Lincoln Brewster

Lincoln Brewster

Published On Desember, 13 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Meletakkan Karier Sekulernya Untuk Melayani Di Gereja

     Lincoln Brewster mengawali perjalanan musiknya sejak dirinya masih kecil. Sewaktu berumur satu tahun, ibu Lincoln, Cheryl menyadari kemampuannya untuk fokus pada ritme setelah kakeknya membelikan ia sebuah set drum. Usia tujuh tahun, Lincoln sudah menguasai musik gitar dan mandolin.

     Setelah Lincoln menjadi master gitar, Cheryl membawanya ke bar lokal agar ia bisa duduk dan belajar, bersanding dengan musisi-musisi lain. Di usia ke 12, Lincoln membentuk band yang bernama Lincoln and the Missing Links, dimana ibunya menjadi pemain bass dan vokal. Masa itu ia mendapatkan pengaruh musik dari Kenny Loggins, The Doobie Brothers, Steely Dan, Joni Mitchell, Ricky Lee Jones, Van Halen and Heart.

     Di usia 19 tahun, Lincoln memiliki apa yang selalu ia inginkan, sebuah  kontrak rekaman. Tetapi, dalam kehidupannya ia merasakan kosong. Laura, kekasih Lincoln sewaktu di SMA, sering mengajaknya ke gereja. “Yang dikhotbahkan adalah hidup saya. Bagaimana ia bisa tahu?", Lincoln menangis. Setelah menghadiri pertunjukan drama pelayanan dengan Laura, Lincoln merasakan Tuhan membawa ia lebih dekat. "Satu malam, saya meletakkan semua ‘kartu saya di meja.` Saya mengajak Tuhan untuk masuk dalam hidup saya. Saya merasakan sangat damai dan mendapat ‘peristirahatan’ bagi hati saya. Saya rasa itulah yang menyebabkan perjanjian rekaman kacau.” Tuhan mempunyai rencana lain untuk Lincoln.

     Di suatu sore, ia menerima telepon dari Steve Perry, mantan penyanyi utama dari Journey. Perry mengundang Lincoln untuk audisi sebagai gitaris utama untuk proyek solo selanjutnya, For The Love Of Strange Medicine. Lincoln menerimanya dan mulai menulis lagu serta berlatih untuk album tersebut. Selepas menggarap proyek tersebut, Lincoln menikah dengan Laura. Ia juga bergabung dengan Perry untuk tour nasional dari tahun 1994 hingga awal 1995. Selama itu, Lincoln menyadari banyak orang yang mempunyai luka dalam hidupnya.

     Ketika tour berakhir, Lincoln dan Laura membangun rumah mereka di Modesto, California, di mana mereka menghadiri Calvary Temple Church. Di situ Lincoln bertemu Pastor Glenn Berteau, yang kemudian menjadi bapak rohaninya. Lincoln ditawari manjadi pengarah musik dan pemimpin pujian pemuda. Di saat yang sama tawaran untuk pekerjaan sekuler pun datang. Dengan doa dan pemikiran, Lincoln memutuskan untuk meletakkan karier sekulernya untuk melayani di gereja tersebut. Saat-saat itulah Lincoln dibentuk Tuhan. “Saya benar-benar memiliki pertanyaan mengenai apa yang Tuhan lakukan dengan saya,” ujar Lincoln.

Suatu saat timbul keinginan untuk menyanyi. "Akhirnya, saya berkata, Tuhan, jika Engkau mau memberikan keberanian kepadaku untuk bernyanyi, saya akan memuliakan nama-Mu”. Singkat cerita, Lincoln bertemu dengan para eksekutif Integrity Incorporated yang sedang bekerja sama dengan rekan Lincoln untuk album Hosanna Music yang baru. Chris Tomason, Vice President of Creative dari Integrity melihat bakat Lincoln, setelah mendengar proyek demo Lincoln. Kemudian Integrity mengajak Lincoln terlibat dalam label Vertical Music. Menurut Tomason, Lincoln sangat antusias melihat orang-orang muda masuk hadirat Tuhan dalam penyembahan. Lincoln telah diubahkan melalui penyembahan sehingga kini banyak menulis lagu-lagu yang memberkati banyak orang. (dari berbagai sumber / Praise #5 / 2009)
Sumber: www.majalahpraise.com

 


COMMENT


.news-comments powered by Disqus