MANFAAT dan  NILAI ROHANI KITAB MAZMUR           (Seri 4 Mazmur)

MANFAAT dan NILAI ROHANI KITAB MAZMUR (Seri 4 Mazmur)

Published On Desember, 10 2012 | By Yusak

Kebanyakan ide-ide Alkitab sudah direfleksikan dalam Mazmur-mazmur seperti ide tentang permohonan, permintaan, syukur, pujian, kepercayaan, harapan, pelayanan, dll. Penulis-penulis kitab Mazmur mengekspresikan bagaimana mereka merasa percaya dan menyakini bahwa Allah adalah Maha Penguasa dan Pemberi kasih karunia, bahkan di dalam kesakitan dan kesulitan atau bahkan pada saat mengalami beban moral yang berat, para penulis Mazmur tetap berpegang pada kekuatan Allah yang menyelamatkan.
    Tidaklah heran, pada zaman Israel dahulu kala, Mazmur-mazmur dimanfaatkan dalam berbagai peristiwa, misalnya:
a. Pujian kepada Allah, mengingat campur tangan-Nya dalan sejarah bangsa-bangsa, misalnya bandingkan Mazmur 105:1-45 tentang       perbuatan-perbuatan Allah di masa lampau.
b. Mengungkapkan kesulitan, kesengsaraan, bandingkan Mazmur 13.
c. Memperlihatkan segi-segi pendidikan, bandingkan Mazmur 1:1-6.
d. Menghormati Allah sebagai Raja yang mulia, bandingkan Mazmur 24, 72.
e. Menyatakan otoritas Allah atas seluruh ciptaan di bumi dan di langit, bandingkan Mazmur 47:1-10.
f. Mengungkapkan tentang kesejahteraan kota-kota, bandingkan Mazmur 122:1-9, sebuah doa untuk kesejahteraan kota Yerusalem.
g. Merayakan pesta-pesta kebangsaan, bandingkan Mazmur 126, 127.
h. Merayakan kebahagiaan tiap-tiap rumah tangga, bandingkan Mazmur 128:1-6.
       Dan tentu begitu banyak maksud dan makna dari kitab-kita Mazmur yang dapat kita peroleh. Mengapa demikian ? Sebab hidup kita di dunia ini penuh dengan pergumulan, baik karena sikap dan perbuatan kita sendiri maupun sikap dan perbuatan yang berasal dari musuh-musuh kita yang menyebabkan kita jatuh ke dalam berbagai jurang. Namun, mereka yang percaya akan selalu berdoa serta menanti-nantikan Tuhan yang akan memberi kemenangan. Dan hal ini tentu harus keluar dari hati yang jujur dan murni kepada Tuhan, supaya hidup kita tidak penuh dengan sampah yang tak berguna.
       Kalau mau digali lebih dalam, maka dari kitab Mazmur ini tentu banyak kekayaan rohani yang bisa ditimba. Misalnya, Mazmur-mazmur menjadi doa di masa perjanjian lama. Mazmur-mazmur itu diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri, oleh Perawan Maria, para rasul dan para martir. Dengan tidak merubah apa-apa Gereja Kristen telah menjadikan mazmur-mazmur itu sebagai doa resminya. 
Bapak-bapak Reformator seperti Martin Luther dan Yohannes Calvin banyak menggunakan Mazmur-mazmur ketika mereka bergumul dengan kehidupan mereka, khususnya demi bangsa dan negara mereka. Calvin berkata, ”Saya terbiasa menyebut kitab Mazmur ini sebagai anatomi dari semua bagian jiwa, karena tidak ada yang akan menemukan dalam dirinya perasaan tunggal tentang gambar yang tidak terpantul di dalam cermin. Semua kesedihan, ketakutan, kekhawatiran, harapan, perhatian, kegelisahan. Pendeknya, seluruh pergolakan yang biasa mengombang-ambingkan pikiran dan perasaan manusia ada terwakili”.
     Memang seruan-seruan berupa pujian, permohonan atau ucapan syukur itu dicetuskan para pemazmur dalam keadaan tertentu di zamannya dan berdasarkan pengalaman pribadinya itu. Tetapi tanpa dirubah sedikitpun seruan-seruan itu mempunyai makna umum. Sebab mazmur-mazmur itu mengungkapkan sikap hati yang seharusnya ada pada tiap-tiap manusia yang menghadap Allah. Memang kata-kata tidak dirubah, tetapi makna mazmur-mazmur itu sangat diperkaya. Di masa perjanjian baru orang beriman bersyukur dan memuji Allah, yang sudah menyatakan rahasia hidupNya sendiri, yang melalui darah AnakNya menebus manusia dan mencurahkan Roh KudusNya. Dalam pemakaian liturgis tiap-tiap mazmur diakhiri dengan doa pujian yang tertuju kepada Bapa, Putera dan Roh Kudus. Doa-doa permohonan yang tua itu menjadi lebih hangat, semenjak Perjamuan Malam. Salib dan Kebangkitan mengajar manusia mengenai kasih Allah yang tak terhingga kepada manusia, mengenai beratnya dosa yang membelenggu semua orang, mengenai kemuliaan yang dijanjikan kepada orang benar. Memang pengharapan yang tercetus dalam nyanyian-nyanyian para pemazmur, sekarang terwujud. Sebab Mesias sudah datang dan menjadi Raja. Semua bangsa diajak untuk memuji Dia. (Sumber : PRAISE # 14 / Yis).

Sumber : www.majalahpraise.com

Baca juga  : MAZMUR KUTUKAN


COMMENT


.news-comments powered by Disqus