Jonathan Prawira (2)

Jonathan Prawira (2)

Published On Desember, 19 2012 | By Vido Fransisco Pardede

LAGU HARUS BISA MENGUBAH HIDUP SESEORANG

     Sore itu PRAISE mengatur pertemuan dengan seseorang yang cukup banyak diminta para pembaca majalah PRAISE melaui account PRAISE COMMUNITY (Facebook PRAISE), yaitu Jonathan Prawira. Akhirnya PRAISE bertemu di salah satu Mall di bilangan Kelapa Gading pada pukul 16.00 Wib. Saat awal PRAISE bertemu dengannya, ia menyapa dengan hangat dan sedikit melontarkan sisi humorisnya. Ada banyaka hal yang mau ditanyakan dari bapak yang sering dipanggil JO ini, namun kami merangkumnya menjadi 3 hal penting tentang lagu-lagu ciptaannya.

LAGUNYA EASY LISTENING

                Di dunia musik rohani pun sebenarnya ada banyak jenis lagu. Ada lagu himne, ada jenis lagu Gregorian (lagu katolik dalam bahasa Latin) dan ada juga lagu-lagu Pop rohani yang dikenal sebagai lagu-lagu kontemporer. Sejak munculnya gerakan praise & worship di New Zealand tahun 1960an, gelombang pujian dan pengembangan layaknya seperti bola salju yang menggelinding, kian hari semakin besar sehingga sulit untuk dibendung.

                Salah satu pengarang lagu Pop rohani yang lagu-lagunya sudah memberkati banyak gereja Tuhan di Indonesia adalah Jonathan Prawira (Profilnya dapat dibaca di PRAISE #1). Walaupun  mengaku tak pandai bermusik dan menulis not (angka & balok), lagu-lagu yang telah ia ciptakan sudah mencangkup ribuan lagu, dan salah satu ciri lagu yang dikarangnya adalah easy listening. Mudah untuk didengar dan dinyanyikan oleh siapa saja. Mulai dari anak hingga orang tua bisa menyanyikan lagu-lagu karangannya. Sehingga banyak penyanyi rohani ternama dan juga berbagai label yang sudah merilis lagu-lagunya dengan berbagai kemasan. Sederet penyanyi rohani yang pernah menyanyikan lagu-lagu ciptaan Jonathan Prawira, antara lain Ade Manuhutu, Adi ”AFI”, Alex & Jacob Kembar, Andre Hehanusa, Angel Karamoy, Bella Saphira, Carlo Saba, Chris Manusama, Cynthia Maramis, Cornelia Agatha, Damai ”AFI”, Danar ”Idol”, Dessy Fitri, Diana Nasution, Edo Kondologit, Eka Deli, Feby Febiola, Glen Fredly, Grace Simon, Heidy Diana, Irma June, Joe Richard, Joshua Suherman, Joy Tobing, Junaedi Salat, Karmila Warouw, Melky Goeslow, Meriam Bellina, Michael ”Idol”, Nindy Ellese, Nur Afni Octavia, Ricky Jo, Roger Danuarta, Ronny Sianturi, Ruth Sahanaya, Samuel ”AFI”, Sandro Tobing, Sizy Mirty, Suci ”Idol”, Umbu Prabawa, Victor Hutabarat, Vonny Sumlang, Wanda Pesulima, dan Wisnu ”Idol”. Karena lagu-lagunya mudah dan memberkati, maka tak heran di manapun kita beribadah, hampir sebagian worship leader memakai lagu-lagunya.

LAGUNYA MENGANDUNG E.M.A.I.L

                Sepakat mendedikasikan dirinya untuk menjadi seorang pencipta lagu, membuat seorang Jonathan Prawira tidak sulit untuk menemukan inspirasi dalam menciptakan lagu. “Sebagai pencipta lagu yang professional, kita harus selalu siap membuka cakrawala pikiran untuk  menerima semua inspirasi yang datang pada kita, kapan saja dan dimana saja” tegasnya. Seperti yang dijelaskan Pencipta lagu yang pernah menerima penghargaan dari ”IGMA Award” dalam nominasi ”Songwriter of the year 2005” ini. Setiap ingin melahirkan sebuah karya lagu rohani, ia selalu mendasarinya dirinya dengan sebuah nubuatan prophetic, nubuatan itu ia singkat menjadi E.M.A.I.L.

            Huruf pertama dari kata E.M.A.I.L adalah E, yang berarti Empowering, di dalam lagu-lagu ciptaannya, ia berusaha memberikan spirit, motivasi atau kuasa pada para pendengar lagu-lagunya untuk selalu kuat menghadapi masalah-masalah hidup mereka. Huruf kedua adalah M, yang berarti Motivating, motivatisanya dalam setiap lagu-lagunya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan dan menjadikannya sebagai dasar yang benar untuk memberikan motivasi kepada orang lain. Huruf ketiga adalah A, yang berarti Anointing, di setiap lagu-lagunya, ia harus menghadirkan urapan dari Tuhan, agar para pendengar dapat terinvestasi oleh urapan itu dan mengalami lawatan dari Tuhan lewat lagu-lagunya. Huruf keempat adalah I, yang berarti Inspiring, Ia berpendapat makna lagu yang benar di mata Tuhan, harusnya dapat menginspirasikan banyak orang menjadi benar di mata Tuhan juga. Huruf terakhir adalah L, yang berarti Life Changing, menciptakan perubahan dalam hidup seseorang menjadi lebih baik dan benar di mata Tuhan melalui lagu adalah inti dari segalanya. Ini adalah final impact dari semua inspirasi dan motivasi yang benar. Penggabungan 5 unsur ini menjelaskan bahwa dalam setiap penciptaan lagunya, Jonathan Prawira selalu mengundang kuasa Tuhan untuk memberikan motivasi, mengurapi dan menginspirasikan banyak orang untuk mengubah jalan hidupnya menjadi lebih baik dan benar di mata Tuhan.

                Ibarat sebuah bejana, sebelum dipakai pemiliknya, harus diisi air dulu. Setelah itu, pemiliknya bisa menuangkan air tersebut kapan saja dan untuk keperluan siapa saja. Falsafah tersebut tersirat ketika JP menjelaskan proses terjadinya sebuah lagu “Sebelum lagu yang kita ciptakan itu dapat melawat banyak orang, Tuhan harus melawat diri kita dahulu. Jadi kita bisa menangkap segala arti dari proses lawatan itu, lalu menuangkannya ke dalam sebuah lagu“ urainya pada PRAISE sore itu. Memang diakui selain sebagai pencipta lagu dan penyanyi, ia juga seorang conceptor/co-producer di beberapa label kristiani di Indonesia, host program radio rohani “Yes This Is Worship” di salah satu radio kristen di Jakarta, penulis tetap rubrik “Yes, This is Worship” di salah satu majalah rohani di Jakarta, pembicara dalam seminar worship di beberapa gereja, pengisi live-worship di berbagai gereja, pengisi tetap sebagai motivational worship di ibadah pujian penyembahan WOW di salah satu gereja Bethel di Jakarta, salah satu penyedia konten tetap di “TitTatTut”, “Kapan Lagi”, “MobilMax”, dan program “Inspiration for the Heart” di salah satu radio Kristen di Surabaya dan masih banyak daftar pelayanannya lagi.

Segala berkat dan kecerdasan yang dimiliki olehnya saat ini adalah impact dari segala kehidupannya yang memiliki dasar yang benar di mata Tuhan. Kiranya melalui semua karya-karyanya ini, kita bisa mengenal lebih dekat seorang yang sangat ramah ini, Jonathan Prawira. *(JR / Praise #21 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com     
  


COMMENT


.news-comments powered by Disqus