Lea Simanjuntak

Lea Simanjuntak

Published On Desember, 11 2012 | By Vido Fransisco Pardede

MENYANYI = MEMBAGIKAN ENERGI POSITIF

     Mengawali karir sebagai backing vocal beberapa penyanyi ternama merupakan berkat tersendiri bagi Lea Simanjuntak. Selama kurang lebih 6 tahun menjadi penyanyi latar membuat Lea menimba banyak pengalaman di dunia tarik suara. Sebut saja Erwin Gutawa, alm Chrisye, Krisdayanti, Glenn Fredly, dll pernah mengajak Lea untuk bekerja sama. Setelah mengetahui seluk beluk dunia tarik suara akhirnya, Lea berhasil melempar album-albumnya ke pasaran, yaitu album ‘Bangun’ (2004), ‘My Christmas Song’ (2006), ‘A New Day’ (2007) dan The Journey of Indonesia’ (2009) bersama Bandanaira. Di sela-sela kesibukannya yang padat, PRAISE diberi kesempatan untuk berbincang-bincang dengan gadis kelahiran Singapore, 7 Juli 1979 itu di sebuah pusat perbelanjaan Jakarta Selatan, berikut laporannnya.

Apa kabar Lea? Lagi sibuk apa nih?
Baik. Aku sedang sibuk promo album terbaru, album duo bersama Irsa Destiwi yang tergabung dalam Bandanaira. Judul albumnya ‘The Journey of Indonesia’ karena semua lagu dalam album ini adalah lagu kebangsaan yang di aransemen baru dan lebih jazzy.

Sejak kapan mulai tampil menyanyi di depan banyak orang?
Aku pertama kali nyanyi umur 5 tahun sebagai paduan suara gereja karena mamaku dirigennya.

Ceritain dong awal karir kamu?
Sejak kecil aku memang suka nyanyi dan semua keluarga suka musik. Aku tuh sering ikut-ikut lomba nyanyi dan audisi. Waktu itu Erwin Gutawa mencari backing vocal, aku ikut terus diterima. Sejak saat itu aku sering jadi backing vocal penyanyi sekuler lain. Tapi sejak 2004 berhenti karena aku sudah meluncurkan album sendiri. Nggak lucu kan kalau sudah punya album tapi masih nge-backingin orang. (ha..ha..ha..katanya sambil tertawa)

Gimana tuh rasanya jadi backing vocal musisi terkenal? Ada pengalaman yang berkesan?
Seru tapi pastinya dapat pengalaman dan pelajaran yang berharga dari mereka semua. Ada yang suara aku nggak boleh setinggi artisnya, ada yang suara aku harus lebih tinggi dari artisnya dan ada dimana suaraku harus pelan tapi ngeblues. Yang berkesan saat kerja bareng sama alm Chrisye, orangnya rendah hati, mau duduk makan di tikar bareng-bareng kita.

Masa remaja kamu gimana? Apa kamu tergolong anak baik-baik?
Ehm…standard ya, seperti remaja di kota besar lainnya. Kalau baik-baik sih nggak juga, aku pernah juga jadi remaja yang hilang arah, nggak tahu mau kemana? Suka dugem dan party kalau ada uang. Tapi sekarang sudah nggak. Kalau aku inget hal itu, aduh…kayaknya sayang banget ya. Kalau aku bisa bilang sama seluruh remaja satu-satu, melakukan hal seperti itu sayang banget (ucapnya dengan nada serius).

Pernah belajar vocal secara khusus?
Nggak. Aku belajar  not sama nenekku. Tapi waktu umur 20 pernah belajar 3 bulan sama Ibu Chaterine Leimena untuk mengasah vocal sopran aku ke classical.

Ada bedanya nggak nyanyi lagu rohani dan lagu sekuler?
Ada dong. Kalau nyanyi lagu sekuler kan kita mempresentasikan Tuhan tapi pakai kata-kata cinta dan lainnya yang positif plus membangun, walaupun nggak ada kata Yesus. Nyanyi lagu rohani sudah pasti mewakili Tuhan jadi harus ada pesan yang lebih sampai. Ketika menyanyi lagu sekulerpun, aku nggak mau asal nyanyi. Musik itu kan jembatan antara siapapun jadi kalau aku nyanyi, selalu dengan lagu yang membangun dan positif. Kalau kita menyanyikan lagu perselingkuhan atau dendam, maka itulah yang terjadi pada diri kita. Bagiku kalau aku menyanyi harus bisa membagikan energi positif.

Masih punya kerinduan dan cita-cita  yang belum kesampaian nggak?
Masih. Pertama menikah lalu punya banyak anak (ha..ha..katanya sambil tertawa) dan keliling Indonesia. Bisa tetap eksis dalam dunia tarik suara, nggak hanya jadi penyanyi atau pencipta lagu tapi jadi sutradara show dan bekerja sama dengan berbagai musisi dalam maupun luar negeri.

Kamu mengikuti nggak perkembangan musik rohani? Menurut kamu gimana?
Bagus. Musik rohani tambah bagus. Setiap minggu pasti selalu ada album-album baru. Cuma seperti ada pengelompokan aja, ada yang eksklusif jadi kita menilai seperti selebritis rohani. Nggak ada bedanya dengan seleb sekuler, yang beda cuma lagunya aja lagu rohani.

Jadi menurut kamu pemuji/penyembah sejati seperti apa?
Harus luar dalem. Nggak hanya pintar menyanyi atau main musik. Tapi dari tingkah laku sehari-hari. Bisa membuat orang enak terhadap kita, punya prinsip hidup yang baik, menyenangkan jika diajak bicara karena ada Roh Kudus. Yang pasti hatinya harus sudah beres. Percuma kalau punya suara bagus tapi nggak ada urapannya. Nothing!!

Definisi kata ‘Hosana’ menurut pendapat kamu?
Penyembahan dan pengagungan buat Tuhan. (Red: Wah musti baca artikel PRAISE tuh ya si Lea, he…he…)

Pernah punya pengalaman pelayanan yang mengesankan?
Ada. Waktu diundang pelayanan nyanyi aku sudah siapin lagu. Eh ternyata saat itu ibadahnya yang datang oma-oma dan opa-opa, karena nggak dikasih info lagi. Untung aku bisa main piano jadi aku langsung ubah lagu yang lebih cocok dengan mereka.

Ada pesan nggak buat pembaca majalah PRAISE?
Jangan lupa mencari Tuhan. Kumpulkanlah ilmu sebanyak mungkin, banyak membaca karena suatu saat ilmu yang kita dapatkan berguna buat orang lain, jadi kita harus bagikan kepada mereka. Dalam hidup ini jangan pernah takut melakukan hal positif, Karena Tuhan ada di belakang kita. (min / Praise #9 / 2009)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus