JOSEPH S. DJAFAR

JOSEPH S. DJAFAR

Published On Desember, 19 2012 | By Vido Fransisco Pardede

SEMUA YANG ADA PADA SAYA ADALAH MUKJIZAT

SEJAK SD MENCIPTAKAN LAGU

MUSIK tidak bisa dipisahkan dari Joseph S. Djafar. Dirinya telah menyatu dengan musik sejak masih berusia dini. Faktor keluarga yang memang suka musik turut berperan besar dalam mengantarkannya menjadi musisi. Ayahnya suka bermain biola dan piano. “Keluarga kami keluarga musik. Sejak kecil kami semua diwajibkan bermain musik,” tuturnya kepada PRAISE, beberapa waktu lalu di kediamannya di salah satu hunian bergengsi di Jakarta Barat.

Maka tidak mengherankan jika sejak usia enam tahun Joseph sudah mulai belajar bermain piano. Dia belajar piano bukan semata karena diwajibkan keluarga, namun saat itu dia memang merasa sangat menyukai piano. Makanya dia fokus ke piano sembari memperdalam keyboard juga.

Karena memang sudah merupakan kewajiban semua anggota keluarga, maka Joseph dan kelima saudaranya semua mampu memainkan alat-alat musik, serta bernyanyi. Tapi dalam perjalanan selanjutnya ternyata tidak semua fokus ke musik. Dari enam bersaudara itu, hanya Joseph dan dua kakaknya yang fokus ke musik. Saat ini Joseph dikenal sebagai seorang produser, penulis lagu dan arranger. Dia telah mengaransemen dan memproduksi banyak lagu dan album, khususnya musik rohani. Sudah cukup banyak lagu yang dihasilkan Joseph. Tidak sedikit lagu-lagu ciptaannya itu yang saat ini dikenal luas oleh masyarakat. ‘Kau Pasti Buka Jalan’, adalah salah satu lagu ciptaannya yang sudah akrab bagi banyak pendengar. Lagu itu dia ciptakan tahun lalu (Kisah lagu “Kau Pasti Buka Jalan’ dapat dibaca di halaman 11).

Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) Joseph mulai menciptakan lagu, karena itu memang keharusan baginya sebagai penerima beasiswa Yamaha Music Foundation pada 1987. Dan semenjak SMP dia mulai menulis lirik lagu. Karyanya yang pertama itu sudah direkam oleh Giving My Best (GMB) volume pertama. Dan dia juga yang mengaransemennya. Sekalipun bisa menciptakan lagu, dirinya lebih cenderung ke bidang produser dan aransemen. Dia mencipta, mengonsep, mengaransemen dan memproduksinya juga. Itulah sebabnya dia merasa dirinya sebagai seorang full musician.

Dari sekian banyak lagu yang dia ciptakan, semuanya berkesan baginya, sebab dia menciptakan lagu-lagunya itu berdasarkan pengalaman pribadi dalam menjalani kehidupan. Itulah sebabnya Joseph tidak bisa seperti pencipta lagu kebanyakan, yang dapat menciptakan banyak lagu, karena memang bisa secara terus-menerus menciptakan lagu. “Saya menciptakan lagu berdasarkan pengalaman hidup, apabila mendapat sesuatu dari Tuhan,” kata pria yang lahir di Semarang pada 26 Agustus ini. Maka dia tidak menciptakan lagu untuk orang lain, apalagi menyesuaikan lagu ciptaannya dengan karakter penyanyi lain.

LAGU PENGALAMAN HIDUP

Bicara lebih jauh tentang proses cipta-mencipta lagu, Joseph mengatakan kalau itu biasanya berdasarkan pengalaman hidup. Dan prosesitu dimulai dari kata-kata kuat yang ada di dalam hatinya. Dan kata-kata itu biasanya berbicara tentang ucapan syukur, mengenai doa, mengenai iman, dan mengenai pengharapan yang akan terjadi. Menurut pria yang masih single ini, kata-kata itu juga bisa berbicara mengenai apa yang Tuhan bicarakan pada dirinya. “Dan dari situlah biasanya lahir lirik lagu yang kemudian diikuti melodinya,” tandas Joseph yang telah membuat ilustrasi musik bagi ribuan episode serial televisi dan film.

Bagi bujangan yang tidak bersedia menyebut tahun kelahirannya ini, proses menciptakan lagu itu biasanya cepat, karena lagu tersebut dia dapatkan dari sesuatu yang sudah kuat di dalam hatinya. Dan mengarang lagu itu biasanya spontan. Jarang dia berkutat di depan piano sampai berjam-jam atau mengulik melodi kiri-kanan, sebab biasanya lagu yang tercipta itu datang dan mengalir begitu saja.

HIDUP PENUH MUKJIZAT

Bagi Joseph, hidupnya penuh dengan mukjizat. Dia merasa kalau dirinya sering mengalami mukjizat itu. “Saya bukan orang kantoran yang setiap bulan mendapatkan gaji, tetapi saya bisa hidup dengan kondisi seperti ini,” cetusnya. Bila melihat apa yang dia miliki saat ini, dia juga merasakan bahwa mukjizat itu memang nyata. “Dalam bahasa gampangnya, saya ini sebenarnya cuma ‘ngamen’, yang habis bermain musik dibayar,” katanya. 

“Sampai hari ini kalau saya melihat semua yang ada pada saya, itu adalah mukjizat,” katanya. Karena dirinya memang tidak pernah berpikir akan memiliki itu semua. Bahkan tidak pernah terpikir akan punya pekerjaan seperti ini. “Kadang-kadang kita tidak tahu apa bagaimana kita hidup besok, namun semuanya bisa terpenuhi secara luar biasa,” katanya. Jadi, menurutnya, Tuhan sendirilah yang membuktikan kalau kita memang setia pada perkara yang Tuhan sudah percayakan, dan melakukannya dengan hati tulus. “Itulah kuncinya bila kita ingin berhasil. Kita harus tulus pada Tuhan. Kalau kita tulus maka Tuhan akan membuka jalan,” tandasnya

Di sela kesibukannya, kini Joseph fokus pada aktivitas membangun sebuah komunitas yang dia sebut Dignified. Menurutnya, komunitas ini bisa juga dikatakan grup band, tetapi basisnya adalah komunitas. Lewat Dignified ini mereka menghidupi atau belajar menghidupi nilai-nilai kerajaan Allah yang sebenarnya. “Di sini kita juga saling membangun, mengingatkan, melayani Tuhan dalam konteks tidak hanya sekadar nyanyi dan bermain musik,” tutur pemuda yang kini juga sebagai wakil pastor di Kings Ministry Jakarta.

Ditanya pendapatnya tentang majalah PRAISE, Joseph mengaku senang sebab majalah ini fokus ke musik penyembahan. Dan itu bagus, sebab dengan demikian majalah ini bisa menggali hal-hal yang sangat esensi. ‘Kan doa dan penyembahan itu seperti nafas bagi orang Kristen. Dia mengharapkan agar PRAISE bisa fokus membahas itu, tidak hanya pada profil seseorang tetapi lebih lagi kepada hal-hal yang sifatnya memberikan suatu benih, yang bisa dinikmati orang banyak. Benih yang bisa menjadi berkat dalam kehidupan seseorang. (HPT / Praise #22 / 2012)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus