Kevin & Karyn

Kevin & Karyn

Published On Desember, 15 2012 | By Vido Fransisco Pardede

usia 16 tahun, sukses luncurkan 6 album!

     Bagi adik-adik pecinta lagu rohani ‘Sekolah Minggu’ pasti sudah tidak asing melihat wajah pasangan kakak beradik ini bukan? Ya, sahabat cilik kita kali ini bernama Kevin Susanto dan Karyn Susanto. Coba simak baik-baik potretnya, mereka pasti tampil berdua. Kompak ya? Di mana ada Kevin, pasti di situ ada Karyn. Begitu pula sebaliknya. Mereka bukan hanya kompak dalam berpose lho, tetapi kedua sahabat kita ini juga sangat piawai dalam menyanyi dan gemar memainkan musik piano.

     Bukti kepiawaiannya dalam berolah vokal, putra-putri dari pasangan Benjamin Susanto dan Elisabeth ini adalah meraih sukses — mengukir prestasi gemilang dengan menelurkan sederetan album, baik sekuler maupun rohani. Namun di balik suksesnya album itu juga tidak luput dari sentuhan “tangan dingin” orang tuanya yang setia memberikan dukungan secara total. Bayangkan saja, di usianya yang baru menginjak remaja, Kevin (16) dan Karyn (15), sudah berhasil merilis 16 album — yang dikemas dalam bentuk kaset, CD, maupun VCD. Hebat kan? Ini berarti setiap tahunnya mereka dapat memproduksi 1 hingga 2 album. Mulai dari judul lagu ‘Susu Lagi’, ‘Doa Untuk Keluarga’, ‘Alat Musik’, ‘Mama Papa’, ‘Special Mandarin’, dan sejumlah judul ‘Sekolah Minggu’ — menjadi hits dan digemari oleh anak-anak Tuhan di mana pun berada. Paling tidak, ini merupakan catatan sejarah dalam blantika musik rohani anak yang patut diapresiasi.

     Walaupun sudah punya album banyak, ternyata tidak membuat Kevin dan Karyn menjadi tinggi hati. Justru sebaliknya, dengan rendah hati Kevin dan Karyn berharap agar lewat buah karya yang terangkum dalam belasan album indah itu dapat menjadi berkat dan menghantarkan banyak orang untuk mengenal Tuhan Yesus lebih dekat. “Dari kecil memang saya senang menyanyi. Cita-cita saya pengen banget jadi penyanyi. Pokoknya saya selalu berbuat yang terbaik, do the best  untuk Tuhan dan biar banyak orang dapat mengenal Tuhan Yesus,” ujar Kevin yang kini duduk di bangku SMA kelas 1 di The Gandhi Memorial International School, Kemayoran, Jakarta Pusat.

     Saking hobinya dalam menyanyi, kakak beradik ini, mengaku, kerap “kebanjiran” undangan pelayanan untuk mengisi acara. Baik acara-acara internal gereja maupun eksternal, seperti Mal, Hotel, Sekolah dan lain-lain. Tak pelak, keduanya pun dituntut senantiasa tampil prima dan menjaga kualitas suara. Kiat jitu yang dilakukan Kevin dan Karyn, untuk menjaga stamina adalah dengan rajin berolahraga. “Ya, agar suara kita tetap berkualitas, saya selalu berusaha menghindari makanan berminyak, seperti gorengan. Artinya, saya tidak mau sembarangan makan makanan, agar tidak serak ketika tampil bernyanyi,” kilah laki-laki ganteng kelahiran  26 Oktober 1993 ini seraya tersenyum. 

     Sementara Karyn yang kini duduk di bangku SMP kelas 3, mengaku sangat bangga dapat memberikan talenta lewat lagu yang dinyanyikan. Menurut gadis remaja kelahiran 27 September 1994 ini, mengaku pernah memiliki pengalaman unik dan tak terlupakan ketika melakukan proses pembuatan album. “Album sekolah minggu ke-3, yaitu tentang Natal, syutingnya di Israel, tempat atau lokasi persis di mana Yesus dilahirkan. Kurang lebih kisah tentang kelahiran Yesus itu tertuang dalam isi album. Jadi, kalau ada orang yang belum pernah melihat, baik judul lagu maupun tempat yang sebenarnya dapat menyaksikan melalui VCD. Tentu saja dengan menonton VCD itu, banyak orang akan dengan mudah mengenali isi lagu tersebut,” tutur gadis keturunan Tionghoa yang hobi traveling ini.

     Ngomong-ngomong, strategi apa sih yang kalian lakukan untuk menghindari pergaulan buruk, baik di sekolah maupun di lingkungan? “Ya..tentunya kita harus lebih dekat dengan Tuhan, banyak berdoa dan beribadah ke gereja,” tutur keduanya yang setia beribadah di Gereja Kathedral, Jakarta.

Pilih Lokasi Di Luar Negeri

     Bisa dibayangkan betapa sulitnya jika hampir semua album Kevin-Karyn ini memilih lokasi di luar negeri. Selain memakan biaya yang tidak sedikit, bisa dipastikan dapat menguras tenaga, pikiran dan waktu. Menurut sang mama, Elisabeth, semua itu terjadi karena mujizat Tuhan. Secara manusia, memang tidak mungkin mampu memberikan, menyajikan menu yang berbeda dengan penyanyi-penyanyi cilik lainnya. Sang mama, Elisabeth, mengungkapkan rasa syukurnya, atas kebaikan Tuhan Yesus, sehingga setiap proses pembuatan album itu berjalan lancar, meskipun terkadang mengalami sedikit masalah.

     Sejumlah negara yang pernah dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar, yakni, China, Jepang, Korea, Turki, Israel, dan masih banyak lagi. Itulah yang menjadi ciri khas dalam setiap pembuatan album yang mengandung nilai-nilai pendidikan guna memberikan wawasan baru bagi pendengarnya. “Awal-awal terinspirasi untuk syuting di luar negeri ketika membuat album pertama (2000). Sebagai orang tua, saya rindu untuk memberikan kepuasan tersendiri bagi pendengar dan pecinta album Kevin-Karyn. Saya merasakan bahwa Tuhan Yesus itu begitu baik, karena selalu memberikan jalan bagi kita. Mujizat itu selalu ada. Meskipun ada tantangan tetapi selalu berjalan mulus. Seperti contohnya, ketika kita akan syuting album Natal di Israel, pada bulan Oktober beberapa tahun lalu. Sesampai di sana  ternyata ada Presiden Yasser Arafat yang meninggal dunia. Sehingga pelaksanaannya mundur hingga bulan Desember. Saya merasa bahwa Yesus itu sangat baik, justru dengan mundurnya waktu, malah momennya pas Natal, karena pas syuting di Israel kami dapat momen yang tepat dengan perayaan Natal di sana. Kami dapat mengambil gambar dan merekam semua momen pada malam natal. Suasana natalnya pun sangat terasa. Dan hampir semua lagu-lagu Kevin-Karyn ini dinyanyikan sesuai dengan on location. Artinya, syair lagu itu disesuaikan dengan tempat atau peristiwa yang telah terjadi. Sampai saat ini yang beredar sudah 14 album, 2 album lagi dalam proses penyelesaian,” tukas Elisabeth, mama Kevin dan Karyn yang sangat bersemangat mengisahkan ulang proses pembuatan album.

     Sementara sang papa, Benjamin Susanto, menceritakan proses awal rekaman album Kevin dan Karyn. “Saya tahu bakat menyanyi Kevin dan Karyn itu sejak kecil, kira-kira umur 2-3 tahun. Saya tidak suka menyanyi, tapi suka main gitar. Kami pun tidak punya rencana, Kevin dan Karyn harus menjadi seorang penyanyi. Dulu, saya juga suka minta mereka menyanyi sambil berdiri di depan keluarga, supaya bisa enjoy. Setelah tahu mereka punya bakat, sebagai orang tua juga sangat mendukung dan mendorong untuk berlatih dan les vokal. Dari situlah kemudian ada yang menawarkan untuk rekaman. Album yang pertama (sekuler) berjudul ‘Susu Lagi’ yang beredar pada tahun 1998 pas kerusuhan Mei,” ujar Benjamin.

     Sebagai orang tua, Benjamin selalu mendidik kedua anaknya dengan menerapkan nilai-nilai kasih yang diajarkan dalam firman Tuhan. “Saya mendidik Kevin dan Karyn, agar takut akan Tuhan, rajin berdoa, rajin  belajar, taat sama nasehat orang tua. Tentu sebagai orang tua mengharapkan anak kita akan berhasil, baik dalam studinya, dan nantinya memiliki masa depan yang cerah,” tambah Benjamin yang juga pencipta beberapa judul lagu untuk Kevin dan Karyn, seperti ‘Sekolah Minggu’, ‘Alat Musik’, ‘Papa Mama’ dan masih banyak lagi. (Anto / Praise #5 / 2009)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus