Kia "AFI"

Kia "AFI"

Published On Desember, 10 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Jangan Pernah Berhenti Bermimpi

Album Universal

       Setelah berakhirnya ajang pencarian bakat di sebuah stasiun televisi swasta, nama Kia AFI seolah ikut tenggelam bersama dengan berakhirnya program tersebut. Akademi Fantasi Indosiar (AFI) memang membawa Kia menjadi dikenal publik.

       Tapi jangan salah, ternyata jika selama ini Kia tidak pernah terdengar itu karena ia sedang mempersiapkan albumnya juga kuliahnya.. Tepatnya tanggal 9 Mei 2009, bertempat di FX Life Style X’nter, Senayan, Jakarta Selatan, Kia meluncurkan album rohani perdananya.

       Dengan bertajuk “Kia” sebagai judul albumnya, Kia mempersembahkan sembilan lagu bernuasa pop kreatif, R&B, Hip Hop, salsa dan semi rock kepada pecinta musik Indonesia. Album yang menampilkan kematangan Kia dalam bervocal didukung oleh banyak musisi ternama seperti Franky Sihombing, Jason, Jonathan Prawira, Lisna Arifin, Hans Kurniawan, dan Hans Pitoy.

       Pria bernama lengkap Petrus Kia Subhan ini berharap album universal ini bisa menjadi berkat bukan hanya bagi kalangan Kristen tapi juga semua kalangan. “Saya ingin dengan mengeluarkan album ini masyarakat bisa ingat kembali kepada saya dan ini juga salah satu pembuktian kalau saya benar-benar eksis di dunia musik,” ujar penyanyi kelahiran Jakarta, 29 Juni 1984 itu.

Lagu Keyakinanku

       Sejak kecil Kia memang sudah menyukai dunia seni, karena itu ketika berumur 8 tahun orangtua Kia sudah mendaftarkan Kia ke berbagai kursus vocal dan modeling seperti Bina Vokalia, Geronimo Music School, Titi Qadarsih Modeling School, Sanggar Ananda, dll.

       Putra dari pasangan Max Boli Sabon dan Chatarina Yani Madyarini ini memang benar-benar menurunkan bakat seni orangtuanya. Sang papa adalah dirigen paduan suara di Gereja St. Matius Paroki Bintaro sedangkan sang mama sangat pandai menari.

       Selain ingin menjadi berkat dan menghibur orang lain, Kia juga ingin memaksimalkan seluruh talenta yang sudah Tuhan beri, karena itu dalam album ini ia juga menulis dua buah lagu yang terinspirasi dari pengalaman hidupnya, yaitu lagu “Morning” dan “Keyakinanku”. Ada satu kesaksian yang menarik dari lagu “Keyakinanku”, saat menulis lagu ini Kia sedang menghadapi berbagai masalah yaitu papa, kakak dan adiknya masuk rumah sakit secara berbarengan, saat itu pula ia sedang tidak punya uang untuk membiayai kuliahnya dan baru saja patah hati (red: diputusin pacar). Tapi mujizat Tuhan datang lewat diri saya melalui lagu tersebut. “Saya jadi tambah percaya kalau Tuhan adalah keyakinan dan pedoman dalam hidup saya,” ungkap pengagum Harvey Malaiholo, Anggun C. Sasmi dan Trie Utami itu.

Jangan Pernah Berhenti Bermimpi

     Mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Bina Nusantara ini ternyata adalah seorang yang sangat perfeksionis (red: ingin sempurna). Dalam kehidupan sehari-hari Kia berpandangan segala sesuatu harus sesuai aturan dan pada tempatnya. “Di dalam keluarga dia mau semuanya tertata rapih, misalnya kalau makan sendoknya harus begini atau kalau tidur bantalnya harus begitu. Tapi saya sangat bangga padanya,” ujar Bapak Max Boli, ayah Kia disela-sela peluncuran albumnya.

      Dalam hidupnya Kia tidak pernah berhenti untuk terus mewujudkan mimpinya, karena dengan kesungguhan hati dan keseriusannya dalam dunia musik ia percaya semua mimpinya akan dapat terwujud, yaitu tetap eksis di dunia seni dan terus mengeluarkan karya-karya terbaiknya.

      Di tengah maraknya industri musik dengan munculnya para pendatang baru tak membuat Kia yang bernaung di bawah label Getsemani Record ini menjadi ragu untuk melaju di industri musik di tanah air. “Itu semua tidak terlalu membuat saya takut, malah memotivasi saya,” ujar Kia yang menggandeng penyanyi rohani pendatang  baru, Fransisca untuk bernyanyi dalam lagu “Selalu Mencintaimu”.

     Menjadi pribadi yang dikenal publik justru memacunya menjadi orang yang tak melakukan hal negatif dalam hidup, itulah sebabnya mengapa ia tak mau melakukan hal negatif dalam hidup ini. “Salah satu enggak enaknya dikenal orang adalah privasi jadi kurang karena sorotan dan panutan masyarakat,” keluh pria yang pernah menjadi bintang iklan Hore, Indomie, dan Lippo Bank ini.

     Keberadaan penggemar bagi seorang artis tentunya sangat bermakna, itulah sebabnya Kia menganggap mereka sebagai seorang teman. “Saya nggak ingin sombong, karena kalau sombong sama saja mematikan talenta yang Tuhan berikan. Jadi kalau ada musisi atau artis yang sombong dia harus mencoba merasakan menjadi di posisi orang lain, belajar sabar dan banyak beramal,” saran pria yang pernah mendapat penghargaan penyanyi terbaik ‘dewasa’ news café, juara 1 karaoke putra se-DKI Jakarta dan berbagai penghargaan lain seputar musik. (Praise #7 / 2009)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus