KJC Stars "Mencetak Generasi Penyembah"

Published On Juni, 27 2016 | By Vido Fransisco Pardede

          Seorang Worship Leader dan Gembala dari muda mudi, Ps. Silas Manalu memiliki beban yang besar untuk menjadikan anak-anak muda sebagai seorang penyembah yang tidak hanya mempunyai skill mumpuni tetapi juga mempunyai hati yang menyembah. Lahirlah suatu komunitas anak muda di bawah naungan GBI Light Star yang menamakan diri mereka  Knowing Jesus Community, yang lebih sering disebut “KJC”. Komunitas ini terbuka untuk semua denominasi gereja, hal ini terbukti karna saat ini ada beberapa muda-mudi yang berasal dari gereja lokal lain yang rindu untuk bersama-sama bertumbuh menjadi seorang penyembah.

           KJC membentuk suatu program training/pelatihan “KJC Stars” bagi setiap anggotanya bahkan muda-mudi yang ingin mengasah skill dalam bidang music. Dimulai sejak Maret 2016 setiap hari minggu 01.30 s/d 15.30, KJC Stars membuka 5 kelas yang terbagi menjadi kelas Vokal, Keyboard, Gitar, Bass, dan Drum. Para peserta pun tak dibatasi oleh kemampuan atau pun umur, hal inilah yang juga bagian dari kerinduan Ps. Silas untuk bisa mencetak yang tadinya bukan apa-apa hingga menjadi generasi penyembah berkemampuan di atas rata-rata, “awal dari KJC Star ini kita bentuk adalah karena saya terbeban supaya gereja punya orang-orang yang bisa diandalkan secara skill, jadi gereja punya tiang bukan hanya rohnya saja yang hebat tapi skill nya pun hebat. Saya percaya orang yang punya skill .”jelas Ps. Silas.

Menariknya pelatihan ini peserta tidak dipungut biaya sedikitpun, cukup hanya benar-benar punya hati untuk belajar dan konsisten dalam belajar saja. Melihat animo anak-anak muda yang begitu besar, training yang semula direncanakan 3 bulan lamanya tiap sesinya, kini diperpanjang hingga 1 tahun training dan nantinya ada ujian untuk jadi tolak ukur keberhasilan peserta dalam mengikuti training. Jumlah keseluruhan peserta training KJC ini mencapai 100 orang yang terbagi dari 7 denominasi gereja antara lain GBI, GSJA, HKBP, GPPS dan lainnya.

Walaupun free namun para tutor yang mengajar adalah musisi-musisi yang sudah profesional di bidangnya, seperti Andri (seorang gitaris dari beberapa band rohani Indonesia), Tony Ronaldo seorang Worship Leader  dan Vokalis band “VOD” dan pemain musik profesional lainnya. Untuk materinya sendiri, Ps Silas menjelaskan bahwa semua tutor baik vocal, keyboard, gitar, bass, dan drum menyatukan pikiran untuk menentukan bahan materi yang akan diberikan kepada peserta didiknya.

Menggunakan sistem pembelajaran teori dibarengi dengan praktek diyakini bisa lebih efektif dan juga tidak membuat para peserta merasa bosan. Untuk menjajal kemampuan dan mental, para tutor memberikan kesempatan untuk anak didiknya tampil di atas panggung dalam sebuah ibadah singkat sebelum dimulainya kelas. Hal ini memang sangat membantu untuk membentuk karakter, mental dan kepercayaan diri bila ingin menjadi seorang pemuji dan penyembah.

Ps. Silas Manalu selaku gembala dan pelopor KJC Stars menegaskan bahwa setelah mereka sudah bisa secara skill, karakter dan attitude mereka akan dikembalikan ke gereja masing-masing untuk mentraining pemuda-pemuda yang tidak sempat training, karena seperti tujuannya dari awal membentuk KJC Stars murni hanya mencetak mereka untuk menjadi  pemuji penyembah dan setelah itu mengembalikan mereka ke gereja masing-masing dan tidak pernah mengajarkan untuk tertanam di gerejanya. Di akhir perbincangan Ps. Silas menyampaikan pesan untuk sahabat PRAISE yang ingin masuk dalam dunia musik rohani, bahwa dunia musik rohani itu bukan berbicara keberuntungan atau kebetulan tetapi harus panggilan dari Tuhan, itu harus keluar dari hati yang berjalan dengan Tuhan jadi bukan skill semata, bukan uang semata, tapi bener-bener ada panggilan yang kuat dari Tuhan. Semoga dengan training semacam ini bisa membuat dampak besar bagi muda-mudi, dimana mereka adalah tiang-tiang bagi gereja. “VFP”


COMMENT


.news-comments powered by Disqus