Igo "idol"

Igo "idol"

Published On Desember, 19 2012 | By Vido Fransisco Pardede

SAYA TIDAK ADA APA-APA

MEMBERI HAL POSITIF

            Banyak orang tak akan pernah menduga kalau akhirnya Indonesia memilih Igo sebagai idola tahun 2010. Perjalanan Igo di Indonesian Idol (II) tergolong biasa saja dan tak terlalu menonjol, tapi makin lama bakatnya semakin nyata ketika satu demi satu para finalis ajang ini mengemasi koper mereka untuk meninggalkan panggung spektakuler. Dari minggu ke minggu masyarakat Indonesia mulai lebih selektif memilih calon superstar yang layak menjadi idola baru negeri ini. Hal ini tentu saja selalu dimanfaatkan Igo dengan sebaik-baiknya. Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap performance-nya.

            Tak mudah menaklukan panggung Indonesian Idol karena semua finalis memiliki bakat dan keunikan yang berbeda-beda. Berdiri di depan banyak orang apalagi dinilai oleh orang-orang yang ahli dalam hal musik, terlebih lagi ditonton oleh jutaan pasang mata membuat Igo sangat menyiapkan diri dan mental.

            Tapi bagi Igo sendiri, menjadi superstar atau tidak bukanlah suatu tujuan. “Yang terpenting dalam hidup ini saya bisa memberi hal positif dan bisa jadi berkat buat banyak orang,” jelas pemilik nama lengkap Elicohen Christellgo Pentury.

PUNYA TELADAN

            Langkah awal untuk mempersiapkan diri terjun ke dunia entertainment adalah dengan memiliki pondasi yang kuat, terutama dalam hal iman dan kerohanian. Tentunya dengan mempunyai hubungan sama Tuhan “Sebagai orang percaya hubungan aku sama Tuhan masih dalam tahap untuk lebih dekat lagi. Saya memandang Yesus sebagai juru selamat, dalam arti pemberi hal-hal positif, berkat, pertolongan dan hidup yang penuh dengan kelimpahan sorgawi,” terang cowok kelahiran 19 Februari 1993 lalu.

            Menggapai mimpi menjadi idola tentunya tak lepas dari peran dan figur yang menjadi panutan dalam hidup Igo, yaitu Mike Idol. Igo mengaku kalau ia sangat mengagumi Mike karena ia adalah sosok idola yang patut untuk dijadikan teladan. “Dia (Mike) sosok idola yang patut diteladani karena orangnya rendah hati dan murah senyum,” katanya. Dalam beberapa kesempatan, Igo pernah berkata kalau ia minta didoakan supaya bisa menjadi idola yang rendah hati dan ramah.

            Selain itu, Igo juga juga punya teladan lain, yaitu orangtua dan sang Oma. Menurut Igo, kedua orangtuanya sangat patut diteladani. Sang mama yang menjadi aktivis sebuah lembaga, membuat Igo selalu terinspirasi untuk memberi kepada sesama dan tidak memikirkan kesenangan pribadi. Dan sang papa yang menjadi politikus, juga memberi kesan tersendiri dalam hidupnya. Sehingga akhirnya ia memilih untuk masuk jurusan hukum di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Juga sang Oma dan Opa Igo, yang sangat memberi inspirasi Igo untuk memberitakan firman Tuhan dalam profesi apapun nantinya. Seperti arti dari nama lengkap yang disandangnya yaitu pergi memberitakan Kristus.

TEMAN DEKAT

            Terlahir dari keluarga yang akrab dengan musik, membuat Igo membulatkan tekadnya untuk serius dalam bidang ini. Sejak kecil, tepatnya kelas 3 SD, Igo sudah belajar vocal di Ambon bersama gurunya Ibu Henny Tomassoa. Menurutnya musik memberikan inspirasi yang indah dan berguna bagi masa depan sehingga ia sangat menyukainya. “Musik bagi saya seperti teman dekat,” jelas cowok yang bisa bermain alat musik khas Ambon, yaitu Totobuang.

            Setelah jadi juara Indonesian Idol, sekarang Igo punya segudang kegiatan yang harus ia lakoni baik itu acara off air atau acara on air. Tapi dari semua kesuksesan ini masih ada yang ingin Igo wujudkan, yaitu membuat album rohani. “Saya sangat berminat membuat album rohani,” ujar cowok yang hobi olahraga ini.

            Baginya menjadi orang yang dikenal publik kadang tidak enak, tapi tentunya sangat banyak enaknya. “Enaknya adalah lebih mudah menyalurkan berkat ke orang lain. Yang pasti ketika saya seperti ini saya percaya Tuhan punya sesuatu yang indah. Tanpa Dia saya nggak ada apa-apa. Dan saya percaya karena campur tangan Dia saya bisa menjadi seorang juara.

TIDAK IKUT ARUS

            Untuk membentengi diri dari kehidupan anak muda jaman sekarang,  tentu saja Igo punya prinsip dan pedoman sendiri. Karena jika tak memiliki itu ia bisa terbawa arus. Ketika memutuskan memasuki dunia hiburan ini, Igo tau bahwa nanti hidupnya akan banyak disoroti, jadi ia tak mau ikut arus terutama ke arah yang negatif. “Menurut aku anak muda jaman sekarang sudah terlalu ganas yang artinya hidup di luar ambang batas. Dan sudah gampang untuk melanggar yang namanya norma-norma atau nilai-nilai dalam masyarakat,” paparnya.

            Sudah menjadi idola tak membuat Igo terobsesi pada hal lain. Karena itu ia berpesan kepada kita agar terus mempunyai obsesi dalam hidup ini. Dan jangan lupa untuk terus mempercayai Tuhan dalam segala hal. “Ketika kita percaya dengan firman Tuhan semua itu pasti indah pada waktunya. Dalam hidup ini, saya masih terus menunggu rencana Tuhan dan satu persatu Tuhan berikan kasihNya.” (min / Praise #15 / 2010)
Sumber: www.majalahpraise.com

BOIDATA

Nama lengkap                          : Elicohen Christellgo Pentury
Tempat Tanggal Lahir                : Ambon, 19 Februari 1993
Hobi                                        : Voli, Basket, Futsal dan renang
Orang tua                                : Markus Pentury dan Rosano C Pentury
Pendidikan                              : Fakultas Hukum Universitas Trisakti
Anak ke                                   : Pertama dari 4 bersaudara


COMMENT


.news-comments powered by Disqus