Jimmy Swaggart

Jimmy Swaggart

Published On Desember, 17 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Akhir  Skandal Sexnya

Skandal Sex Yang Menghebohkan

             Jimmy Lee Swaggart, adalah salah seorang pemimpin pengkhotbah Pantekosta di zaman modern ini, yang menciptakan skandalnya sendiri ketika dia tertangkap sedang bersama seorang pelacur. Pada saat itu Swaggart menggembalakan sekitar 6000 orang di Baton Rouge, Louisiana, sebuah markas seluas 270 hektar,  Satu Sekolah Alkitab, pelayanan televisi dengan pengaruh yang besar dan yang menjangkau banyak daerah di seluruh dunia (ditayangkan di 9700 stasiun dan jaringan), dan pemasukan untuk pelayanannya mencapai $142 juta setahun.  Jimmy Lee Swaggart lahir pada tanggal 15 Maret 1935 di Ferriday, Louisiana.  Di usia 17 tahun dia menikahi seorang wanita bernama Frances Anderson  dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Donnie Swaggart. Swaggart memulai pelayanan televisinya sejak tahun 1975, sampai dengan Mei 2010 yang menjangkau baik lokal maupun internasional. Tele Program Bible Studynya bahkan menjangkau sampai 78 channel di 104 negara.

            Swaggart merupakan sepupu  dari pelopor musik rock and roll, Jerry Lee Lewis yang mana keduanya sangat mahir memainkan piano. Berbeda dengan Jerry Lee yang meniti karir sebagai seorang musisi rock and roll, Swaggart lebih memilih menjadi seorang penginjil. Kepiawaiannnya memainkan piano itu pun dipertunjukkannya pada sebuah acara KKR  Swaggart di Calgary, yang mana menurut  laporan Alberta, menggambarkan tentang “suasana musik gospel pada acara KKR tersebut yang sudah seperti musik rock” dan “pertunjukan yang menawan” dimana Swaggart memainkan sebuah piano besar dengan begitu semangat dengan bergaya bak seorang “Elvis Presley” dan mampu menarik perhatian penonton saat itu.

Setelah terjerat kasus dengan seorang pelacur, Swaggart tetap menolak untuk tidak melayani di mimbar selama setahun, sebagaimana ditetapkan oleh Sidang Jemaat Allah di Louisiana sebagai konsekuensi disiplin terhadap dirinya, yang mana kemudian dia dikeluarkan. Meskipun begitu, Swaggart mengabaikan keputusan Sidang Jemaat Allah dan tetap terus berkhotbah.

Pernyataan Yang Menghebohkan

         Pada tanggal 21 Februari 1988,  secara mengejutkan Swaggart mengeluarkan pernyataan yang kontroversial setelah menjalani sebuah investigasi terkait skandal sex-nya dengan seorang pelacur. Sebelumnya Swaggart menyangkal tuduhan yang dialamatkan kepadanya,  tetapi dari hasil investigasi sebuah media, diperoleh bukti kebenaran skandal tersebut.  Swaggart kemudian meminta maaf sambil menangis mengakui apa yang telah diperbuatnya itu di sebuah siaran televisi. Dalam pernyataanya dia berkata:  “Saya telah berdosa terhadap Tuhanku, kalian semua, dan saya memohon kiranya darahNya yang berharga membasuh setiap kesalahan yang saya perbuat sampai Tuhan mengampuni saya.”

Skandal yang dialaminya pada tahun 1988 tersebut membuatnya kehilangan tiga perempat penonton televisinya dan murid-murid sekolah Alkitabnya, dan juga sebagian besar jemaatnya; secara finansialpun dia pailit. Tetapi skandal Jimmy Swaggart belum berakhir walaupun dia mengklaim bahwa dia telah bertanya kepada Allah, “Tuhan, apakah Engkau masih menginginkan saya mengemban tugas ini?” Swaggart bahkan mengatakan bahwa Allah menjawab pertanyaannya itu dengan berkata,“Yaaaa! Keadaan kamu saat ini jauh lebih baik daripada sebelumnya.”

Swaggart bahkan berani sekali menyombongkan diri dengan mengatakan kepada publik:  “Anda sedang menonton pengkhotbah yang bersih!” dan “Saya tidak berbohong!” Mungkin perkataannya tersebut disebabkan karena Swaggart telah berkonseling pada Oral Roberts dan saat itu Roberts mengatakan bahwa dia menyaksikan setan-setan berkuku panjang mencakar-cakar daging Swaggart, dan dia telah mengusir mereka.

Kembali Jatuh ke Lubang Yang Sama

     Nampaknya tidak semudah itu masalahnya terselesaikan.  Pengusiran setan itu sepertinya tidak berhasil.  Selama akar dosa itu belum dipotong, maka dosa itu tetap membelenggunya.  Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 11 Oktober 1991, Swaggart sekali lagi terjerat masalah baru,  ketika polisi di Indio, California, menghentikan kendaraannya karena telah melakukan pelanggaran lalu lintas, dan yang lebih mengejutkan lagi, di dalam mobil yang dikendarainya, polisi menemukan Swaggart sedang bersama seorang pelacur bernama Rosemary Garcia.

     Namun demikian, setelah semua yang telah diperbuatnya,  Swaggart masih tetap bersikukuh maju, walaupun pengikutnya tidak lagi banyak. Dalam program televisinya tertanggal 12 September 2004, dia berkata, “Saya belum pernah melihat seorang laki-laki pun yang saya ingin nikahi. Dan saya katakan sekarang dengan jelas dan terbuka; jika ada orang yang memandangi saya dengan cara seperti itu, saya akan membunuhnya dan saya akan bilang pada Tuhan bahwa dia sudah mati.”

Kesaksian Sang Anak

      Setelah 19 tahun kemudian, Evangelis Swaggart kembali berkotbah dan melanjutkan pelayanannya  yang  biasa dilakukannya dahulu.  Dia melakukannya dengan jauh lebih baik dan bijaksana dari yang pernah dilakukan sebelumnya dengan komitmen pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya. Memang selama  19 tahun tersebut ,Swagart mengalami kehilangan dukungan yang besar. 

     Evangelis Donnie Swaggart, anaknya yang juga menjabat sebagai co-pastor dari Family Christian Centre yang tergabung dalam “Jimmy Swaggart Minitries” kini bangkit dan menjadi gereja dengan jumlah jemaat yang makin bertambah. Berbagai usaha baru ditempuh termasuk di dalamnya melakukan pengembangan dan akuisisi sebuah radio baru Sonlife dan jaringan televisi. Hal itu berdampak untuk penginjilan dan seminarinya .  Dengan kata lain, seluruhnya menyiarkan pesan tentang salib, kasih karunia, pengampunan, dan kekudusan di dalam Kristus 24 jam setiap hari selama seminggu.

    “Jimmy Swaggart, yang kerap saya jumpai pada pagi dan sore setiap minggunya, kini telah bangkit karena Tuhan dan karena pertobatannya yang sungguh-sungguh baik di hadapan Tuhan dan manusia,”ujar Donnie Swaggart.

    “Kehidupannya menjadi sebuah contoh dari sebuah kesalahan dan kemenangan, air mata dan sukacita, dan sebagai sesama seorang penginjil, saya hanya dapat berkata bahwa saya sungguh bangga akan pertobatannya yang sungguh-sungguh dan Tuhan memakainya untuk menyampaikan sebuah kata pengharapan kepada semua orang yang tersesat dan memberikan semangat dan petunjuk kepada kita semua yang telah diselamatkan.” 

            Pertobatan yang sesungguhnya bukanlah untuk mencari kemasyuran, pengakuan dan keduniawian.  Tetapi pertobatan yang sesungguhnya adalah mencari wajah Tuhan dan  berbalik dari dosa yang jahat, dan hal yang memalukan. (Flo / Praise #18 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus