas, saya percaya semua hanya karena anugerahNya.” Demikian Yaya menyaksikan kemurahan Tuhan dalam masa remajanya.

INGIN JADI PENGUSAHA

     Keberhasilannya dalam dunia tarik suara tak lantas membuatnya melupakan pendidikan formal, ternyata Yaya juga mempunyai cita-cita lain, “Saya ingin jadi pengusaha yang sukses.” Ungkap wanita yang masih kuliah di GS Fame jurusan Marketing. Baginya pendidikan itu penting,

     Dalam segala hal, Yaya berusaha untuk mengerjakan yang terbaik, agar mendapat hasil yang terbaik juga. Begitu juga saat pertama kali ikut rekaman di salah satu televisi swasta, saat itu ia hanya berusaha melakukan bagiannya dan menyerahkan bagian selebihnya pada Tuhan, “Tapi saya sempat pesimis juga sih!” Tambah Yaya yang berharap dengan album ini anak-anak Tuhan bisa mengingat janji Tuhan yang merupakan jaminan bagi hidup kita. Meskipun kita tidak tahu hari esok seperti apa dan bagaimana tetaplah kerjakan apa yang jadi bagian kita.

RUMUS SUKSES ALA MARIA SHANDI

     Meskipun lagu-lagu di albumnya bernuansa penyembahan, tapi ternyata lagu-lagunya juga disukai oleh berbagai segmen dari mulai anak-anak sampai orang dewasa. Ada kesaksian menarik dari album kedua ini. Ada sepasang suami istri yang saat itu sedang bertengkar, tapi ketika mereka mendengar lagu “Kupercaya JanjiMu”, mereka dipulihkan. “Itu yang yang menjadi motivasi saya melayani Tuhan, bahwa bagi saya menyanyi bukan sekedar menyanyi tapi jadi dampak buat mereka dan nama Tuhan dimuliakan.” Urai wanita penggemar sushi ini.

     Bagi gadis kelahiran 20 November 1988 ini, kesuksesannya pada dunia musik bukan semata-mata tanpa kerja keras. “Saya juga mempersiapkan diri saya dengan terus berlatih vokal setiap hari minimal 1-2 jam.” Tapi bukan hanya itu saja, “Bagi saya kesuksesan adalah dimana persiapan bertemu kesempatan plus perkenanan Tuhan. Tanpa perkenan Tuhan saya tidak akan bisa seperti sekarang ini.” Ujar penyanyi yang bulan Desember 2008 lalu menerima penghargaan sebagai Female Vocalist of the Year dari IGMA, sebuah ajang penghargaan bagi insan musik rohani.

TERPESONA DENGAN PAPUA

     Kehidupan Maria juga mengalami perubahan setelah ia masuk dunia rekaman, kini ia banyak menerima pelayanan di berbagai tempat. Semua pelayanan mempunyai kesan tersendiri tapi yang paling berkesan adalah ketika melayani di Papua, “Di situ saya benar-benar terpesona dengan kebesaran Tuhan. Saya bisa menyaksikan secara langsung keindahan dan kekayaan tanah Papua.  Sungguh luar biasa. Saya melihat langsung gunung (tambang) emas milik bangsa kita. Saya sangat bersyukur bisa mengunjungi tempat itu karena  tidak semua orang bisa ke sana. Dan itu bisa saya alami hanya karena kemurahan Tuhan.” Ungkap gadis yang websitenya bisa kita kunjungi di www.mariashandi.com

     Sebelum menutup perbincangan dengan PRAISE, Maria sempat berkomentar sedikit mengenai PRAISE: “Bagus yach. Sesuatu yang baru. Jarang banget lho ada majalah yang lebih spesifik membahas tentang  musik. Semoga menjadi berkat.”

KESAKSIAN DI BALIK LAGU “KUPERCAYA JANJIMU” Oleh : Liliana Tanoesoedibjo

     Lagu ”Ku percaya janjiMu” ini dikarang oleh Liliana Tanoesoedibjo setelah melihat dan mengalami kuasa Tuhan atas penyakit anaknya. Saat itu anak ke 4 saya  mengalami suatu alergi dimana saya tidak dapat menolongnya. Tentu anda bisa merasakan pedihnya melihat anak yang dikasihi dalam kesakitan tetapi kita tidak dapat menolongnya.

     Anak saya berusia 11 tahun lebih saat itu, dan ia mengalami alergi terhadap beberapa makanan yang tidak pernah ia alami sebelumnya, makanan yang pantang ialah susu, makanan konsumsi sehari-hari, udang, ikan air tawar, strawberry. Beberapa bulan, ia selalu pulang sekolah dengan keluhan. Bibirnya bengkak, tangannya bengkak, punggungnya gatal, kadang dekat kelopak mata bengkak, hingga ia sering meninggalkan sekolah untuk pulang awal karena alerginya kambuh. Saya sudah membawanya ke Profesor yang khusus berhubungan dengan alergi tapi beliaupun tidak dapat menyembuhkannya, ia hanya memberikan obat yang mencegah timbulnya alergi.

     Di saat itu saya tidak pernah kecewa ataupun bersungut-sungut kepada Tuhan, tapi saya mengajak anak saya untuk datang dan menyembah Tuhan Yesus. Kami percaya Dialah satu-satunya penyelamat kita, kota benteng kita.. Saya ajak anak saya untuk lebih lagi membaca firman, karena itulah makanan rohani kita yang tidak membuat kita alergi. Sejak saat itu  makin hari anak saya mulai pulih dan membaik, janjiNya ya dan Amin... Puji Tuhan... Ia sangat berkuasa... Kupercaya janjiMu ya Tuhan... Kaulah jaminan dalam hidupku. Sehingga lagu ini merupakan reflexi pengalaman dan bukti atas janji Tuhan kepada anak-anakNya. (Min / Praise #5 / 2009)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus