HUBUNGAN MAZMUR DENGAN IBADAT (Seri 3 Mazmur)

HUBUNGAN MAZMUR DENGAN IBADAT (Seri 3 Mazmur)

Published On Desember, 10 2012 | By Yusak

Hubungan Kitab Mazmur dengan ibadah, termasuk corak liturgi memang tidak disangkal. Tetapi pada umumnya tidak ada petunjuk-petunjuk konkrit untuk dapat menentukan dalam upacara atau pada hari raya manakah mazmur-mazmur tertentu dipakai. Judul Ibrani pada Mzm 92 menetapkan pemakaiannya pada hari Sabat. Judul-judul Yunani pada Mzm 24, 48, 93, 94, menentukan bahwa lagu-lagu itu dipakai pada hari-hari pekan yang lain. Mzm 30 dipakai pada hari raya Pentahbisan Bait Allah – begitu dikatakan teks Ibrani-. Sedangkan menurut naskah Yunani Mzm 29 dinyanyikan pada perayaan Pondok Daun. Walaupun petunjuk-petunjuk tersebut dapat diperdebatkan, tetapi sama seperti penetapan-penetapan terperinci yang dibuat di zaman Yahudi, petunjuk-petunjuk tersebut menjadi bukti bahwa Kitab Mazmur berperan sebagai Kitab nyanyian untuk keperluan di Bait Allah dan Rumah-rumah ibadat Yahudi sebelum menjadi kitab nyanyian bagi Gereja Kristen.

Selain itu, memang ada keterangan mengenai upacara lainnya yang dibarengi dengan mazmur (Mzm 20, 26, 27, 66, 81, 107, 116, 134, 135). Mazmur-mazmur tersebut dan beberapa Mazmur lainnya seperti Mzm 48, 65, 95, 96, 118, dinyanyikan di pelataran Bait Allah. “Nyanyian-nyanyian ziarah” (begitu kira-kira dapat diterjemahkan istilah Ibrani yang tidak jelas artinya), yaitu Mzm 120-134, dan juga Mzm 84 tidak lain kecuali lagu-lagu yang dipakai waktu orang berziarah ke Yerusalem. Contoh-contoh yang paling jelas itu cukup membuktikan bahwa banyak mazmur, termasuk yang bersifat perorangan, diciptakan untuk ibadat dalam Bait Allah. Mazmur-mazmur lain barangkali aslinya tidak dikarang untuk keperluan itu, tetapi kemudian juga disesuaikan, misalnya dengan menambahkan permohonan berkat (Mzm 125, 128, 129).

Corak Ibadah Yahudi memang dapat terlihat, ketika ditemukan data dalam sejumlah besar kitab Mazmur keterangan-keterangan mengenai musiknya dan pemakaian liturginya. Dalam hubungan dengan musik, dalam Kitab Mazmur menginformasikan tentang penggunaan musik adalah kitab Mazmur. Sebab dalam kitab Mazmur terdapat berbagai catatan tentang irama, dan melodi yang harus dituruti apabila mau melagukan mazmur-mazmur itu dan di situ terdapat pula petunjuk-petunjuk bagi orkes pengiring lagu. Dalam Mazmur (seperti pasal 137) adalah penataan musik baru yang dibentuk pada zaman kerajaan, yaitu yang menyatakan adanya tim orkes bait suci pada saat itu. Tim orkes Bait Suci itu ada pada zaman raja Hizkia yang sangat termasyhur, sehingga dirampas oleh raja Babilonia dan diangkut ke Babel (J. Verkuyl: 1992:129). Dalam kitab Mazmur terdapat beberapa ahli musik yang ada hubungannya dengan kitab lainnya terkhusus dalam kitab 1 Taw. Para ahli musik yang ada dalam kitab mazmur itu adalah Daud, Salomo, Asaf, Heman, Yedutun dan anak-anak bani Korah. Para ahli musik itu (kecuali Daud dan Salomo) adalah merupakan anggota dari 228 orang yang dilatih untuk bernyanyi dan bermusik. Yang menjadi pimpinan utama adalah Asaf, Heman, dan Yedutun (1 Taw 25:6). (Sumber : PRAISE # 13/Yis). Sumber : www.majalahpraise.com

Bersambung : MANFAAT dan  NILAI ROHANI KITAB MAZMUR  


COMMENT


.news-comments powered by Disqus