Inside Band

Inside Band

Published On Desember, 11 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Jauhkan Perbedaan antar Sesama Umat Manusia

     Inside merupakan sebuah band yang baru muncul di blantika musik rohani, namun telah memberi dampak yang sangat positif bagi banyak orang melalui album-album yang dirilisnya. Uniknya, bukan hanya umat Kristiani saja yang merasakan dampak itu kemudian. Tapi semua umat manusia yang ada di muka bumi ini akan menjadi fokus pelayanan mereka untuk menyatu padukan umat yang dikasihi Tuhan tanpa ada perbedaan ras, agama, antara satu dengan lainnya. Itulah kerinduan Inside yang kini menjadi sebuah kenyataan.

    “Awalnya sih kami sering bermain band dengan lagu-lagu sekuler. Tapi, kami merasa hampa dan tidak merasa bahagia ketika berkecimpung di dalam band yang dikelilingi oleh pengaruh duniawi. Apalagi, background kehidupan kami pada umumnya tidak hidup di dalam Tuhan. Lalu, kami memiliki kerinduan ingin mempersembahkan talenta yang kami miliki untuk melayani Tuhan. Akhirnya, Tuhan menyatukan Inside dengan latar belakang personil dari gereja berbeda-beda,” ungkap Martin salah seorang personil Inside kepada PRAISE.

     Tak terasa, Inside telah berdiri sejak 31 Februari 2006 lalu. Kini, band yang terdiri dari 4 personil, yakni, Martin pada Vokal dan Gitar, Andre pada Gitar Elektrik, Yudi pada Bass, dan Aditya pada Drum ini, memiliki fokus utama untuk melayani bukan hanya bagi umat Kristiani saja, namun umat lainnya pun layak merasakan kasih Tuhan yang begitu besar kepada kita.

     Hal ini diwujudkan melalui album yang mereka telurkan beberapa waktu lalu. Sebut saja album yang berjudul “We are One”. Walaupun di album ini, tak ada nuansa lagu Kristiani, namun lagu-lagu yang ada di album itu telah berhasil membuat umat di luar Kristiani terinspirasi. Alhasil, banyak pecinta album Inside yang mendengarkan lagu-lagu tersebut dengan sepenuh hati.

     Terkait dengan nama band ini. Inside berasal dari Injil Yohanes 15:5 (Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak. Sebab di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa). Mengapa dinamakan Inside? Karena di dalam Yohanes 15:5 mengandung hubungan yang begitu indah antara Tuhan dengan umatNya. Untuk itu, Aditya Sang Drummer berinisiatif untuk memberikan nama band ini “Inside”.

     Seiring dengan bergulirnya waktu, band ini semakin diberkati oleh Tuhan Yesus. Bayangkan saja band yang masih terbilang muda ini telah memberikan pencerahan bagi banyak umat manusia melalui lagu-lagu yang ditelurkannya.

     Sejauh ini, Inside telah menelurkan 3 album. Satu di antaranya album mini dengan judul “With You” yang berisikan 6 lagu. Album ini diciptakan atas permintaan dari rekan-rekan terkasih. Album ini pun dapat dibeli dimana-mana, misalnya di gereja-gereja dan pondok pujian. Album lainnya merupakan album kampanye Inside yang bertemakan “Persahabatan”. Album ini kemudian yang memberikan nuansa kasih antar sesama manusia tanpa ada perbedaan apapun juga.

     Tak dipungkiri, Inside pernah vakum selama hampir satu tahun lantaran kesibukan para personil band yang tak terbendung. Pasalnya, para personil ada yang berprofesi sebagai guru musik, ada yang masih kuliah, ada yang sudah bekerja di perusahaan swasta, dan lain sebagainya. Tapi, hal itu tak menyurutkan semangat Inside untuk tetap bersatu melayani banyak sesama umat manusia hingga kini.  

     Adapun motto Inside adalah “Transformation with Music”. “Kita harus bisa bertransformasi melalui musik karena musik merupakan bagian dari hidup kita,” kata Martin menjelaskan.

     Martin pun menambahkan, besar harapan mereka untuk dapat memberikan yang terbaik bagi umat manusia, khususnya bagi Tuhan dengan menjalani band ini dengan hati yang tulus. Untuk itu, Inside semakin melebarkan kiprah pelayanannya di berbagai daerah seperti Kalimantan bahkan hingga ke luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. (Vin / Praise #4 / 2009)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus