I Know Who Holds Tomorrow (Tuhan Yang Pegang)

I Know Who Holds Tomorrow (Tuhan Yang Pegang)

Published On Desember, 10 2012 | By David

     Ira Forest Stanphill, 1914-1993  

    Siapa di antara kita yang tidak pernah cemas sama sekali tentang masa depan keluarga kita, anak-anak kita atau pekerjaan kita? Kehidupan yang tenang di Indonesia, bisa tiba-tiba diusik karena ulah dari teroris yang menewaskan sejumlah orang dan melukai puluhan lainnya. Keluarga yang dalam keadaan sehat, bisa tiba-tiba ada yang terkena serangan stroke dan mengalami kelumpuhan. Pekerjaan yang tadinya berjalan baik, bisa tiba-tiba ada pengurangan pegawai dan terkena PHK alias Pemutusan Hubungan Kerja. Studi yang tadinya berjalan lancar, tiba-tiba dicutikan oleh kampus karena ternyata sponsor kita menghentikan dananya karena kesulitan keuangan. Bahkan rumah kita yang nyaman, kokoh dan asri pun, bisa tiba-tiba terkena gempa bumi atau dilahap si jago merah dan hanya tinggal puing-puing saja.
            Memang kita hidup di dunia yang sudah jatuh dalam dosa, sehingga berbagai macam malapetaka bisa menimpa manusia kapan saja. Melalui berbagai macam kemajuan teknologi dan perencanaan yang baik, manusia menyiapkan segala hal agar masa depannya terjamin dan aman, namun tidak ada seorang pun yang bisa memastikan akan menjadi seperti apa masa depannya di dunia ini. Tidak ada seorang pun yang bisa memastikan bahwa tidak akan pernah ada lagi serangan bom dari teroris, tidak akan pernah ada lagi anggota keluarga yang terkena stroke, PHK, gangguan dalam studi, gempa atau kebakaran dan lainnya. Jadi bagaimana seharusnya sikap kita melihat semua itu? Haruskah kita dilingkupi dengan kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan? Haruskah kita terombang-ambing oleh ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi pada masa depan kita di dunia ini? Akankah kita hidup dengan penuh kegelisahan dan keresahan?

Bertobat di Usia Dua Belas Tahun

            Kita tidak perlu dihantui oleh kecemasan dan ketakutan akan masa depan, karena ada seorang anak Tuhan yang mengingatkan kita akan kebenaran Firman Tuhan melalui sebuah lagu yang sangat indah. Lagu yang mengingatkan kita bahwa Tuhanlah yang memegang seluruh masa depan orang percaya. Syair dari lagu tersebut berkata :

 I don’t know who holds tomorrow, I just live from day to day
(Ku tak tahu kan hari esok, aku hanya hidup dari hari ke hari)
I don’t borrow from it’s sunshine, For it’s skies may turn to gray
(Ku tak meminjam sinar siang, karena surya pun akan lenyap)
I don’t worry o’er the future, For I know what Jesus said
(Ku tak gelisah akan masa yang mendatang, karna kutahu apa yang dikatakan Yesus)         
And today I’ll walk beside Him, For He know what is ahead
(Hari ini aku berjalan di sisiNya, sebab Dia tahu apa yang ada di depan)

 Reff  :
Many things about tomorrow I don’t seem to understand
(Banyak hal tak ku pahami dalam masa menjelang)
But I know Who holds tomorrow And I know Who holds my hand
(Tapi kutahu siapa yang pegang hari esok dan kutahu siapa yang pegang tanganku)

           Sungguh sebuah syair lagu yang luar biasa. Siapakah penulis dan pencipta lagu tersebut? Penciptanya bernama Ira Forest Stanphill, yang lahir pada 4 Februari tahun 1914 di Bellview, New Mexico. Pada waktu Ira masih kecil, ia dan keluarganya berpindah dengan menaiki kereta kuda dari daerah Arkansas ke Mexico. Setelah beberapa lama, mereka kemudian berpindah lagi ke daerah Oklahoma. 
            Ira mengalami pertobatan pada umur 12 tahun. Sejak kecil, dia belajar bermain alat musik, dan di saat remaja, Ira sudah pandai bermain piano, organ, okulele, dan akordion. Pada umur 17 tahun,dia telah menciptakan lagu-lagu rohani dan menyanyikannya dalam ibadah gereja, KKR dan Persekutuan Doa. Selama beberapa tahun dia mengadakan pelayanan keliling dalam KKR sebagai pemusik bersama para penginjil. Ira belajar di Chillocothe Junior College, Missouri dan mulai terlibat pelayanan khotbah di KKR-KKR pada usia 22 tahun. Dia pun mulai masuk dalam pelayanan sebagai gembala sidang di Gereja Sidang Jemaat Allah di Florida, Pennsylvania, Texas. Sebagai seorang penyanyi rohani juga penginjil, Ira sudah menciptakan lebih dari 550 lagu rohani. Namun hanya terkenal di Amerika saja, misalnya saja lagu ‘Room At The Cross’,‘Suppertime’, ‘Happiness Is The Lord’ dan ‘Mansion Over The Hilltop (Istana Bagiku)’. Juga pelayanan ke berbagai negara, khotbah dan menyanyikan lagu-lagu rohaninya di lebih dari 40 negara.
            Karena pelayanannya yang begitu luas dan memberkati ribuan bahkan jutaan orang, Ira Stanphill kemudian diberi penghargaan Doctor Honoris Causa oleh Hyles-Anderson College di Hammon, Indiana. Beliau dipanggil pulang ke rumah Bapa pada tanggal 30 Desember 1993 di Overland Park, Kansas, USA.

 Mengarang Lagu Karena Mengasihi Tuhan

            Ira memiliki cara tersendiri dalam menciptakan lagu rohani. Dia biasanya menciptakan lagu sesuai dengan tema yang diberikan oleh pendeta dalam ibadah Minggu. Mengenai lagu-lagu ciptaannya, Ira mengatakan : “Alasan utama saya menciptakan lagu rohani ialah karena saya mengasihi Allah dan Kristus begitu mengasihi saya. Kebanyakan dari lagu-lagu saya itu tercipta melalui pengalaman hidup saya bersama Kristus. Saya rasa lagu-lagu tersebut memikat orang karena saya sudah melewati berbagai macam pencobaan, kehancuran hati dan penderitaan dalam kehidupan saya. Jadi saya sungguh mengerti akan apa yang saya tulis dalam lagu-lagu tersebut”. Seperti yang dikatakan Ira, bahwa lagu-lagunya muncul dari pengalaman hidupnya bersama Kristus, contohnya lagu ‘I Know Who Holds Tomorrow’ yang sudah diterjemahkan dengan judul ‘Tuhan yang Pegang’, lagu yang dia ciptakan di tahun 1950 ini memiliki kedalaman rohani yang luar biasa (Sumber : PRAIE #8).
            Kedalaman rohani yang bagaimana yang dimiliki Ira Forest sehingga membuahkan sebuah lagu yang di kemudian hari sangat popular ? (Buku ‘Story Behind The Song’ terbitan Yis Production tahun 2011 mengulas dengan lebih lengkap berikut foto-fotonya).


COMMENT


.news-comments powered by Disqus