Jessica Yo

Jessica Yo

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

MELIHAT PELANGI KASIHNYA

SEJAK KECIL BERPRESTASI

         Gadis bernama lengkap Jessica Agrippina Fedora Yoshuara Yo yang biasa disapa Jessica ini, lahir di Bandung, 1 Juni 1996. Anak pertama dari dua bersaudara dan dibesarkan dalam keluarga Kristen yang taat dan penuh kebahagiaan ini sudah terlihat jiwa seninya sejak berumur 4 bulan. Setiap kali orangtuanya memutar musik, ia pun merespon dengan cara mengikuti gerak irama musik dengan menggerakkan tangan dan kakinya sambil tersenyum-senyum genit. Jessica pun tumbuh menjadi  gadis cilik yang cantik dan memiliki berbagai prestasi. Misalnya pada usianya yang masih dini, yaitu 2 tahun ia sudah menjuarai lomba fotogenic dan model cilik. Ketika usianya yang ke-3 tahun Jessica juga menjadi juara menyanyi dan sudah tampil dalam berbagai acara, selain itu ia juga pernah menjadi bintang tamu dalam acara Jam Wasiat di ANTV tahun 2000 dan pengisi suara anak-anak dalam soundtrack sinetron ‘Makin Sayang’ RCTI tahun 2006.

        Bakat tarik suara yang dimiliki Jessica, awalnya disalurkan dalam  pelayanan di gereja Hok Im Tong Immanuel sejak umur 4 tahun dan sempat menjadi juara 1 pada ajang Singing Contest KAA-GII Hok Im Tong se- Indonesia pada tahun 2003 dan 2007 (diadakan 4 tahun sekali). Jessica mulai mengembangkan pelayanannya dari satu gereja ke gereja lainnya, hingga di salah satu gereja  bertemu dengan salah satu  pencipta lagu rohani yang tak asing buat pembaca dan pecinta lagu rohani Indonesia yakni Jonathan Prawira dan seorang produser yang bernama Timotius E.S pada tahun 2007. Hasil pertemuannya tersebut membuahkan satu album solo rohaninya dengan tajuk ‘You’re My Destiny’ pada tahun 2008. Di dalam album yang didukung juga oleh Ronnie Sianturi tersebut, ia menyanyikan lagu ‘Impianku Menjadi Nyata’ yang sesuai sekali dengan apa yang telah dirindukan oleh Jessica. Di tahun yang sama selama satu tahun ke depan (2008-2009), berhasil pula mengeluarkan 3 album kompilasi lainnya.

        Pelayanan Jessica semakin luas dari satu kota ke kota lain di seluruh Indonesia bahkan pelayanan penginjilan  sampai ke desa terpencil pun sudah pernah ia arungi. Didasari dengan hati yang tulus dalam melayani Tuhan, Jessica ingin membagikan berkat dan bercerita tentang Tuhan lewat suaranya yang indah, seperti yang ia sampaikan kepada media “Suaraku adalah anugerah dari Tuhan sehingga harus dipakai buat kemuliaan nama Tuhan “ jelasnya.

SEJAK SEMBUH LEBIH SUNGGUH MELAYANI

        Perjalanan karir dan pelayanan seseorang memang tak selalu berjalan dengan mulus, itulah yang di alami oleh Jessica Yo. Siapa yang mengira Jessica yang cantik, pintar, berbakat, sehat dan lincah, ternyata nyawanya hampir melayang di tahun 2006 dan 2008. Penyakit asma yang telah mengantarkan anak pertama dari ayah yang bernama Ir. Handy Kertaraharja Yoshuara Yo dan ibu yang bernama Ir. Natalia Avionika Rindjani ini masuk UGD sebanyak 2 kali hingga membuatnya tak berdaya dan membuat panik kedua orang tuanya. Dokter sempat mengatakan jika terlambat sedikit saja tiba di RS maka nyawa Jessica tidak dapat terselamatkan.Kedua orang tua Jessica pasrah dan menyerahkan hidup matinya Jessica ke dalam tangan Tuhan, seraya mereka berjanji  kepada Tuhan “Jessica itu milik Tuhan, jika Tuhan ingin mengambilnya kami rela dari pada Jessica menderita seperti ini. JIka Tuhan ingin memakainya buat pelayanan, kami akan menerima dan mendukungnya, asal Tuhan beri Jessica sehat dan normal. Kami rela Jessica dipakai buat pekerjaan Tuhan melalui suaranya.” Begitulah sepenggal nazar yang diucapkan keluarga yang mengasihi Tuhan ini. Kuasa Tuhanpun nyata, sehingga Jessica disembuhkan. Puji Tuhan sejak saat itu hingga kini penyakit asma yang diderita Jessica tak pernah kambuh lagi.

        Kejadian tersebut sebagai bukti bahwa Tuhan mempunyai rencana yang besar untuk Jessica dan keluarga ini. Kesempatan hidup yang diberikanNya, semakin memberi dorongan agar Jessica dapat melayani Tuhan lebih bersungguh-sungguh melalui potensi dan talenta yang dimilikinya. Itulah sebabnya kedua orang tua Jessica sangat mensupport kerinduan anaknya untuk menjadi berkat lewat suara dan apa yang dipercayakan Tuhan dalam hidupnya.

MELAYANI LEWAT TALENTANYA

        Bagi Jessica, musik sudah menjadi bagian hidupnya. “Music is my life,” katanya. Hal itu terlihat dari keseharian Jessica yang tak pernah terlepas dari musik.  Misalnya pada saat membuat tugas sekolah dan belajar pun selalu diiringi musik. “Semua musik wonderful, beautifu. Baik itu Jazz, Rock, Pop, bahkan Dangdut”, ujar gadis yang juga memiliki hobi renang, dance dan difoto ini.

      Setiap hari, Gadis yang bercita-cita menjadi penyanyi terkenal ini, selalu menyempatkan diri untuk berlatih vocal dan alat musik seperti piano, keyboard, biola bahkan drum. Sepertinya Jessica tidak bisa meninggalkan jalur musik dalam hidupnya. Bukan hanya itu, Jessica bahkan rela melanjutkan sekolah di bidang bahasa mandarin untuk mendukung kariernya sebagai penyanyi kelak.

    Kerinduan dan impiannya mulai nampak titik terang di tahun 2010. Setelah merasa suaranya sudah stabil sebagai remaja, Jessica kembali membuat album rohani solo nya yang ke-2 dengan judul ‘Pelangi Kasih’. Proses pembuatan album yang membutuhkan waktu satu setengah tahun itu diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan, karena ia percaya Tuhan sudah mengatur semuanya termasuk pertemuannya dengan pihak label Blessing Music yang akan mendukung pemasaran album solo ke-2 nya itu.

         Dengan mengambil tempat di Bandung, tepatnya tanggal 12 November 2011 diadakan launching album ‘Pelangi kasih’ tersebut.  Jessicapun makin bersemangat membagikan berkat melalui 11 lagu yang dapat memberikan kekuatan di dalamnya lewat suaranya yang bening dan merdu. Tajuk lagu tersebut seperti menggambarkan ‘cuaca’ hidupnya, dimana ia pernah mengalami sakit yang hampir merenggut jiwanya. Kini Jessica mulai melihat langit di atasnya, ada pelangiNya yang akan menjamin masa depannya. Seperti ada pantun yang berbunyi “Jika tuan mau pergi naik kereta, jangan lupa membeli tiketnya, jika Tuhan bisa menyembuhkan Jessica, Tuhan jua-lah yang akan memakainya”. Kiranya hidup dan talenta Jessica menjadi inspirasi bagi semua pembaca PRAISE di seluruh Indonesia. (DEL / Praise #22 / 2012)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus