Israel Houghton dan New Breed

Israel Houghton dan New Breed

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Menemukan Jati Dirinya Sebagai SAHABAT TUHAN

     Israel Houghton dan The New Breed dikenal memiliki warna musik atraktif, melewati batas budaya dan memiliki energi yang besar. Saat ini musiknya masuk dalam tahapan dimensi baru, menggebrak dengan warna musik yang lebih menyentuh dan bermakna.

     Israel Houghton dilahirkan dari orang yang berbeda warna kulit, ibunya berkulit putih sedangkan ayahnya seorang negro. Sungguh sebuah hubungan yang sulit dan penuh dengan tantangan terutama dari keluarga ibunya. Dapat dibayangkan dari keluarga seperti inilah dia tumbuh, dan ini sangat membentuk cara berfikir, budaya dan warna musiknya di kemudian hari. Sejak kecil dia terbiasa mendengarkan musik-musik yang sangat beragam. Dia suka mendengarkan musik The Beatles, Andre Crouch, The Eagles, Blue Grass. Bagi dia semua warna musik tersebut terasa sama dan sangat mempengaruhinya.

     Bila awalnya pandangannya terhadap musik sebagai profesi membuatnya frustasi, karena terlihat ada perbedaan yang memisahkan di setiap musisi antara musik sebagai talenta dan musik sebagai industri yang menghasilkan uang. Dalam hal ini Israel belajar kepada musisi Carlos Santana yang menasehatinya : “Jika kamu menjadi seorang musisi, jalani itu dengan konsisten dan jalani dengan penuh kecintaan, sehingga musikmu dapat dinikmati banyak orang dan lihat hasilnya pasti mengikuti dengan sendirinya.”

      Dalam perjalanan, Israel Houghton menemukan jati dirinya sebagai “Sahabat Tuhan”. Hal ini terjadi pada saat dia mengikuti acara retreat, dimana  seorang hamba Tuhan menyerahkan padanya daftar janji Tuhan dan bagaimana kita dapat mewujudkannya. Salah satu janji Tuhan yang sangat menginspirasinya terdapat dalam Roma 8, “Tidak ada yang dapat memisahkan aku dari Tuhan” sampai akhirnya dia menyadari “Aku adalah sahabat Tuhan”.

    Semenjak itu pandangannya tentang Tuhan berubah, dahulu dia menganggap Tuhan adalah Tuhan yang selalu menghukum umat-Nya. Hal ini membekas dalam hidupnya karena Israel hidup di tengah-tengah keluarga yang sangat kaku dan keluarga yang menerapkan aturan yang keras.

Baginya The New Breed bukan sekedar grup musik tapi suatu gerakan dan jalan hidup. “Ini adalah gambar besar dari cara pandang kita terhadap musik. Yang akhirnya berbicara mengenai hubungan antara Tuhan dan hati kita”, demikian Israel Houghton mengakhiri wawancaranya. (Dari berbagai  sumber/  Kiriman Dendy CWS Gading / Diterj. Tim PRAISE/ Praise #2 / 2008)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus