Launching Buku Autobiografi HMT Oppusunggu "Menikmati Kasih Karunia Allah"

Published On Agustus, 26 2014 | By Vido Fransisco Pardede

PRAISE,
Jakarta, Agustus 2014

“Di jalanku ku diiring oleh Yesus Tuhanku. Apakah yang kurang lagi, jika Dia Panduku? Diberi damai surgawi, asal imanku teguh. Suka-duka dipakai-Nya untuk kebaikanku….”

        Kata-kata yang menggambarkan diri dari Humala Mangantar Tua Oppusunggu, yang terlahir dari keluarga sederhana dan bahkan bisa dibilang “kekurangan”, namun oleh karena Kasih Karunia Allah bisa menjadi tokoh besar di Indonesia bahkan di dunia Internasional. HMT Oppusunggu, begitu panggilannya, hanyalah seorang anak desa Marihat I dari daerah perkebunan di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Berjalan bersama Tuhan bukanlah sesuatu hal yang jauh dari pengalaman nyata. Tuhan selalu hadir dalam kehidupan kita, keseharian kita, bahkan ketika indra kita hanya mampu menyaksikan berbagai masalah kehidupan yang begitu berat. HMT Oppusunggu membuktikan kebenaran itu sepanjang perjalanan hidupnya. Melewati segala rintangan hingga Tuhan membawanya mencapai keberhasilan melampaui apa yang pernah dibayangkannya. Semua itu tak lepas dari kasih dan karunia Tuhan, sehingga beliu mencurahkan semua kisah perjalanan hidupnya dalam suatu buku Autobiografi.
       Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-91 pada hari sabtu 23 Agustus 2014, HMT Oppusunggu ditemani oleh putrinya yang bernama Kartini Oppusunggu meluncurkan buku Autobiografi  HMT Oppusunggu yang diberi judul “MENIKMATI KASIH KARUNIA ALLAH”,  bertempat di Toko Buku Immanuel Jl. Proklamasi 76 Jakarta yang dihadiri oleh keluarga besar Oppusunggu, beberapa sahabat dan kerabatnya. Peluncuran buku tersebut diawali oleh beberapa persembahan pujian dari paduan suara. Sesuai dengan judulnya, buku terbitan Immanuel Publishing House tersebut berisi tentang Anugerah Allah yang tiada habisnya melimpah di sepanjang hidup HMT Oppusunggu. Dalam buku ini Ia menyaksikan kebaikan Allah dan berkatNya selamanya 60 tahun pernikahan dan di sepanjang usianya yang menginjak 91 tahun. Ia menyakini bahwa betapapun besar penderitaan seseorang dalam hidup ini, Allah selalu memberikan kasihNya yang jauh lebih menyejukkan dan menyembuhkan di atas semua penderitaan di dunia ini. Suatu pernyataan iman yang bisa membangkitkan iman orang-orang yang seakan jenuh dengan segala persoalan hidup ini. Dalam buku setebal 170 halaman ini, HMT Oppusunggu menceritakan dan perjalanan pendidikannya. Berbagai kesempatan emas diterimanya mulai dari menempuh pendidikan di salah satu universitas terbaik di Amerika Serikat hingga mendapat kepercayaan untuk menjadi penasihat bidang ekonomi di lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selalu berpegang pada kebenaran, itulah sosok dari seorang HMT Oppusunggu. Dalam bukunya tersebut ia menyampaikan tentang kebenaran iman, terkadang disertai dengan kritik pedas berkenaan  dengan berbagai hal kerohanian yang dianggapnya melenceng dari nilai-nilai kekristenan. Tak hanya itu saja, bahkan dengan jelas dan aktual ia mengkritik berbagai sikap kebijakan pemerintah yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan hukum dan keadilan. HMT Oppusunggu di mata sang putri adalah sosok seorang pemimpin dan guru yang baik untuk keluarga dan orang-orang sekitarnya.
        Design buku yang menarik dan dilengkapi dengan foto-foto dokumentasi sangat menambah nilai lebih buku ini, sehingga terasa tidak membosankan saat Anda membuka halaman demi halaman buku Autobiografi dari seorang ekonom Humala Mangantar Tua Oppusunggu. Biarlah melalui buku Autobiografi ini, kita bisa mendapatkan penguatan iman dan nilai-nilai kehidupan dari seseorang yang selalu berjalan bersama Tuhan dalam setiap perjalanan hidupnya sehingga Tuhan menjadikannya kepala bukan lagi ekor. Karna saat kita menjalani hidup ini bersama Tuhan dan mengandalkan Tuhan maka tidak akan ada yang mampu menghentikan kita untuk Menikmati Kasih Karunia Allah. Seperti motto hidup yang selalu menjadi motivasinya, ” jika Allah yang menjadi kawan kita, siapa kah lawan kita,,?!”. (Majalah Praise / VF Pardede)

               

 


COMMENT


.news-comments powered by Disqus